jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE




TENTANG PENDIDIKAN

11. TENTANG PENGETAHUAN DAN INTELIGENSI (INTELLIGENCE)
(Perihal Pendidikan - Bab III)


Anda berada di sini untuk mengumpulkan pengetahuan — ilmu sejarah, hayat, bahasa, matematika, alam, bumi dan sebagainya. Selain pengetahuan yang anda peroleh di sini, terdapat pengetahuan kolektif, pengetahuan dari rumpun bangsa, dari nenek moyang anda, dari generasi-generasi anda yang lampau. Mereka semua memiliki banyak pengalaman, banyak hal terjadi pada mereka, dan pengalaman kolektif mereka menjadi pengetahuan. Lalu terdapatlah pengetahuan dari pengalaman-pengalaman anda sendiri, reaksi-reaksi, kesan-kesan anda sendiri, tendensi- tendensi dan kecenderungan-cenderungan anda sendiri, yang telah mengambil bentuk-bentuknya sendiri yang khusus. Maka terdapatlah pengetahuan ilmiah, ilmu hayat, matematika, ilmu alam, ilmu bumi, sejarah; terdapat pula pengetahuan kolektif dari masa lampau yang merupakan tradisi dari kelompok, rumpun bangsa; lalu terdapat pengetahuan pribadi yang telah anda alarni sendiri. Terdapatlah ketiga jenis pengetahuan ini — ilmiah, kolektif, pribadi. Apakah mereka bersama-sama rnenghasilkan inteligensi?

Sekarang, apakah pengetahuan itu? Apakah pengetahuan berhubungan dengan inteligensi? Inteligensi rnenggunakan pengetahuan, inteligensi yaitu kemampuan untuk berpikir secara jernih, obyektif, waras, sehat. Inteligensi adalah keadaan yang didalamnya tidak terlibat emosi pribadi, pendapat, prasangka atau kecenderungan pribadi. Inteligensi adalah kemampuan memahami secara langsung. Saya kuatir soal ini agak sulit, tapi ini penting, baik buat anda untuk melatih otak anda. Maka terdapatlah pengetahuan, yaitu masa lampau yang terus menerus ditambah, dan terdapat inteligensi. Inteligensi adalah sifat batin yang sangat peka, sangat waspada, sangat sadar. Inteligensi tidak berpegang pada sesuatu penilaian tertentu, tapi mampu berpikir dengan jernih dan obyektif sekali. Inteligensi tidak melibatkan diri. Apakah anda mengikut hal ini? Sekarang, bagaimana inteligensi ini dipupuk? Apakah kemampuan dari inteligensi ini? Anda tinggal di sini, dididik dalam berbagai mata-pelajaran, dalam berbagai cabang pengetahuan. Apakah anda juga dididik demikian rupa agar inteligensi timbul pada saat yang lama? Apakah anda melihat maksudnya? Anda mungkin memiliki pengetahuan yang sangat baik dalam maternatika atau teknologi. Anda mungkin rnengambil suatu gelar, masuk perguruan tinggi dan menjadi insinyur kelas satu. Tetapi pada saat yang sarna apakah anda menjadi peka, waspada? Adakah anda berpikir secara obyektif, jernih, dengan kecerdasan, pengertian? Adakah keselarasan antara pengetahuan dan kecerdasan, suatu keseimbangan diatara keduanya? Anda tidak bisa berpikir jernih apabila anda berprasangka, jika anda rnempunyai pendapat-pendapat. Anda tidak bisa berpikir jernih apabila anda tidak peka; peka terhadap alam, peka terhadap segala sesuatu yang terjadi disekitarmu, peka bukan saja terhadap apa yang terjadi diluar dirimu melainkan juga di dalarn dirimu. Jika anda tidak peka, jika anda tidak menyadari, anda tidak bisa berpikir jernih. Inteligensi mengandung arti bahwa anda melihat keindahan bumi, keindahan pohon-pohon, keindahan langit, indahnya matahari terbenam, bintang-bintang serta keindahan dari kehalusan.

