jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE




TENTANG PENDIDIKAN

11. TENTANG PEMEKARAN
(Perihal Pendidikan - Bab XI)


Guru: Saya ingin tahu apakah kita dapat mendalami masalah bagaimana mengajukan pertanyaan yang tepat? Pada umumnya kita mengajukan pertanyaan untuk memperoleh jawaban, untuk sampai pada suatu metoda, untuk menemukan alasan dari berbagai hal. Kita bertanya untuk menemukan mengapa kita cemburu, mengapa kita marah. Nah, dapatkah kwalitas bertanya ini dihasilkan dalam diri kita dan dalam diri si anak sehingga hanya terdapat penyelidikan tanpa suatu metoda atau tanpa sekedar mencari sebab musabab? Tidakkah masalah pertanyaan yang tepat menempati kedudukan yang teramat penting dalam pendekatan kita terhadap si anak?

Krishnamurti: Bagaimana kita bertanya. tentang sesuatu ? Kapan kita menanyai dirt kita sendiri, atau menanyai otoritas, atau menanyai sistim pendidikan ? Apa artinya "bertanya"? Saya ingin tahu apakah bukan suatu kesadaran yang kritis terhadap diri sendiri yang tidak ada pada diri kita. Adakah kita sadar akan apa yang tengah kita lakukan, pikirkan, rasakan? Bagaimana kita menggugah atau bertanya, sehingga mendatangkan kesadaran yang kritis ini? Jika kita mendalami soal hal ini, mungkin menolong timbulnya dalam diri si anak suatu, kemampuan mengritik diri sendiri, suatu kesadaran yang kritis. Bagaimana kita mulai? Apakah yang membuat kita bertanya? Pernahkah saya menanyai diri sendiri? Adakah saya melihat betapa sedang-sedang saja diri Saya ? Ataukah saya bertanya kemudian menemukan suatu penjelasan, lalu berjalan terus? Adalah sangat menyedihkan untuk mendapatkan diri kita sedang-sedang saja, dan oleh karena itu kita tidak bertanya, dan kita tidak pernah melangkah mengatasinya.

Marilah kita mengemukakan hal ini secara lain. Sangat sedikit dari kita yang betul-betul hidup. Sebagian kecil dari kita berdenyut, sedangkan sisanya tertidur. Sebagian kecil yang berdenyut itu berangsur-angsur menjadi redup, jatuh dalam kebiasaan-kebiasaan lalu lenyap.

Tahukah kita apa artinya menjadi manusia yang penuh? Faktanya ialah, kita tidak hidup. Masalahnya ialah hidup secara menyeluruh, hidup secara jasmaniah, memiliki kesehatan yang amat baik, tidak makan berlebih-lebihan, peka secara emosionil, rnerasa, kwalitas simpati, dan memiliki batin yang sangat baik. Kalau tidak, kita mati.

Bagaimana anda membangun batin secara keseluruhan? Ini masalah anda. Bagaimana anda mengusahakan agar anda hidup secara penuh di dalam dan di luar, dalam perasaan-perasaan anda, dalam cita rasa anda dalam segala sesuatu? Dan bagaimana anda membangunkan dalam diri siswa perasaan akan hidup yang tak terbagi-bagi ini?

Hanya ada dua jalan untuk melakukannya: mungkin terdapat sesuatu dalam diri anda yang begitu mendesak sehingga rnembakar habis semua kontradiksi; atau anda harus mencari suatu pendekatan yang akan mengamati sepanjang waktu, yang dengan sadar mulai menyelidiki segala sesuatu yang anda lakukan, suatu kesadaran yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan untuk menemukan dalam diri anda sendiri sehingga timbullah suatu kwalitas baru yang menghalau semua noda. Nah, manakah yang anda lakukan sebagai manusia dan juga sebagai guru ?

Guru: Haruskah kita bertanya terus menerus, atau adakah suatu proses bertanya yang memiliki daya dorongnya sendiri?

Krishnamurti: Jika tidak terdapat daya dorong, anda harus mulai dengan hal-hal yang kecil, bukan? Mulailah dengan yang kecil-kecil, jangan yang besar-besar. Mulailah mengamati bagaimana cara anda berpakaian, apa yang anda katakan, bagaimana anda mengamati jalan, tanpa bekerjanya kritik. Dan dengan mengamati, mendengarkan, bagaimana anda akan mencapai yang lain itu, yang merupakan daya dorong, yang mendukung semuanya sendiri?

