jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE




TENTANG PENDIDIKAN

1. TENTANG PENDIDIKAN
(Perihal Pendidikan - Bab I)

Anda tahu, anda hidup didalam salah satu lembah paling indah yang pernah saya lihat. Lembah ini punya suasana yang istimewa. Pernahkah anda rnemperhatikan, terutama diwaktu malarn dan pagi-pagi sekali, suasana keheningan yang meresapi, menembusi lembab ini? Saya yakin disekitar sini terdapat bukit-bukit yang paling tua didunia dan manusia rnasih belum merusaknya; sedang kan kernanapun anda pergi, kekota-kota atau kelain-lain tempat, manusia menghancurkan alam, menebangi pohon-pohon untuk mendirikan lebih banyak rumah, mengotori udara dengan mobil mobil dan industri. Manusia menghancurkan binatang; sekarang ini hanya ada sedikit sekali harimau yang tinggal. Manusia rnenghancurkan segala sesuatu karena makin lama rnakin banyak orang lahir dan mereka harus punya lebih banyak ruang. Berangsur-angsur, manusia menyebarkan kehancuran di seluruh dunia. Dan bilamana orang tiba disebuah lembah seperti ini — dimana hanya ada sedikit orang, di mana alam belurn dirusak, dimana masih terdapat keheningan, ketenangan, keindahan — orang akan sungguh-sungguh kagum. Setiap kali orang datang kernari orang merasakan keanehan tanah ini, tapi mungkin anda sudah terbiasa olehnya. Anda tidak memandang kebukit-bukit itu lagi, anda tidak mendengarkan burung-burung itu lagi dan angin berbisik diantara dedaunan. Dengan demikian anda berangsur-angsur rnenjadi tak acuh.

Pendidikan bukan hanya belajar dari buku-buku, menghafalkan beberapa fakta, melainkan juga belajar bagaimana rnelihat, bagaimana mendengarkan apa yang dikatakan oleh buku-buku, apakah mereka mengatakan sesuatu yang benar atau palsu. Semua itu adalah bagian dari pendidikan. Pendidikan bukan hanya untuk lulus ujian, memperoleh gelar dan pekerjaan, kawin dan menetap, melainkan juga untuk marnpu mendengarkan burung-burung, mernandang langit, melihat keindahan pohon yang luar biasa, dan bentuk dari bukit-bukit, dan rnerasakan bersama mereka, secara langsung sungguh-sungguh bersentuhan dengan. mereka. Makin anda bertarnbah tua, suasana mendengarkan dan rnelihat ini sayang sekali lenyap karena anda punya kecemasan-kecemasan, anda ingin lebih banyak uang, mobil yang lebih harus, lebih banyak atau lebih sedikit anak. Anda menjadi cemburu, ambisius, serakah, iri hati; dengan demikian anda kehilangan rasa keindahan dari bumi ini. Anda tahu apa yang sedang terjadi didunia. Anda tentu mempelajari peristiwa-peristiwa yang rnuktahir. Terdapat peperangan, pemberontakan, bangsa bertentangan dengan bangsa Di negeri inipun terdapat perpecahan, pemisahan, makin banyak orang lahir, kemiskinan, keburukan, dan orang yang tak punya perasaan samasekali. Orang tak peduli apa yang menimpa orang lain selama dirinya sendiri betul-betul aman. Dan anda sedang dididik supaya bisa cocok dengan semua ini.

Tahukah anda bahwa dunia ini sudah gila, bahwa semua ini adalah kegilaan — perkelahian, pertengkaran, penindasan, saling cakar-mencakar ini? Dan anda tumbuh untuk supaya bisa cocok dengan semua ini. Apakah ini benar, apakah ini tujuan pendidikan, bahwa anda rnau atau tidak mau harus mengambil tempat dalam struktur gila yang disebut masyarakat ini ? Dan tahukah anda apa yang sedang terjadi dengan agama-agama diseluruh dunia? juga disini manusia sedang berantakan, tak seorangpun percaya lagi akan sesuatu. Manusia tak rnempunyai keyakinan, dan agarna hanyalah hasil dari propaganda yang luas.

Karena anda masih muda, segar, polos, dapatkah anda memandang semua keindahan bumi ini, memiliki sifat kasih-sayang? Dan dapatkah anda mempertahankanya? Sebab, kalau tidak, bilamana anda tumbuh menjadi dewasa, anda akan menyesuaikan diri, oleh karena cara hidup yang termudah. Bilamana anda tumbuh menjadi dewasa, beberapa orang dari anda akan berontak, tetapi pernberontakan itupun tak akan menjawab persoalannya Sebagian dari anda akan mencoba lari dari masyarakat, tetapi pelarian itu tak ada artinya. Anda harus merubah masyarakat, tetapi bukan dengan membunuhi orang. Masyarakat adalah anda dan saya. Anda dan saya menciptakan masyarakat dimana kita hidup ini. Maka andalah yang harus berubah. Janganlah anda sampai merasa cocok dengan masyarakat yang mengerikan ini. Jadi apakah yang akan anda lakukan?