Nah, apakah inteligensi ini anda kumpulkan dalam sekolah ini? Adakah anda mengumpulkannya ataukah hanya mengumpulkan pengetahuan melalui buku-buku? Jika anda tak punya inteligensi, tak punya kepekaan, maka pengetahuan bisa menjadi sangat berbahaya. la dapat digunakan untuk tujuan-tujuan yang merusak. Inilah yang tengah dikerjakan oleh seluruh dunia. Adakah anda rnemiliki inteligensi untuk bertanya, mencoba menemukan? Apakah yang dilakukan oleh para guru dan anda, untuk menirnbulkan sifat inteligensi ini, yang melihat keindahan bumi ini, kekotoran, kejorokan, dan juga sadar akan kejadian-kejadian didalam batin, bagaimana kita berpikir, bagairnana kita mengamati kehalusan pikiran? Apakah anda melakukan semua ini? Kalau tidak, apakah gunanya anda dididik?

Sekarang, apakah peranan seorang pendidik? Apakah hanya untuk memberimu keterangan, pengetahuan, ataukah untuk menirnbulkan inteligensi dalam diri anda? Seandainya saya seorang guru disini, tahukah anda apa yang akan saya lakukan? Pertama-tama, saya ingin agar anda bertanya tentang segala sesuatu kepada saya — bukan tentang pengetahuan, hal itu sangat mudah, melainkan bertanya tentang bagaimana rnelihat, bagaimana melihat bukit-bukit ini, melihat pohon asam itu, bagaimana mendengarkan burung-burung itu, bagaimana menyusuri sebatang sungai. Saya akan membantu anda untuk melihat bumi dan alam yang menakjubkan, keindahan daratan ini, merahnya tanah. Lalu saya akan berkata, lihatlah petani-petani, orang-orang desa itu. Lihatlah mereka, jangan mengecam, lihatlah saja kejorokannya, kemiskinannya, bukan seperti anda melihat mereka sekarang, samasekali tak acuh. Itu ada gubuk-gubuk, pernahkah anda kesana? Pernahkah para guru pergi kesana dan melihat gubuk-gubuk itu, dan kalau mereka pernah, apakah yang mereka lakukan? Maka saya akan membuat anda melihat, yaitu membuat anda peka, dan anda tidak bisa peka jika anda tak menaruh perhatian, tak acuh terhadap segala sesuatu yang terjadi disekitarmu. Lalu saya akan berkata, "Untuk menjadi cerdas anda harus tahu apa yang sedang anda kerjakan, cara anda berjalan, cara anda bicara, cara anda makan". Mengertikah anda? Saya akan bicara dengan anda tentang makanan anda. Saya akan berkata, "Lihat, bicarakan, jangan takut bertanya apapun, temukan, belajarlah," dan dalam kelas saya akan membahas suatu hal bersama anda, bagaimana membaca, bagaimana belajar, apa artinya menaruh perhatian. Jika anda berkata anda ingin melihat keluar jendela, saya akan berkata lihatlah keluar jendela, lihatlah segala sesuatu yang ingin kau lihat di luar jendela, dan setelah anda melihatnya, lihatlah buku anda dengan perhatian dan kesenangan yang sama pula. Lalu saya akan berkata, "Melalui buku-buku melalui diskusi-diskusi saya telah mernbantu anda untuk menjadi inteligent; marilah saya bantu anda untuk menemukan bagaimana caranya untuk hidup didunia ini secara waras, sehat, bukan setengah tidur". Itulah peranan seorang guru, seorang pendidik, bukan hanya sekedar memberimu sejumlah tanggal-tanggal, pengetahuan, melainkan untuk menunjukkan kepada anda seluruh bentangan kehidupan, keindahannya, keburukannya, kegembiraannya, suka citanya, ketakutannya, kesakitannya. Sehingga jika kelak anda meninggalkan tempat ini; anda menjadi manusia yang hebat yang dapat menggunakan inteligensimu dalam hidup, bukan menjadi manusia yang tak berpikir, destruktif, tak berperasaan.

