jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



DIALOG

DIALOG : TIDAK ADA DIRI YANG KEKAL UNTUK DIPELAJARI


Kita berkepentingan akan pemahaman total akan manusia. Dan ini adalah meditasi. Meditasi bukanlah pelarian dari ‘apa adanya’. Meditasi adalah memahami itu dan mengatasinya. Tanpa memahami ‘apa adanya’, meditasi menjadi sekadar hipnosis-diri dan pelarian ke dalam penglihatan-penglihatan dan khayalan-khayalan imajinatif.

Meditasi adalah pemahaman akan seluruh kegiatan pikiran yang menghasilkan si ‘aku’, diri, ego, sebagai fakta. Lalu pikiran mencoba memahami gambaran yang telah diciptakannya, seolah-olah diri itu sesuatu yang kekal. Diri ini lalu membagi dirinya menjadi diri yang tinggi dan diri yang rendah, dan pembagian ini pada gilirannya membawa konflik, kesengsaraan, dan kebingungan. Mengetahui diri tidak sama dengan memahami bagaimana diri ini muncul. Pada yang satu, kita menganggap adanya diri yang kekal. Pada yang lain, melalui pengamatan, kita belajar bagaimana diri ini dibentuk oleh pikiran. Jadi, memahami pikiran, liku-likunya dan kelicinannya, kegiatannya dan pemisahannya, adalah awal dari meditasi.

Tetapi jika Anda beranggapan diri adalah entitas yang kekal, Anda mempelajari diri yang tidak ada, oleh karena ia hanya seonggok ingatan, kata-kata, dan pengalaman. Jadi mengenal diri bukanlah pengetahuan tentang diri, melainkan melihat bagaimana diri ini terbentuk, dan bagaimana ini telah membawa keterpecahan kehidupan. Kita harus melihat dengan sangat jelas kesalahpahaman ini. Tidak ada diri yang kekal untuk dipelajari. Tetapi mempelajari liku-liku pikiran dan kegiatannya berarti mengakhiri kegiatan yang berpusat pada diri. Inilah landasan meditasi.

Tanpa memahami ini secara mendalam dan radikal, meditasi menjadi sekadar permainan bagi orang bodoh, dengan penglihatan-penglihatan mereka yang remeh dan absurd, pengalaman penuh khayal, dan tenaga yang dapat disalahgunakan. Landasan ini menyiratkan keelingan, pengamatan terhadap apa adanya tanpa memilih sedikit pun, melihat tanpa prasangka apa yang terjadi secara aktual, baik di luar maupun di dalam, tanpa pengendalian atau keputusan apa pun. Perhatian ini adalah tindakan yang bukan sesuatu yang terpisah, oleh karena hidup adalah tindakan. Anda tidak perlu menjadi seorang aktivis, yang lagi-lagi merupakan keterpecahan kehidupan. Jika kita sungguh-sungguh berkepentingan dengan tindakan total, bukan tindakan yang terpecah-belah, maka tindakan total datang bersama perhatian total, yang adalah melihat ‘apa adanya’ secara aktual, baik ke dalam maupun ke luar. Dan melihat itu sendiri adalah bertindak.

KEMBALI KE DIALOG