jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE




RENUNGAN HARIAN - JUNI

PERHATIAN


THE BOOK OF LIFE (08/06)
Perhatian Tanpa Perlawanan


Anda tahu apa ruang itu. Ada ruang di kamar ini. Jarak dari sini ke hotel Anda, dari jembatan ke rumah Anda, dari tepi sungai ini ke tepi sana—semua itu ruang. Nah, adakah juga ruang dalam batin Anda? Ataukah batin itu sudah penuh sesak, sehingga tak ada ruang sama sekali? Jika batin Anda memiliki ruang, maka di dalam ruang itu terdapat keheningan—dan dari keheningan itu muncullah segala sesuatu, oleh karena di situ Anda dapat menyimak, Anda dapat memperhatikan tanpa melawan. Itulah sebabnya mengapa penting sekali memiliki ruang di dalam batin. Jika batin tidak terjejali, tidak sibuk terus-menerus, maka ia dapat menyimak anjing yang menyalak itu, menyimak bunyi kereta api melintasi jembatan di kejauhan, dan juga sadar sepenuhnya akan apa yang dikatakan oleh orang yang berbicara di sini. Maka batin itu menjadi hidup, ia tidak mati.




THE BOOK OF LIFE (09/06)
Perhatian Bebas dari Upaya


Adakah perhatian tanpa sesuatu yang menyerap batin? Adakah perhatian tanpa berkonsentrasi pada suatu obyek? Adakah perhatian tanpa motif, pengaruh, kompulsi dalam bentuk apa pun? Dapatkah batin memberikan perhatian penuh tanpa eksklusi apa pun? Jelas bisa, dan itu adalah satu-satunya keadaan perhatian; yang lain hanyalah pemuasan diri, atau akal-akalan batin. Jika Anda dapat memberikan perhatian penuh tanpa terserap dalam sesuatu, dan tanpa eksklusi apa pun, maka Anda akan menemukan apa itu bermeditasi; oleh karena di dalam perhatian itu tidak ada usaha, tidak ada pembagian, tidak ada pergulatan, tidak ada pencarian hasil. Jadi, meditasi adalah proses pembebasan batin dari sistem-sistem, dan memberikan perhatian tanpa terserap atau berusaha berkonsentrasi.




THE BOOK OF LIFE (10/06)
Perhatian yang Tidak Eksklusif


Saya rasa, ada perbedaan antara perhatian yang diberikan kepada suatu obyek dan perhatian tanpa obyek. Kita dapat berkonsentrasi pada suatu gagasan, kepercayaan, obyek tertentu—yang adalah proses eksklusif; lalu ada pula perhatian, kewaspadaan, yang tidak eksklusif. Begitu pula, ada ketidakpuasan yang tidak punya motif, yang bukan akibat dari suatu frustrasi, yang tak dapat disalurkan, yang tak dapat menerima setiap pemenuhan. Mungkin saya tidak menggunakan kata yang tepat untuk itu, tetapi saya rasa, ketidakpuasan yang luar biasa itulah yang penting. Tanpa itu, setiap bentuk ketidakpuasan lain hanyalah sekadar jalan untuk mencapai kepuasan.




THE BOOK OF LIFE (11/06)
Perhatian itu Tak Terbatas, Tanpa Tapal Batas


Di dalam mengembangkan batin, titik berat kita hendaknya pada perhatian, bukan konsentrasi. Konsentrasi adalah proses memaksa batin menyempit kepada satu titik, sedangkan perhatian itu tanpa tapal batas. Di dalam proses konsentrasi itu, batin selalu dibatasi oleh suatu tapal batas, tetapi bila maksud kita memahami totalitas batin, konsentrasi saja menjadi rintangan. Perhatian adalah tanpa batas, tanpa batas pengetahuan. Pengetahuan datang melalui konsentrasi, dan setiap peluasan pengetahuan masih tetap berada dalam batas-batasnya sendiri. Dalam keadaan perhatian, batin dapat dan memang menggunakan pengetahuan, yang niscaya adalah hasil konsentrasi; tetapi bagian tidak pernah menjadi keseluruhan, dan menambahkan bagian-bagian yang banyak tidak menghasilkan persepsi akan keseluruhan. Pengetahuan, yang merupakan proses penimbunan dari konsentrasi, tidak menghasilkan pemahaman akan apa yang tak terukur. Keseluruhan tidak pernah dikurung oleh batin yang terkonsentrasi.

Jadi perhatian itu sangat penting, tetapi itu tidak datang melalui usaha konsentrasi. Perhatian adalah keadaan yang di situ batin terus-menerus belajar tanpa suatu pusat yang di seputarnya berkumpul pengetahuan sebagai pengalaman yang tertimbun. Batin yang berkonsentrasi pada dirinya sendiri menggunakan pengetahuan sebagai cara untuk membesarkan dirinya sendiri; dan kegiatan seperti itu bertentangan dalam dirinya dan antisosial.