Sekarang anda telah mendengarkan; para guru, kepala sekolah dan para siswa, anda semua telah mendengarkan. Apa yang akan anda lakukan untuk itu? Anda tahu semua itu adalah tanggung jawab anda juga, sebagai siswa, sebagaimana pula tanggung jawab para guru. Adalah tanggung jawab para siswa untuk mendesak bertanya, tidak hanya berkata "saya akan duduk, ajarilah saya". Itu berarti bahwa anda harus luar biasa intelligent, peka, hidup, tak berprasangka. Adalah juga penting bagi para guru untuk mengusahakan agar anda menjadi intelligent sehingga apabila anda meninggalkan Rishi Valley kelak anda akan pergi dengan seulas senyurn, dengan kemegahan dalam hati, sehingga anda menjadi peka, siap untuk menangis, untuk tertawa.

Siswa: Jika anda sangat peka; menurut pendapat anda tidakkah anda cenderung untuk menjadi emosionil?

Krishnamurti: Apa salahnya emosionil? Apabila saya melihat orang-orang kecil itu hidup dalam kemiskinan, perasaan saya meluap. Salahkah itu? Tidak ada salahnya mengalami emosi jika anda melihat kejorokan, kekotoran, kemiskinan disekitar anda. Tetapi perasaan anda juga meluap jika ada orang mengatakan sesuatu yang buruk tentang diri anda. Jika ini terjadi, apakah yang akan anda lakukan? Karena emosi anda apakah anda akan memukulnya kembali? Atau oleh karena anda peka, emosionil, apakah anda rnenyadari apa yang akan anda lakukan? Jika terdapat selang-waktu sebelum anda menanggapi dan anda mengamati, peka terhadapnya, maka dalam selang-waktu itu rnasuklah inteligensi. Biarkanlah selang-waktu ada; di dalamnya mulailah memperhatikan. Jika anda luarbiasa sadar akan masalahnya, terdapatlah tindakan yang seketika, dan tindakan seketika itu adalah tindakan yang benar dari inteligensi.

Siswa: Mengapa kita dibeban pengaruhi?

Krishnamurti: Menurut pikiran anda mengapa kita dibeban pengaruhi? Mudah sekali. Anda telah mengajukan pertanyaan itu. Sekarang, latihlah otakmu. Temukan mengapa anda dibeban pengaruhi. Anda dilahirkan di negeri ini, anda hidup dalam suatu lingkungan, dalam suatu kebudayaan, anda tumbuh menjadi seorang anak muda, lalu apa yang terjadi? Perhatikan bayi-bayi di sekitarmu. Perhatikan para ibu, para ayah, jika mereka orang Hindu atau Muslim atau Komunis atau Kapitalis; mereka berkata kepada si anak, "berbuatlah begini, berbuatlah begitu". Si anak melihat nenek pergi ke kuil, melakukan upacara-upacara, dan si anak berangsur-angsur menerirna semuanya itu. Atau orang tua mungkin berkata, "Saya tidak percaya upacara-upacara," dan si anak juga menerimanya. Fakta yang sederhana ialah bahwa batin, otak, si anak seperti adonan semen atau tanah liat, dan pada adonan itu dibuat cetakan-cetakan, seperti alur-alur pada piringan hitam. Segala sesuatu dicatat. Maka didalam diri si anak segala sesuatu dicatat secara sadar atau tidak sadar, sampai ber-angsur-angsur ia menjadi seorang Hindu, Muslim, Katolik atau orang yang tak mau percaya. Lalu ia membuat pembagian-pembagian — sebagai kepercayaanku, kepercayaanrnu, Tuhanku, Tuhanmu, negeriku, negerimu. Anda dibeban pengaruhi untuk mengerahkan daya upaya yang hebat; anda harus berdaya upaya untuk belajar, untuk lulus ujian, anda harus berdaya upaya untuk menjadi baik.