Dan anda, yang tinggal dilembah yang luar biasa ini, apakah anda kelak akan terlempar kedalam dunia yang penuh perjuangan, kekacauan, perang, kebencian? Apakah anda akan menyesuaikan diri, mengambil tempat, menerima semua nilai-nilai lama? Anda tahu apa nilai-nilai itu — uang, kedudukan, prestise, kekuasaan. Itulah semua yang diingini manusia, dan rnasyarakat ingin agar anda cocok dalam pola nilai-nilai itu. Tetapi jika anda sekarang mulai berpikir, mengamati, belajar, bukan dari buku-buku, melainkan belajar sendiri dengan mengamati, mendengarkan segala sesuatu yang terjadi disekitar anda, anda akan tumbuh menjadi manusia yang berbeda — seorang yang memperhatikan, yang menyayangi, yang mencintai orang lain. Mungkin, jika anda hidup seperti itu, anda akan menemukan kehidupan religius yang sesungguhnya.

Oleh karena itu pandanglah alam ini, pohon asam itu, pohon-pohon mangga yang tengah berbunga, dan dengarlah burung-burung dipagi hari dan menjelang malam. Pandanglah langit yang jernih, bintang-bintang betapa mengagumkan matahari yang terbenam dibalik bukit-bukit itu. Perhatikanlah semua warna warni itu, cahaya pada dedaunan, keindahan tanah ini, bumi yang kaya.. Nah, setelah melihat semua itu dan juga melihat bagaimana dunia ini, dengan segala kekejaman, kekerasan, keburukannya, apakah yang akan anda perbuat?

Tahukah anda apa artinya memperhatikan, menaruh perhatian? Jika anda menaruh perhatian, anda melihat segala sesuatu jauh lebih jelas. Anda mendengar nyanyian burung itu jauh lebih nyata. Anda mernbedakan berbagai suara. Jika anda memandang kepada sebatang pohon dengan perhatian yang mendalam, anda me lihat seluruh keindahan pohon itu Anda melihat daunnya, cabang-cabangnya, anda melihat angin bermain dengan dahan dan daun. Jika anda menaruh perhatian, anda melihat dengan luar biasa jelasnya. Pernahkah anda melakukannya? Perhatian adalah berbeda dengan konsentrasi. Jika anda berkonsentrasi, anda tidak melihat semuanya. Tetapi jika anda menaruh perhatian, anda melihat banyak hal. Sekarang, cobalah perhatikan. Pandanglah pohon itu dan lihatlah bayang-bayangannya, angin yang sepoi-sepoi diantara dedaunannya. Pandanglah bentuk pohon itu Lihatlah ukuran pohon itu dalam hubungan dengan pohon-pohon lainnya. Lihatlah sifat cahaya yang menernbus dedaunannya, cahaya yang jatuh pada cabang-cabang dan batangnya. Lihatlah keseluruhan pohon itu. Lihatlah secara itu, oleh karena saya akan membicarakan sesuatu yang harus anda perhatikan. Perhatian adalah sangat penting, dikelas, atau jika anda berada diluar, ketika anda makan, ketika anda berjalan. Perhatian adalah suatu hal yang luar biasa.

