jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE




RENUNGAN HARIAN - JUNI

SADAR TANPA MEMILIH


THE BOOK OF LIFE (15/06)
Pengetahuan Bukan Keadaan-sadar


Keadaan-sadar adalah keadaan batin yang mengamati sesuatu tanpa mengutuk atau menerima, yang sekadar menghadapi sesuatu seperti apa adanya. Bila Anda memandang sekuntum bunga tanpa pengetahuan ilmu hayat, maka Anda melihat keseluruhan bunga itu; tetapi jika batin Anda dipenuhi oleh pengetahuan ilmu hayat tentang bunga itu, maka Anda tidak memandang bunga itu secara menyeluruh. Sekalipun Anda mungkin memiliki pengetahuan tentang bunga itu, jika pengetahuan itu memenuhi batin Anda, seluruh lingkup batin Anda, maka Anda tidak memandang bunga itu secara menyeluruh.

Jadi, memandang suatu fakta berarti berada dalam keadaan-sadar. Di dalam keadaan-sadar itu tidak ada pilihan, tidak ada pengutukan, tidak ada suka atau tak suka. Tetapi kebanyakan dari kita tidak mampu melakukan ini, oleh karena secara tradisional, dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak mampu menghadapi fakta tanpa latar belakang. Kita harus menyadari latar belakang itu. Kita harus menyadari keterkondisian kita, dan keterkondisian itu memperlihatkan diri ketika kita mengamati suatu fakta; dan sementara Anda berkepentingan dengan pengamatan fakta itu dan bukan dengan latar belakang, latar belakang itu dikesampingkan. Bila minat utama adalah sekadar memahami fakta, dan bila Anda melihat bahwa latar belakang menghalangi Anda dari memahami fakta, maka minat yang vital terhadap fakta akan menghapuskan latar belakang.




THE BOOK OF LIFE (16/06)
Introspeksi Adalah Tidak Lengkap


Di dalam keadaan-sadar hanya ada masa kini—artinya, dengan sadar Anda melihat proses pengaruh dari masa lampau yang mengendalikan masa kini dan mengubah masa depan. Keadaan-sadar adalah suatu proses integral, bukan proses pembagian. Misalnya, jika saya bertanya, ”Apakah saya percaya akan Tuhan?”—di dalam proses bertanya itu sendiri, saya dapat mengamati—jika saya sadar—apa yang membuat saya mengajukan pertanyaan itu; jika saya sadar, saya dapat melihat apa kekuatan-kekuatan yang dulu dan sekarang mendorong saya untuk mengajukan pertanyaan itu. Maka saya menyadari berbagai bentuk ketakutan—ketakutan nenek moyang saya yang telah menciptakan suatu gagasan tertentu tentang Tuhan dan telah mewariskannya kepada saya, dan dengan memadukan gagasan mereka dengan reaksi saya di masa kini saya memodifikasikan atau mengubah konsep Tuhan itu. Jika saya sadar, saya melihat seluruh proses masa lampau, efeknya pada masa kini dan di masa depan, secara integral, secara menyeluruh.

Jika kita sadar, kita melihat betapa melalui ketakutan muncul konsep tentang Tuhan dalam diri kita; atau mungkin ada orang yang mempunyai pengalaman orisinal tentang realitas atau tentang Tuhan dan mengkomunikasikannya kepada orang lain yang dalam keserakahannya mengambil-alih konsep itu, dan mendorong proses peniruan. Keadaan-sadar adalah proses yang lengkap, dan introspeksi tidak lengkap. Hasil introspeksi adalah rasa sakit, memedihkan, sedangkan keadaan-sadar adalah semangat dan sukacita.