Terdapat daya dorong yang terhadapnya anda tak perlu menaruh perhatian, tetapi anda tak dapat mencapainya kecuali dengan mengamati hal-hal yang kecil-kecil; namun anda harus menjaga agar anda tidak terperangkap dalam proses mengamati yang terus menerus ini. Mengamati pakaian kita, mengamati langit, namun berada di luarnya, sehingga batin anda bukan hanya mengamati hal-hal yang kecil-kecil, tetapi juga meresapkan masalah masalah yang lebih luas, seperti kemanfatan bagi bumi, dan juga masalah-masalah yang jauh lebih luas, seperti otoritas, seperti keinginan abadi untuk memenuhi, persoalan yang terus menerus apakah kita benar atau salah, serta rasa takut. Jadi, dapatkah batin mengamati hal-hal yang kecil-kecil dan tanpa terperangkap dalam hal-hal yang kecil-kecil dapatkah ia bergerak keluar sehingga ia dapat merekarn masalah-masalah yang jauh lebih besar ?

Guru: Bagaimana keadaan batin, pendekatan, yang di dalamnya terdapat pengamatan yang terus menerus ini, pemahaman akan hal-hal yang kecil-kecil tanpa terperangkap dalam hal-hal yang kecil-kecil itu ?

Krishnamurti: Mengapa anda terperangkap dalam hal-hal yang kecil-kecil? Apakah yang menjadikan anda tawanan dari hal-hal yang kecil-kecil?

Guru: Pendapat-pendapat saya. Namun saya tidak ingin terperangkap dalam hal-hal yang kecil-kecil.

Krishnamurti: Tetapi saya harus menaruh perhatian pada hal-hal yang kecil-kecil. Kebanyakan orang terperangkap di dalamnya pada saat mereka memberikan perhatian. Memberi perhatian namun tak menjadi tawanan dari hal-hal yang kecil-kecil, itulah masalahnya. Nah, apakah yang membuat batin atau otak menjadi tawanan ?

Guru: Kepentingan terhadap apa yang dekat.

Krishnamurti: Apakah maksud anda, tuan ? Apakah anda maksudkan tidak memiliki pandangan yang jauh ? Arida tidak memandang persoalannya.

Guru: Keterikatan saya pada hal-hal yang kecil-kecil.

Krishnamurti: Tidakkah anda menjadi tawanan dari hal-hal yang kecil-kecil?

Guru: Benar. Bagi saya mungkin terdapat perasaan yang dalam yang tak disadari, bahwa saya tengah mempersiapkan diri untuk sesuatu yang besar, suatu illusi seperti itu.

Krishnamurti: Adakah anda sadar bahwa anda menjadi tawanan dari hal-hal yang kecil-kecil ? Periksalah mengapa anda menjadi tawanan. Ambillah fakta bahwa anda adalah tawanan dari hal-hal yang kecil-kecil, dan mungkin dari banyak hal kecil-kecil, bertanyalah mengapa, selamilah, tanyailah, temukan. Jangan memberikan suatu penjelasan lalu pergi bersama penjelasan itu, seperti yang baru saja anda lakukan. Anda harus sungguh-sungguh mengambil satu hal dan memandangnya. Dengan menggarap frustrasi, konflik, perlawanan di dalam diri kita, anda memperbaiki yang di luar. Konflik, psikologis yang di dalam mengungkapkan dirinya keluar dengan menjadikan anda tawanan dari hal-hal yang kecil- kecil, lalu anda mencoba memperbaikinya. Tanpa memahami konflik di dalam, kesengsaraan, maka hidup tak punya arti. Jika anda mendapati bahwa anda mengalami frustrasi, selamilah; dan jika anda telah menyelaminya cukup dalam, hal itu akan memperbaiki amarah, makan yang berlebih-lebihan, berpakaian berlebih-lebihan.