Saya akan bertanya kepada anda. Mengapa anda dididik? Mengertikah anda pertanyaan saya? Orang tua anda mengirim anda kesekolah. Anda mengikuti pelajaran dikelas, anda belajar matematika, anda belajar ilrnu bumi, anda belajar sejarah. Mengapa? Pernahkah anda bertanya mengapa anda ingin dididik, apakah makna dari pendidikan? Apa maknanya anda menempuh ujian dan memperoleh gelar? Apakah untuk kawin, memperoleh pekerjaan dan menetap dalam hidup seperti yang dilakukan oleh jutaan manusia? Itukah yang akan anda lakukan, itukah arti pendidikan? Mengertikah anda apa yang tengah saya bicarakan? Ini adalah masalah yang sungguh-sungguh sangat serius Seluruh dunia kini sedang mempermasalahkan dasar-dasar pendidikan. Kita melihat untuk apa saja pendidikan pernah digunakan. Manusia diseluruh dunia — baik di Russia atau di Tiongkok atau di Amerika atau di Eropa atau di negeri ini — dididik untuk menyesuaikan diri, untuk mengambil tempat dalam masyarakat dan dalam kebudayaan mereka, untuk mengambil tempat dalam arus kegiatan sosial dan ekonomi, untuk terhisap dalam arus yang maha besar yang telah mengalir ribuan tahun. Itukah pendidikan, ataukah pendidikan itu sesuatu yang samasekali lain? Dapatkah pendidikan menjaga agar batin manusia tidak tertarik kedalam arus yang maha besar ini dan dengan demikian dihancurkan; menjaga agar batin tak akan terhisap ke dalam arus itu; sehingga dengan batin yang demikian anda bisa menjadi manusia yang samasekali lain dengan sifat yang lain menghadapi hidup? Apakah anda akan dididik secara itu? Ataukah anda akan membiarkan orang tua anda, masyarakat, mendikte anda sehingga anda menjadi bagian dari arus masyarakat? Pendidikan yang sejati berarti bahwa batin manusia, batin anda, bukan saja rnampu untuk rnenjadi pandai dalam rnatematika, ilmu bumi dan sejarah, melainkan juga tak akan pernah, dalam keadaan apapun juga, tertarik ke dalam arus masyarakat. Oieh karena arus yang kita sebut kehidupan itu sangat korup, immoral, penuh kekerasan, serakah. Arus itu adalah kebudayaan kita. Maka, masalahnya ialah bagaimana melaksanakan pendidikan yang benar sehingga batin dapat menahan segala godaan, segala pengaruh, kebinatangan dari peradaban dan kebudayaan ini. Kita telah sarnpai pada satu titik dalam sejarah dimana kita harus menciptakan suatu kebudayaan yang baru, kehidupan yang samasekali lain, tidak berdasar pada konsumsi barang-barang dan industrialisasi, melainkan suatu kebudayaan yang berdasar pada sifat religius yang sejati. Nah, bagaimanakah kita menimbulkan melalui pendidikan yang benar, suatu batin yang samasekali lain, suatu batin yang tidak serakah, tidak dengki? Bagairnana kita menciptakan suatu batin yang tidak ambisius, yang luar biasa aktif dan efisien; yang memiliki penglihatan yang sejati terhadap apa yang benar dalam hidup sehari-hari, yang justru itulah agama.

Nah, marilah kita menyelidiki apa arti dan maksud sebenarnya dari pendidikan. Dapatkan batin anda, yang telah dibeban-pengaruhi oleh masyarakat, oleh kebudayaan dimana anda hidup, dirubah melalui pendidikan sehingga anda tak akan pernah dalam keadaan apapun juga memasuki arus masyarakat? Mungkinkah untuk mendidik anda secara lain? "Mendidik" dalarn arti kata yang sebenarnya; bukan menyampaikan dari guru kepada siswa beberapa keterangan mengenai maternatika atau sejarah atau melainkan justru di dalam penyampaian mata pelajaran-pelajaran ini melaksanakan perubahan dalarn batin anda. Yang berarti bahwa anda harus menjadi luar biasa kritis. Anda harus belajar untuk tidak pernah menerima apapun juga yang tidak anda lihat sendiri dengan jelas, tidak pernah mengulangi apa yang dikatakan orang lain.

Saya rasa anda harus menanyakan masalah-masalah ini kepada diri sendiri, bukan sekali-kali, melainkan setiap hari. Temukanlah. Dengarkanlah segala sesuatu, burung-burung itu, sapi yang melenguh itu. Pelajarilah segala sesuatu dalam dirimu sendiri, oleh karena jika anda belajar sendiri dari diri sendiri, maka anda tak akan menjadi manusia pengulang kata orang. Maka, kalau boleh saya anjurkan, dari sekarang anda harus menernukan bagaimana untuk hidup secara lain samasekali, dan itu akan sukar, oleh karena saya kuatir sebagian besar dari kita ingin mendapatkan suatu cara hidup yang mudah. Kita suka mengulangi dan mengikuti apa yang dikatakan orang lain, apa yang dikerjakan oleh karena itulah cara hidup yang paling mudah — menyesuaikan diri dengan pola yang lama atau pola yang baru. Kita harus menemukan apa artinya tidak pernah menyesuaikan diri dan apa artinya hidup tanpa rasa-takut. Ini adalah hidup anda sendiri, dan tak seorangpun akan mengajar anda, tiada buku, tiada guru apapun juga. Anda harus belajar dari diri anda sendiri, bukan dari buku-buku. Banyak sekali yang bisa dipelajari tentang diri sendiri. Hal itu tidak ada akhirnya, ia adalah sesuatu yang mengagumkan, dan jika anda belajar tentang diri sendiri dari diri sendiri, dari situ timbullah kebijaksanaan. Lalu anda bisa hidup secara luar biasa, bahagia, indah. Bukan? Nah, apakah anda akan bertanya?