THE BOOK OF LIFE (17/06)
Melihat Keseluruhan


Bagaimana Anda memandang sebatang pohon? Apakah Anda melihat keseluruhan pohon itu? Jika Anda tidak melihatnya sebagai keseluruhan, Anda tidak melihat pohon itu sama sekali. Anda mungkin melewatinya dan berkata, ”Itu pohon, betapa bagusnya!” atau berkata, ”Itu pohon mangga,” atau ”Saya tidak tahu pohon apa itu; mungkin itu pohon asam.” Tetapi jika Anda berdiri dan memandang—saya berbicara secara aktualitas, faktual—Anda tidak pernah melihat keseluruhannya; dan jika Anda tidak melihat keseluruhan pohon itu, Anda tidak melihat pohon itu. Begitu pula dengan keadaan-sadar. Jika Anda tidak melihat keseluruhan kerja batin Anda seperti itu—seperti Anda memandang pohon—Anda tidak sadar. Pohon itu terdiri dari akar, batang, cabang besar dan kecil, dan cabang-cabang sangat kecil yang naik ke sana; dan daun, daun yang mati, daun yang layu, dan daun yang hijau; daun yang dimakan binatang, daun yang buruk, daun yang gugur, buah, bunga—semua itu Anda lihat sebagai keseluruhan bila Anda memandang pohon itu. Seperti itu pula, dalam keadaan melihat kerja batin Anda, dalam keadaan-sadar itu, terdapat rasa menyalahkan, menyetujui, mengingkari, berjuang, sia-sia, putus asa, harapan, frustrasi; keadaan-sadar meliput semua itu, bukan sebagian saja. Jadi apakah Anda sadar akan batin Anda dalam pengertian yang amat sederhana itu, seperti orang melihat lukisan secara utuh—bukan hanya satu sudut saja dari lukisan dan bertanya, ”Siapa pelukisnya?”




THE BOOK OF LIFE (18/06)
Keadaan-sadar Tidak Dapat Didisplinkan


Jika keadaan-sadar dilatih, dijadikan kebiasaan, maka ia menjadi melelahkan dan menyakitkan. Keadaan-sadar tidak dapat didisiplinkan. Apa yang dilatih bukan lagi keadaan-sadar, oleh karena berlatih berarti menciptakan kebiasaan, mengerahkan daya upaya dan kemauan. Daya upaya adalah distorsi. Terdapat keadaan-sadar bukan hanya terhadap dunia luar—burung yang terbang, bayangan, laut yang tidak bisa diam, pepohonan dan angin yang bertiup, peminta-minta dan mobil mewah yang melintas—tetapi juga keadaan-sadar akan proses dalam batin, ketegangan dan konflik di dalam diri. Anda tidak menyalahkan burung yang terbang: Anda mengamatinya, Anda melihat keindahannya. Tetapi, ketika Anda memikirkan pergulatan dalam batin Anda, Anda menyalahkannya atau membenarkannya. Anda tidak dapat mengamati konflik batiniah ini tanpa memilih atau membenarkan.

Menyadari pikiran dan perasaan Anda tanpa melihat itu sebagai Anda atau pengingkaran tidaklah melelahkan dan menyakitkan; tetapi di dalam upaya mencari hasil, tujuan yang ingin dicapai, konflik meningkat dan mulailah kelelahan pergulatan.




THE BOOK OF LIFE (19/06)
Biarlah Suatu Pikiran Berkembang


Keadaan-sadar adalah keadaan batin yang menerima segala-galanya—burung gagak yang terbang melintas di langit, bunga-bunga mekar pada pohonnya, orang-orang yang duduk di depan, warna-warni pakaian yang mereka kenakan—sadar secara luas, yang membutuhkan memandang, mengamati, menyadari bentuk dedaunan, bentuk batang, bentuk kepala seseorang, apa yang dilakukannya. Sadar secara luas, dan dari situ bertindak—artinya sadar akan keseluruhan keberadaan kita. Sekadar memiliki kemampuan yang sebagian, suatu pecahan kemampuan atau kemampuan terpecah, dan mengejar kemampuan itu dan memperoleh pengalaman dari kemampuan itu yang terbatas—itulah yang membuat kualitas batin remeh, terbatas dan sempit. Tetapi kesadaran akan keseluruhan keberadaan kita, yang dipahami melalui kesadaran akan setiap pikiran dan setiap perasaan, dan tak pernah membatasinya, membiarkan setiap pikiran dan setiap perasaan mekar, dan dengan demikian sadar—itu sama sekali lain dari tindakan atau konsentrasi yang sekadar kemampuan dan oleh karena itu terbatas.