THE BOOK OF LIFE (12/06)
Perhatian Penuh


Apa yang kita maksudkan dengan perhatian? Apakah ada perhatian bila saya memaksakan diri memperhatikan? Ketika saya berkata kepada diri sendiri, ”Saya harus memperhatikan, saya harus mengendalikan batin saya dan mengesampingkan semua pikiran lain,” apakah itu Anda namakan perhatian? Jelas itu bukan perhatian. Apa yang terjadi bila batin memaksakan diri untuk memperhatikan? Ia menciptakan perlawanan untuk menghalangi pikiran-pikiran lain menyelinap masuk; ia sibuk dengan perlawanan, dengan mendorong pergi; oleh karena itu ia tidak mampu memperhatikan. Itu benar, bukan?

Untuk memahami sesuatu secara total, Anda harus menaruh perhatian penuh kepadanya. Tetapi Anda akan segera mendapati betapa luar biasa sulitnya itu, oleh karena batin Anda terbiasa menyeleweng; lalu Anda berkata, ”Ya Tuhan, memang memperhatikan itu baik, tetapi bagaimana saya harus melakukannya?” Jadi, Anda kembali lagi dengan keinginan untuk memperoleh sesuatu, dan Anda tidak pernah dapat memperhatikan secara penuh. ... BIla Anda melihat sebatang pohon atau seekor burung, misalnya, memperhatikan secara penuh bukanlah berkata, ”Itu pohon jati,” atau, ”Itu seekor kakatua,” lalu pergi. Dengan memberinya nama Anda sudah berhenti memperhatikan. ...
Sedangkan, jika Anda sadar sepenuhnya, memperhatikan sepenuhnya, ketika Anda memandang sesuatu, maka Anda akan mendapati suatu transformasi menyeluruh berlangsung, dan perhatian total itu adalah yang baik. Tidak ada lagi yang lain, dan Anda tidak bisa memperoleh perhatian total dengan latihan. Dengan latihan Anda memperoleh konsentrasi, artinya Anda membangun dinding perlawanan, dan di dalam dinding perlawanan itu berada orang yang berkonsentrasi, tetapi itu bukan perhatian, itu mengeluarkan.




THE BOOK OF LIFE (13/06)

Lenyapnya Ketakutan Adalah Awal Perhatian


Bagaimana cara menghasilkan perhatian? Ia tidak dapat dipupuk melalui bujukan, pembandingan, ganjaran, atau hukuman, yang semuanya adalah bentuk-bentuk pemaksaan. Lenyapnya ketakutan adalah awal dari perhatian. Ketakutan itu ada selama ada dorongan untuk menjadi sesuatu di masa kini atau di masa depan, yang adalah mengejar keberhasilan, dengan segala frustrasi dan kontradiksinya yang berbelit-belit. Anda dapat mengajarkan konsentrasi, tetapi perhatian tidak dapat diajarkan, sama seperti Anda tidak dapat mengajarkan kebebasan dari ketakutan; dan di dalam memahami sebab-musababnya, maka lenyaplah ketakutan. Dengan demikian perhatian muncul secara spontan bila di sekitar siswa terdapat suasana kesejahteraan, bila ia merasa aman, merasa nyaman, dan sadar akan tindakan tanpa kepentingan yang dihasilkan oleh cinta. Cinta tidak membanding-bandingkan, dan dengan demikian berakhirlah iri hati dan siksaan di dalam proses “menjadi”.




THE BOOK OF LIFE (14/06)

Tidak Ada Tempat yang di Situ Orang "Sampai"


Dapatkah kerendahan hati dilatih? Jelas, sadar bahwa Anda rendah hati bukanlah rendah hati. Anda ingin tahu, apakah Anda sudah “sampai”. Ini menunjukkan bahwa Anda menyimak untuk mencapai suatu keadaan tertentu, bukan?—tempat yang di situ Anda tidak akan terganggu lagi, yang di situ Anda memperoleh kebahagiaan yang kekal abadi, kenikmatan permanen. Tetapi seperti saya katakan tadi, tidak ada “sampai”, yang ada hanyalah gerak belajar—dan itulah indahnya kehidupan. Jika Anda sudah “sampai”, tidak ada apa-apa lagi. Dan Anda semua telah “sampai”, atau Anda ingin “sampai”, bukan hanya dalam bisnis Anda, tetapi juga dalam segala sesuatu yang Anda lakukan. Jadi Anda tidak puas, mengalami frustrasi, murung. Bapak-bapak, tidak ada tempat yang di situ orang “sampai”, yang ada hanyalah gerak belajar ini, yang menyakitkan hanya apabila terdapat penumpukan. Batin yang menyimak dengan perhatian penuh tidak pernah mencari hasil, karena ia terus-menerus mekar. Seperti sebatang sungai, ia selalu bergerak. Batin seperti itu sama sekali tak sadar akan kegiatannya sendiri, dalam arti tidak ada pelestarian suatu diri, sang ‘aku’, yang berupaya untuk mencapai suatu tujuan.