Siswa: Dunia ini penuh dengan manusia yang berhati batu, manusia yang tak acuh, manusia yang kejam; dan bagaimanakah anda bisa merubah orang-orang seperti itu?

Krishnamurti: Dunia ini penuh dengan manusia berhati batu, manusia yang tak acuh, manusia yang kejam, dan bagaimanakah anda bisa merubah orang-orang seperti itu? Itukah? Mengapa anda pusing tentang merubah orang lain? Rubahlah dirimu sendiri. Kalau tidak, jika anda menjadi dewasa nanti, anda juga akan berhati batu. Anda juga akan menjadi tak acuh. Anda juga akan menjadi kejam. Generasi yang lampau akan lenyap, mereka pergi, dan anda datang, dan jika ternyata anda juga berhati batu, tak acuh, kejam, anda juga akan mem bangun masyarakat yang sama. Yang penting ialah anda yang berubah, anda tidak berhati batu, anda bukan tak acuh. Jika anda berkata semua ini adalah masalah generasi tua, pernahkah anda melihat mereka, pernahkah anda memperhatikan mereka, pernahkah anda bersimpati dengan mereka? Jika dernikian, anda akan berbuat sesuatu. Rubahlah dirirnu dan ujilah dengan tindakan. Tindakan yang demikian adalah sesuatu yang paling luar biasa Tetapi kita ingin merubah semua orang dan bukan diri kita sendiri, yang sesungguhnya berarti, kita tidak ingin berubah, kita ingin orang lain berubah, sehingga dengan begitu kita tetap berhati batu, tak acuh, kejam, mengharap lingkungan akan berubah sehingga kita bisa terus dengan cara kita sendiri. Mengertikah anda apa yang saya bicarakan?

Siswa: Anda minta kita berubah, kita berubah menjadi apa?

Krishnamurti: Anda minta kita berubah, kita berubah rnenjadi apa? Kita tidak bisa berubah menjadi seekor kera; mungkin anda ingin, tapi itu tidak bisa. Sekarang, jika anda berkata, "Aku ingin berubah menjadi sesuatu" — dengarkan baik-baik — jika anda berkata kepada diri sendiri, "Aku harus berubah, aku harus merubah diriku menjadi sesuatu", "menjadi sesuatu" itu adalah suatu pola yang anda ciptakan, bukan? Apakah anda melihatnya? Lihat, anda keras atau serakah dan anda ingin merubah diri anda rnenjadi orang yang tidak serakah. Ingin tidak serakah adalah suatu bentuk keserakahan juga, bukan? Anda lihatkah itu? Tapi jika anda berkata "Aku serakah, aku ingin menemukan apa artinya itu, mengapa aku serakah, apa yang terkandung didalamya" maka apabila anda memahami keserakahan itu, anda akan bebas dari keserakahan. Mengertikah anda apa yang saya bicarakan?

Mari saya jelaskan. Aku serakah, dan aku berusaha, berjuang, mengerahkan daya-upaya luar biasa untuk tidak serakah. Aku telah mempunyai sebuah ide, gambaran, bayangan tentang apa artinya tidak serakah. Maka aku menyesuaikan diri dengan ide yang kuanggap sebagai ketidak-serakahan. Mengertikah anda? Sedangkan jika saya melihat kepada keserakahanku, jika aku memahami mengapa aku serakah, seluk-beluk keserakahanku, struktur keserakahanku, maka, apabila aku mulai memahami semua itu, aku bebas dari keserakahan. Oleh karena itu, bebas dari keserakahan adalah sama sekali berlainan dengan mencoba untuk tidak serakah. Anda lihatkah perbedaannya? Bebas dari keserakahan adalah samasekali berlainan dengan berkata, "Aku harus jadi orang besar, oleh karena itu aku tidak boleh serakah". Mengertikah anda?

Kemarin saya merenung, bahwa saya telah datang kelembah ini, bolak-balik, selama kira-kira empat puluh tahun. Orang-orang datang dan pergi. Pohon-pohon mati dan pohon-pohon baru tumbuh. Anak-anak yang berlainan datang, menyelesaikan sekolahnya, menjadi insinyur, ibu rurnah tangga, dan lenyap samasekali ditelan massa. Kadang-kadang saya bertemu dengan mereka, dilapangan terbang atau di salah satu pertemuan, orang-orang yang biasa samasekali. Dan jika anda tidak berhati-hati sekali, anda juga akan berakhir seperti itu.