Untuk membiarkan suatu pikiran mekar atau suatu perasaan mekar, dibutuhkan perhatian—bukan konsentrasi. Yang saya maksud dengan mekarnya suatu pikiran adalah memberinya kebebasan untuk melihat apa yang terjadi, apa yang berlangsung dalam pikiran Anda, dalam perasaan Anda. Sesuatu yang mekar harus memiliki kebebasan, memiliki cahaya; ia tidak bisa dibatasi. Anda tidak dapat memberikan suatu nilai terhadapnya, Anda tidak dapat berkata, ”Ini benar, itu salah; ini harus, itu tidak boleh”—dengan demikian Anda membatasi mekarnya pikiran. Dan ia hanya dapat mekar di dalam keadaan-sadar ini. Oleh karena itu, jika Anda menyelami hal ini sangat dalam, Anda akan menemukan bahwa mekarnya pikiran ini adalah berakhirnya pikiran.




THE BOOK OF LIFE (20/06)

Keadaan-sadar Pasif


Di dalam keadaan-sadar tidak terdapat proses ’menjadi’, tidak ada tujuan yang hendak dicapai. Yang ada adalah pengamatan yang diam tanpa memilih dan tanpa menyalahkan, yang dari situ datang pemahaman. Di dalam proses ini, ketika pikiran dan perasaan mengungkapkan dirinya, yang hanya bisa terjadi bila tidak terdapat pemilikan maupun penerimaan, maka muncullah keadaan-sadar yang meluas, semua lapisan yang tersembunyi beserta maknanya terungkap. Keadaan-sadar ini mengungkapkan kekosongan kreatif yang tak dapat dibayangkan atau dirumuskan. Keadaan-sadar yang meluas dan kekosongan kreatif ini adalah proses menyeluruh dan bukan tahap-tahap yang berbeda. Bila Anda mengamati dengan diam suatu problem tanpa menyalahkan, tanpa membenarkan, muncullah keadaan-sadar pasif. Di dalam keadaan-sadar pasif ini, problem itu dipahami dan terurai. Di dalam keadaan-sadar terdapat kepekaan yang lebih tinggi, yang di situ terdapat bentuk tertinggi dari berpikir negatif. Bila pikiran merumuskan, menghasilkan, tidak mungkin ada penciptaan. Hanya bila batin hening dan kosong, bila ia tidak menciptakan suatu problem—di dalam kepasifan yang waspada itu terdapat penciptaan. Penciptaan hanya dapat terjadi di dalam negasi, yang bukan lawan dari yang positif. Tidak berada bukanlah lawan dari berada. Suatu masalah muncul hanya apabila terdapat pencarian hasil. Bila pencarian hasil berakhir, barulah di situ tidak ada lagi masalah.




THE BOOK OF LIFE (21/06)

Apa yang Dipahami Sepenuhnya Tidak Akan Terulang Kembali


Di dalam sadar-diri tidak diperlukan pengakuan, oleh karena sadar-diri menciptakan cermin yang di situ segala sesuatu terpantul tanpa distorsi. Setiap pikiran-perasaan seolah-olah terhampar di layar keadaan-sadar sehingga dapat diamati, dipelajari dan dipahami; tetapi aliran pemahaman ini tersumbat bila ada pengutukan atau penerimaan, penghakiman atau pengidentifikasian. Semakin banyak layar itu ditonton dan dipahami—bukan sebagai kewajiban atau praktek yang dipaksakan, melainkan oleh karena kepedihan dan kesedihan telah menciptakan minat tak terpuaskan yang membawa disiplinnya sendiri—semakin besar intensitas dari keadaan-sadar, dan pada gilirannya ini menghasilkan pemahaman yang meningkat.

... Anda dapat mengikuti sesuatu jika ia bergerak perlahan-lahan; sebuah mesin yang cepat harus diperlambat jika kita ingin mempelajari gerakan-gerakannya. Demikian pula, pikiran-perasaan dapat dipelajari dan dipahami hanya jika batin ini mampu bergerak perlahan-lahan; tetapi sekali kemampuan ini telah terbangun, ia dapat bergerak dengan kecepatan tinggi, yang membuatnya amat tenang. Ketika berputar dengan kecepatan tinggi, beberapa daun kipas angin tampak sebagai sehelai logam yang pejal. Kesukaran kita ialah membuat batin berputar perlahan-lahan, sehingga masing-masing pikiran-perasaan dapat diikuti dan dipahami. Apa yang dipahami secara mendalam dan menyeluruh tidak akan terulang kembali.