Maka masalahnya ialah bagaimana batin yang di beban-pengaruhi ini melepaskan ikatannya sendiri, keluar dari beban pengaruhnya sendiri? Apa usul anda untuk keluar padanya? Nah, kerahkanlah inteligensimu untuk menemukan. Jangan mengikuti orang lain yang berkata, "lakukanlah ini dan anda akan bebas dari beban pengaruh anda"; temukanlah bagaimana anda akan membebaskan diri dari beban-pengaruh. Mari jawablah saya, katakan, bahaslah dengan saya.

Siswa: Dapatkah anda katakan bagaimana untuk membebaskan diri dari beban pengaruh?

Krishnamurti: Untuk masuk dalam perangkap beban pengaruh yang lain, bukankah begitu? Pertama-tama, tahu kah anda bahwa anda dibeban-pengaruhi? Bagaimana anda tahu? Apakah hanya seseorang berkata kepada anda bahwa anda dibeban-pengaruhi lalu anda tahu?

Apakah anda melihat bedanya? Yaitu ada orang berkata kepada anda bahwa anda lapar, itu suatu hal; dan mengetahui sendiri bahwa anda lapar adalah berbeda sama sekali. Kedua pernyataan ini berbeda bukan? Secara itu pula, apakah anda mengetahuinya sendiri tanpa orang lain berkata kepada anda bahwa anda di beban pengaruhi, sebagai seorang Hindu, seorang Muslim? Tahu sendirikah anda?

Sekarang saya akan mengajukan sebuah pertanyaan dan melihat apakah ada suatu jarak sebelum anda menjawabnya. Baik? Sekarang amatilah, berpikirlah dengan jernih sekali, tanpa emosi, tanpa prasangka apapun. Pertanyaanku adalah menyadarikah anda bahwa anda dibeban pengaruhi tanpa diberitahu? Apakah anda menyadari? Itu tidaklah terlalu sukar?

Tahukah anda apa artinya menyadari? Jika terdapat rasa nyeri pada ibu-jari, anda menyadari ada rasa nyeri, tak seorangpun berkata kepada anda bahwa ada rasa nyeri. Anda mengetahuinya. Nah, secara demikian pula tahukah anda bahwa anda dibeban pengaruhi, untuk berpikir bahwa anda seorang Hindu, bahwa anda percaya ini, bahwa anda tidak percaya itu, bahwa anda harus pergi ke kuil, bahwa anda tidak usah pergi kekuil? Apakah anda menyadari hal itu?
Siswa: Ya.

Krishnamurti: Anda menyadarinya? Nah, karena anda menyadari bahwa anda dibeban pengaruhi, lalu bagaimana selanjutnya.

Siswa: Lalu saya melihat apakah saya ingin bebas dari beban pengaruh saya.

Krishnamurti: Anda dibeban pengaruhi dan anda menjadi sadar, lalu apa yang terjadi? Lalu saya bertanya, apa salahnya dibeban pengaruhi? Sekarang saya di beban pengaruhi sebagai seorang Muslim, dan anda di beban pengaruhi sebagai seorang Hindu, benar? Apa yang terjadi? Kita mungkin tinggal di jalan yang sama, tapi karena beban pengaruh saya, kepercayaan saya, dogma saya, dan anda dengan kepercayaan anda, dogma anda, sekalipun mungkin kita bertemu di jalan yang, sama, kita terpisah bukan? Maka dimana terdapat keterpisahan disitu mesti ada konfik. Dirnana terdapat pembagian politis, ekonomis, sosial atau nasionalistis, disitu mesti terdapat konflik. Maka beban pengaruh adalah penyebab dari pembagian. Oleh karena itu, untuk dapat hidup damai didunia ini, marilah kita bebas dari beban pengaruh tak lagi sebagai Muslim atau Hindu. Inilah faktor dari inteligensi menyadari bahwa kita di beban pengaruhi, lalu melihat akibat beban pengaruh itu di dunia, pembagian-pembagian, nasionalistis, bahasa, dan sebagainya; dan melihat dimana terdapat pembagian disitu terdapat konflik. Jika anda melihat ini, jika anda menyadari bahwa anda dibeban pengaruhi itulah kerja dari inteligensi. Cukuplah untuk hari ini. Apakah anda mau bertanya lagi?