Cara anda menyelidiki frustrasi adalah penting. Bagaimana anda bertanya? Sehingga frustrasi tersingkap, sehingga frustrasi mekar ? Hanya jika pikiran mekar, ia dapat mati secara wajar. Seperti bunga di taman, pikiran harus mekar, ia harus berbuah, lalu mati. Pikiran harus diberi kebebasan untuk dapat mati. Seperti itu pula harus terdapat kebebasan bagi frustrasi untuk berkembang dan mati. Dan pertanyaan yang tepat ialah, mungkinkah terdapat kebebasan bagi frustrasi untuk berkembang dan mati ?

Guru: Apakah yang anda rnaksud dengan berkembang, tuan ?

Krishnamurti: Lihatlah taman itu, bunga-bunga di depan itu. Mereka mekar dan setelah beberapa hari layu dan kering oleh karena hal itu sudah menjadi sifatnya. Nah, frustrasi harus diberi kebebasan sehingga ia dapat mekar. Anda harus memahami sebab musabab frustrasi, tetapi tidak untuk menekannya, tidak untuk berkata, "Aku harus memenuhi. Mengapa saya harus memenuhi? Jika saya seorang pembohong, saya dapat mencoba berhenti berbohong; hal itu yang dilakukan orang pada umumnya. Tetapi dapatkah saya membiarkan kebohongan itu berkembang dan mati? Dapatkah saya menolak mengatakan hal itu benar atau salah, baik atau buruk ? Dapatkah saya melihat apa yang terletak di balik kebohongan itu? Saya hanya dapat menemukan secara spontan mengapa saya berbohong apabila terdapat kebebasan untuk menemukan. Secara itu pula, untuk tidak menjadi tawanan dari hal-hal yang kecil-kecil, dapatkah saya menemukan mengapa saya menjadi tawanan ? Saya ingin fakta itu mekar. Saya ingin ia tumbuh dan berkembang, sehingga ia akan layu dan mati tanpa saya menyentuhnya. Dengan begitu saya tidak lagi menjadi tawanan sekalipun saya mengamati hal-hal yang kecil-kecil.

Pertanyaan anda ialah, "Adakah suatu daya dorong yang terus bergerak, menjaga dirinya tetap bersih, sehat?" Daya dorong itu, nyala yang membakar habis, hanya bisa terdapat apabila ada kebebasan bagi segala sesuatu untuk mekar — yang buruk, yang indah, yang jahat, yang baik dan yang bodoh — sehingga tiada satupun yang ditekan, sehingga tiada satupun yang tidak dibawa ke permukaan dan diperiksa dan terbakar habis. Dan saya tak dapat melakukannya jika melalui hal-hal yang kecil-kecil saya tidak menemukan frustrasi, kesengsaraan, kesedihan, konflik, kebodohan, ketumpulan. Jika saya hanya menemukan frustrasi melalui proses pikiran, saya tidak tahu apa artinya frustrasi. Jadi, dari hal-hal yang kecil-kecil saya beranjak kepada sesuatu yang lebih luas, dan dengan memahami yang lebih luas, hal-hal yang lain itu akan berkembang tanpa campur tangan.

Guru: Saya rasa dapat menangkap sekilas apa yang anda katakan, saya akan menyelidikinya.

Krishnamurti: Anda menyelidikinya selagi saya menyelidikinya. Anda menyelidiki hal-hal kecil anda sendiri yang di dalamnya anda terperangkap.

Guru: Dalam pemekaran konflik harus terdapat kebebasan untuk mekar dan mati. Batin yang kerdil tidak memberi kebebasan itu kepada dirinya. Anda berkata, bahwa konflik yang di dalam harus berkembang dan mati, dan anda berkata juga bahwa pemekaran dan kematian ini terjadi selagi kita menyelidikinya sekarang. Terdapat satu kesukaran, ialah bahwa terasa saya menyorotkan dan melakukan sesuatu pada pemekaran ini, dan hal itu sendiri merupakan hambatan.