Siswa: Apa maksud anda dengan biasa?

Krishnamurti: Menjadi seperti kebanyakan orang lain, dengan kecemasan mereka, dengan korupsi, kekerasan, kebrutalan, ketakacuhan, hati batu mereka Menginginkan pekerjaan, ingin mempertahankan pekerjaan, tak peduli anda cakap atau tidak, ingin mati dalam pekerjaan itu. Itulah yang dinamakan biasa — tidak memiliki sesuatu yang baru, sesuatu yang segar, tiada kegembiraan hidup, tak pernah ingin tahu tekun, bergairah, tak pernah menyelidiki tapi rnenyesuaikan diri belaka. Itulah yang saya maksud dengan biasa. Hal itu di sebut borjuis. Cara hidup yang seperti mesin, sebuah rutin, kebosanan.

Siswa: Bagaimana supaya kita tidak menjadi biasa?

Krishnamurti: Bagaimana supaya anda tidak menjadi biasa? Jangan menjadi biasa. Anda tak bisa melenyapkannya. Pokoknya jangan menjadi biasa.

Siswa: Bagaimana caranya, pak?

Krishnamurti: Tidak ada caranya. Anda lihat, ini adalah salah satu pertanyaan yang paling merusak: "Tunjukkan bagaimana caranya". Manusia selalu berkata, di seluruh dunia, "Tunjukkan bagaimana caranya". Jika anda melihat seekor ular, seekor kobra berbisa, anda tidak berkata, "tolong katakan bagairnana caranya lari dari ular itu". Anda langsung lari. Secara itu Pula, jika anda melihat bahwa anda adalah biasa, larilah, tinggalkan, bukan besok, tapi seketika itu juga. Kalau anda tidak ingin mengajukan pertanyaan lagi, saya akan mengusulkan sesuatu. Anda tahu, orang sering bicara tentang meditasi, bukan.

Siswa: Ya.

Krishnamurti: Anda tak tahu apa-apa tentang itu. Saya senang sekali. Karena anda tidak tahu apa-apa tentang itu, anda bisa mempelajarinya. Seperti kalau orang tidak mengerti bahasa Perancis, Latin atau Itali. Karena anda tidak tahu, anda bisa belajar, anda bisa belajar se-olah-olah untuk pertama kalinya. Mereka yang sudah tahu apa meditasi itu, harus meniadakan pengetahuannya itu dan kemudian belajar. Anda melihat bedanya? Karena anda tidak tahu apa meditasi itu, marilah kita mempelajarinya. Untuk mempelajari meditasi, anda harus melihat bagaimana batin anda bekerja. Anda harus mengamati, seperti anda mengamati seekor cicak berlalu merayapi dinding. Anda melihat keempat kakinya, bagairnana ia melekat pada dinding itu, dan selagi anda mengamati, anda melihat semua gerakannya. Secara itu pula, amatilah pikiranmu. Jangan memperbaiki. Jangan rnenekan. Jangan berkata, "Semua ini terlalu sukar". Amatilah saja; sekarang, pagi ini.

Pertama duduklah diam samasekali. Duduklah yang enak bersila, samasekali diam, tutup matamu, dan jagalah agar matamu tidak bergerak. Mengertikah anda? Biji matamu cenderung untuk bergerak, jagalah supaya diam samasekali, sekedar untuk main-main. Lalu, selagi anda duduk tenang sekali, temukanlah apa yang sedang diperbuat oleh pikiranmu. Amatilah seperti anda mengamati cicak itu. Amati pikiran, caranya ia lari, suatu pikiran menyusul pikiran yang lain. Dengan begitu anda mulai belajar mengamati.

Adakah anda mengamati pikiran-pikiranmu — bagaimana pikiran yang satu mengejar pikiran yang lain, dan berkatalah pikiran, "Ini pikiran baik, ini pikiran buruk ?” Apabila anda pergi tidur di waktu malam, apabila anda sedang berjalan, amatilah pikiranmu. Amatilah saja pikiranmu, jangan memperbaikinya, dan anda mulai mempelajari permulaan meditasi. Sekarang duduklah diam sekali. Tutuplah matamu dan jagalah agar biji-matamu samasekali tak bergerak. Lalu amatilah pikiranmu sehingga anda belajar. Sekali anda mulai belajar, Belajar itu tidak ada akhirnya. *****

KEMBALI KE TENTANG PENDIDIKAN