Siswa: Bagaimana kita bisa bebas dari prasangka?

Krishnamurti: Jika anda berkata, "bagaimana", apa yang anda maksud dengan kata itu? Bagaimana saya harus bangun dari tempat ini? Yang harus saya lakukan cuma bangun berdiri. Saya tak pernah bertanya bagaimana saya harus berdiri. Gunakanlah inteligensimu. Jangan berprasangka. Pertama-tama sadarilah bahwa anda berprasangka. Jangan mau diberitahu orang lain bahwa anda berprasangka. Mereka sendiri berprasangka, jadi jangan pedulikan apa kata orang lain tentang prasangka-prasangka anda. Pertama-tama sadarilah bahwa anda berprasangka. Anda melihat apa akibat prasangka — manusia terpecah-pecah. Oleh karena itu anda melihat bahwa harus ada tindakan yang inteligent, yaitu bahwa batin harus mampu bebas dari prasangka, bukan menanya "bagaimana" yang berarti suatu sistim, suatu metoda. Temukanlah apakah batin anda bisa bebas dari prasangka. Lihatlah apa yang terlibat di dalamnya. Mengapa anda berprasangka? Oleh karena sebagian dari beban pengaruh anda adalah untuk berprasangka dan didalam prasangka terdapat rasa nyaman yang besar, terdapat kesenangan yang besar. Jadi pertama-tama sadarilah; menyadari keindahan tanah ini, menyadari pohon-pohon, warna, bayangan, kedalaman cahaya, dan keindahan pohon-pohon yang bergerak itu, dan perhatikan burung-burung itu, sadari segala sesuatu yang ada disekitarmu; lalu berangsur-angsur masuklah kedalam, temukan, sadari dirimu sendiri; menyadari bagaimana anda bereaksi dalam hubungan dengan teman-temanrnu — semua itu menghasilkan inteligensi. Cukupkah itu untuk pagi ini? Kini kita akan melakukan sesuatu yang lain.

Pertama-tama duduklah diam sekali, secara nyaman, duduk dengan tenang sekali, lemaskan badan, hendak kuperhatikan kepada anda. Sekarang pandanglah pohon-pohon itu, bukit-bukit itu, bentuk dari bukit-bukit itu, pandanglah mereka, pandanglah sifat warnanya, perhatikan mereka. Jangan dengarkan saya. Perhatikan dan lihatlah pohon-pohon itu, pohon yang rnenguning, pohon asam, kernudian pandanglah semak bougainvillea itu. Pandanglah bukan dengan batinmu tetapi dengan matamu. Setelah melihat semua warna-warni itu, bentuk tanah, bukit-bukit, batu batu, bayangan, lalu bergerak dari luar ke dalam dan tutup matamu, tutup matamu sama sekali. Anda telali selesai melihat hal-hal diluar, dan sekarang dengan mata tertutup anda bisa melihat apa yang terjadi di dalam, Perhatikan apa yang terjadi didalam diri anda, jangan berpikir, perhatikan saja, jangan gerakkan biji matamu, jagalah supaya biji matarnu diam sama-sekali, karena sekarang tidak ada apa-apa yang perlu dilihat, anda telah melihat segala sesuatu disekitarmu, sekarang anda melihat apa yang terjadi didalam batinmu, anda harus tenang sekali didalam. Dan kalau ini anda lakukan tahukah anda apa yang terjadi dengan anda? Anda rnenjadi sangat peka, anda menjadi sangat waspada terhadap hal-hal diluar dan didalarn. Lalu anda menemukan bahwa yang diluar adalah yang didalam, lalu anda menemukan bahwa si pengamat adalah yang diamati.


KEMBALI KE TENTANG PENDIDIKAN