Krishnamurti: Itulah pangkal kesulitan sesungguhnya. Lihat, bagi anda pemekaran ini adalah suatu ide. Anda tidak melihat faktanya, gejalanya, sebabnya, dan membiarkan sebab itu untuk mekar sekarang juga. Batin yang kerdil selalu berurusan dengan gejala-gejala, dan tak pernah dengan fakta. Ia tak rnemiliki kebebasan untuk menemukan. Ia melakukan apa yang justru menjadi ciri batin yang kerdil, oleh karena ia berkata, "Ini ide yang baik, saya akan merenungkannya", sehingga dengan demikian ia tersesat oleh karena sekarang ia berurusan dengan buah pikiran, bukan dengan fakta. Ia tidak berkata, "Biarlah ia berkembang, dan mari kita lihat apa yang terjadi". Dengan demikian ia dapat menemukan. Tapi ia berkata, "Itu ide yang baik; saya harus menyelidiki ide itu".

Nah, kita menemukan banyak sekali. Pertama-tama, kita tidak sadar akan hal-hal yang kecil-kecil. Lalu setelah menyadarinya, kita terperangkap di dalamnya dan kita berkata, "Aku harus melakukan ini, aku harus melakukan itu".

Dapatkah saya melihat gejalanya, mendalami sebab-sebabnya, dan membiarkan sebab-sebab itu mekar? Tetapi saya mengingininya mekar ke arah tertentu, yang berarti saya mempunyai pandangan tentang bagaimana ia harus mekar. Nah, dapatkah saya mendalami hal itu? Hal itu menjadi masalah saya yang utama. Dan saya melihat bahwa saya menghalangi sebab-sebab itu mekar oleh karena saya takut bahwa saya tidak akan tahu apa yang akan terjadi bila saya membiarkan frustrasi itu mekar. Maka, adakah saya mendalami mengapa saya takut? Apakah yang saya takut? Saya melihat, selama terdapat rasa takut, tidak mungkin terdapat pemekaran. Jadi saya harus menggarap rasa takut, bukan melalui ide, melainkan menggarapnya, sebagai suatu fakta, yang berarti saya akan membiarkan rasa takut itu mekar. Saya akan membiarkan rasa takut itu berkembang, dan melihat apa yang terjadi. Semua ini membutuhkan banyak penglihatan ke dalam.

Mengijinkan rasa takut mekar — tahukah anda apa artinya itu? Itu mungkin berarti saya mungkin kehilangan pekerjaan saya, dihancurkan oleh isteri saya, suami saya.

Dapatkah saya membiarkan segala sesuatu mekar ? Itu tidak berarti saya akan membunuh, merampok seseorang, tetapi dapatkah saya sekedar membiarkan "apa yang ada" mekar ?

Guru: Dapatkah kita menyelami hal ini, lalu membiarkan suatu hal mekar?

Krishnamurti: Adakah anda sungguh-sungguh melihat fakta itu ? Apa artinya, membiarkan suatu hal mekar, membiarkan rasa cemburu mekar ? Pertama-tama, betapa tidak terhormat, betapa tidak spirituilnya. Bagaimana anda membiarkan cemburu mekar, untuk mencapai suatu hidup yang penuh? Dapatkah anda melakukannya sehingga anda tidak terperangkap di dalamnya? Dapatkah anda membiarkan perasaan itu memiliki gerak hidupnya yang penuh, tanpa rintangan? Yang berarti anda tidak menyamakan diri anda dengan itu, yang berarti anda tidak berkata itu benar atau salah, anda tidak mempunyai suatu pendapat tentang hal tersebut; semua ini merupakan cara-cara untuk menghancurkan cemburu. Tetapi anda tidak bermaksud menghancurkan cemburu. Anda menginginkannya mekar, memperlihatkan seluruh warna-warnanya, bagaimanapun juga bentuknya.

Guru: Hal itu tidak begitu jelas buat saya, tuan.

Krishnarnurti: Pernahkah anda menanam suatu tanaman? Bagaimana anda melakukannya ?

Guru: Menyiapkan tanahnya, rnemberi pupuk ….

Krishnamurti: Memberi pupuk yang tepat, menggunakan benih yang tepat, menanamnya pada saat yang tepat, merawatnya, mencegah terjadi sesuatu terhadapnya. Anda memberinya kebebasan. Mengapa tak anda lakukan hal yang sama terhadap rasa cemburu ?

Guru: Di sini pemekaran tidak terungkap keluar seperti tanaman itu?

Krishnamurti: Ini lebih nyata dari pada tanaman yang anda tanam di luar sana di ladang. Tidak tahukah anda apa cemburu itu ? Pada saat cemburu berlangsung, apakah anda mengatakannya itu khayalan belaka? Anda terbakar olehnya, bukan? Anda marah berang. Mengapa anda tidak mengejarnya, bukan sebagai ide, melainkan sungguh-sungguh, membawanya keluar dan mengusahakan agar ia mekar, sehingga setiap pemekaran merupakan pemusnahannya sendiri, dan oleh karena itu tidak terdapat "anda" yang mengamati pemusnahan itu pada akhirnya. Di dalamnya terdapat kreasi yang sejati.

Guru: Apabila bunga berkembang, ia menampilkan dirinya. Tuan, apakah sesungguhnya maksud anda, ketika anda berkata, jika cemburu berkembang ia akan memusnahkan dirinya sendiri?

Krishnamurti: Ambillah sebuab kuncup, kuncup yang sungguh-sungguh dari semak-sernak. Jika anda memotongnya, ia tak akan mekar, ia akan cepat mati. Jika anda membiarkannya berkembang, ia akan menampakkan warnanya, kelembutannya, tepung sarinya, segala sesuatunya. Ia memperlihatkan dirinya yang sesungguhnya tanpa anda diberitahu ia merah, ia biru, ia punya tepung sari. Ia ada di situ untuk anda lihat. Secara itu pula, jika anda membiarkan rasa cemburu berkembang, maka ia akan memperlihatkan kepada anda segala sesuatu tentang dirinya yang sesungguhnya — yang adalah iri hati, kelekatan. Jadi dengan membiarkan cemburu berkembang, ia telah memperlihatkan kepada anda semua warna-warnanya, dan ia telah memperlihatkan kepada anda apa yang ada di balik rasa cemburu, yang tak pernah akan anda temukan jika anda tak membiarkannya mekar.

Mengatakan bahwa cemburu adalah sebab dari kelekatan hanyalah sekedar pengungkapan dengan kata-kata saja. Tetapi dengan sungguh-sungguh membiarkan cemburu mekar, fakta bahwa anda melekat pada sesuatu menjadi suatu kenyataan, suatu fakta emosionil, bukan suatu ide intelektuil, kata-kata, sehingga dengan demikian setiap pemekaran mengungkapkan apa yang selama ini tak mungkin anda ternukan; dan selagi setiap fakta mengungkapkan dirinya, ia mekar dan anda menggarapnya. Anda membiarkan fakta itu mekar dan ia membuka pintu-pintu lain, sampai tiada lagi pemekaran macam apa pun sama sekali, dan oleh karena itu tiada sebab atau motif macam apapun juga.

Guru: Analisa psikologis akan membantu saya menemukan sebab-sebab rasa cemburu. Antara analisa dan pemekaran di mana sekuntum bunga mengungkapkan dirinya, apakah terdapat suatu perbedaan yang vital?

Krishnamurti: Yang satu adalah proses intelektuil, si pengamat menggarap hal yang diamati, yang merupakan analisa, yang merupakan perbaikan, mengubah dan menambah. Yang lain adalah fakta tanpa si pengamat, ini adalah fakta itu sendiri.

Guru: Apa yang anda katakan adalah sama sekali di luar kata-kata. Tidak terdapat hubungan antara si pengamat dan yang diamati.

Krishnamurti: Sekali anda memiliki perasaan bahwa segala sesuatu dalam diri anda harus mekar, yang merupakan suatu keadaan yang sangat berbahaya, jika anda memahami hal ini, bahwa segala sesuatu harus mekar dalam diri anda, yang merupakan hal yang mengagumkan, di situlah terdapat kebebasan yang sejati. Maka selagi setiap hal berkembang, tidak terdapat si pengamat rnaupun yang diamati; oleh karena itu tidak terdapat kontradiksi. Dengan demikian segala hal mekar dalam diri anda dan mati.

Guru: Mengapa saya harus membiarkannya mekar jika saya dapat mematahkannya selagi masih kuncup?

Krishnamurti: Apakah yang akan terjadi dengan bunga itu jika anda mematikan kuncupnya ? Jika anda mematikan kuncupnya, ia tak akan mekar lagi. Secara itu pula anda berkata, "Saya harus membunuh rasa cemburu atau rasa takut", tetapi mustahil untuk membunuh rasa cemburu dan rasa takut. Anda dapat menekannya, mengubahnya, mempersembahkannya kepada suatu tuhan, tetapi ia akan tetap ada. Tetapi jika anda sungguh-sunguh memaharni fakta yang pokok ini, yaitu membiarkan segala sesuatu mekar tanpa campur tangan, hal itu akan merupakan suatu revolusi.

Guru: Rasa cemburu adalah suatu hal yang rumit.

Krishnamurti: Biarlah ia mekar. Rasa cemburu, dengan berkembang, memperlihatkan kerumitannya. Dan dengan memaharni kerumitannya, dengan mengamati kerumitannya, ia mengungkapkan faktor-faktor lain, dan biarkan mereka mekar, sehingga segala sesuatu mekar dalam diri anda; tiada suatupun yang diingkari, tiada suatupun yang ditekan, tiada suatupun yang dikendalikan. Itu adalah pendidikan yang luar biasa, bukan ?

Guru: Terdapat makna yang besar dalam apa yang anda katakan. Tetapi apakah hal itu mungkin?

Krishnamurti: Hal itu mungkin, kalau tidak tak ada gunanya mengatakannya. Jika anda melihat hal itu, bagaimana anda membantu siswa untuk mekar ? Bagaimana anda membantu dia untuk mengerti?

Guru: Saya akan mulai dengan diri saya sendiri. Dengan cara pendekatan psikologis tertentu saya dapat melihat sebab-sebabnya. Apa yang anda katakan ialah bahwa dengan berkembang, masalahnya memperlihatkan dirinya. Terdapat perbedaan yang besar antara keduanya. Tetapi meskipun saya melihat sekilas hal itu, sulit untuk menyampaikannya kepada siswa.

Krishnamurti: Ini adalah komunikasi tanpa kata-kata yang telah saya sampaikan kepada anda dengan kata-kata. Bagaimana saya sarnpai pada pemekaran pikiran yang berlangsung di dalam perhubungan ?

Guru: Sebelum kita dapat meneliti ke dalam pemekaran ini, atau bahkan ke dalam ruang di mana pemeran dapat berlangsung, terdapat suatu kwalitas keseimbangan yang harus ditegakkan lebih dulu untuk dapat mernbiarkan sesuatu mekar dalam diri saya.

Krishnamurti: Saya tidak melihatnya demikian. Saya tidak yakin anda dapat melakukannya secara itu. Ambillah ide tentang rasa cemburu. Saya berkata buatlah ia berkernbang. Tapi anda tidak mau membiarkannya berkembang.

Guru: Bila saya berurusan dengan seorang anak, bukankah faktor yang pertama adalah bangunnya kwalitas penglihatan ini, yang merupakan keseimbangan ?

Krishnamurti: Akan saya katakan kepada anda apa itu. Jika anda mendengarkan, sungguh-sungguh mendengarkan, pemekaran itu akan betul-betul terjadi. Jika anda mendengarkan, mengamati, memahami, segera setelah mendengarkan, ia berlangsung, dan jika ia telah berlangsung, maka yang lam-lain menjadi sangat sederhana bagi si anak. Anda akan menemukan cara-cara yang berbeda untuk mengamati si anak, membantu si anak, berhubungan dengan si anak pada tingkatan kata - kata.
Tindakan mendengarkan itu sendiri adalah mengikuti.

Guru: Apakah mendengarkan itu suatu kwalitas, tuan ?

Krishnamurti: Anda mendengarkan. Mengapa anda namakan kwalitas? Anda telah mendengarkan apa yang perlu saya sampaikan pagi ini: "Biarlah semuanya mekar".

Jika anda mendengarkan, hal itu akan terjadi. Ia bukan suatu kwalitas. Suatu kwalitas adalah suatu hal yang sudah mapan. Ini adalah hal yang hidup, yang berkobar, yang bergelora. Anda tak dapat membuatnya suatu kwalitas, suatu latihan. Dapatkah anda berlatih melihat warna ? Tidak dapat. Anda dapat melihat keindahan dan kemegahan bunga itu hanya bilamana terdapat pemekaran.



KEMBALI KE TENTANG PENDIDIKAN