jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



DIALOG

DIALOG : REVOLUSI BATIN
[Dari buku Bebas Kekerasan Bab 13]



Kehidupan adalah serius; kita harus mencurahkan pikiran dan hati secara menyeluruh terhadapnya; kita tidak bisa bermain-main dengannya. Terdapat demikian banyak persoalan, terdapat demikian banyak kekacauan di dalam dunia; terdapat keburukan (corruption) masyarakat dan bermacam-macam pemisah-misahan dan kontradiksi keagamaan dan politik. Terdapat ketidakadilan, kedukaan dan kemiskinan hebat — tidak hanya kemiskinan lahiriah melainkan juga kemiskinan batiniah. Setiap orang yang serius — cukup cerdas dan tidak hanya berperasaan sentimentil belaka — melihat ini semua, melihat perlunya ada perubahan.

Perubahan adalah suatu revolusi batin yang menyeluruh didalam sifat dari semua keadaan manusia, atau Itu hanyalah suatu usaha pembaharuan (reformation) dari struktur sosial belaka. Kemelut sesungguhnya di dalam kehidupan manusia, anda dan saya, yalah apakah suatu revolusi batin yang menyeluruh seperti itu dapat diadakan — tidak tergantung kepada kebangsaan dan kepada semua pemisah-misahan keagamaan.

Kita telah membangun masyarakat ini; orang tua kita dan orang tua mereka, telah menghasilkan struktur yang busuk ini dan kita adalah hasil dari itu. Kita adalah masyarakat, kita adalah dunia dan jika kita tidak merubah diri kita sendiri secara radikal, dengan sungguh amat mendalam, maka tidaklah terdapat kemungkinan untuk merubah ketertiban sosial. Kebanyakan dari kita tidak menginsyafi hal ini. Setiap orang, terutama generasi muda, berkata "Kita harus merubah masyarakat." Kita bicara sangat banyak namun kita tidak melakukan sesuatu tentang itu. Adalah kita sendiri yang harus berubah, bukan masyarakat haraplah menginsyafi hal ini. Kita harus menimbulkan di dalam diri kita sendiri, pada tingkat tertinggi dan terdalam, suatu perubahan di dalam seluruh cara berpikir, hidup dan merasakan; hanya setelah demikian maka perubahan sosial adalah mungkin — kalau hanya revolusi sosial, perubahan dari struktur masyarakat lahiriah oleh revolusi jasmani, tidak dapat dielakkan lagi seperti telah terlihat, mendatangkan kediktatoran atau negara totaliter, yang menolak segala kebebasan.

Untuk mendatangkan suatu perubahan seperti itu didalam diri kita sendiri adalah suatu pekerjaan selama hidup — bukan hanya suatu pekerjaan untuk beberapa hari lalu di lupakan — itu adalah suatu perhatian yang terus menerus, suatu kewaspadaan terus menerus tentang apa yang sedang terjadi, di sebelah dalam dan diluar.

Kita harus hidup dalam perhubungan; tanpa itu kita tidak mungkin dapat berada. Berhubungan berarti hidup menyeluruh, sepenuhnya; untuk ini haruslah terdapat di dalam diri kita sendiri suatu perubahan radikal. Bagaimana kita dapat merubah kita sendiri secara radikal? Jika hal ini secara genius menarik bagi anda maka kita akan mempunyai komunikasi satu sama lain; kita akan berpikir bersama, merasa dan mengerti bersama. Nah bagaimana manusia, anda dan saya, dapat berubah sama sekali? Itulah pertanyaannya dan tidak ada hal lain yang lebih penting — itu adalah suatu pertanyaan tidak hanya untuk kaum muda melainkan juga bagi kaum tua.

Di dalam dunia ini terdapat kesengsaraan yang luar biasa, kedukaan yang amat hebat, perang, kebuasan dan kekerasan; terdapat kelaparan yang sama sekali tidak anda kenal. Kita menginsyafi bahwa terdapat banyak hal yang dapat dilakukan sekiranya tidak ada pemecah-belahan amat luas yang ada, di dalam dunia politik dengan banyak partainya dan didalam banyak agama; mereka semua bicara tentang perdamaian namun mengingkarinya, karena hanya bisa terdapat perdamaian, kenyataan dan cintakasih bilamana tidak terdapat pemisah-misahan.

Oleh karena itu lagi, dengan melihat pemecah-mecahan amat luas secara batiniah dan lahiriah, satu-satunya soal adalah bahwa seorang manusia harus secara radikal, secara mendalam, mendatangkan revolusi di dalam dirinya sendiri. Ini adalah satu persoalan yang sangat serius, suatu soal yang menyangkut seluruh kehidupan kita di dalamnya tersangkut meditasi, kebenaran, keindahan, cintakasih. Semua ini bukan hanya kata-kata belaka. Kita harus menemukan suatu cara hidup di mana semua itu menjadi kenyataan.

Satu di antara hal-hal terpenting dalam kehidupan adalah cintakasih. Namun apa yang dinamakan cintakasih telah di asosiasikan dengan sex, yang menjadi luar biasa pentingnya; segala sesuatu tampaknya berputar di sekitar sex. Mengapa umat manusia — di seluruh dunia, apapun kebudayaan mereka, apapun yang di katakan hukum-hukum agama — menganggap sex demikian luar biasa pentingnya? dan dengan sex telah di asosiasikan kata "cintakasih" ---mengapa?

Apabila anda memandang kehidupan anda sendiri, anda melihat betapa hidup telah menjadi mekanis; pendidikan kita adalah mekanis; kita memperoleh pengetahuan, pemberitahuan, yang lambat laun menjadi mekanis. Kita adalah mesin-mesin, manusia pembeo. Kita mengulang apa yang telah di katakan orang lain. Kita membaca luar biasa banyaknya. Kita adalah hasil dari propaganda ribuan tahun. Kita telah menjadi mekanis secara batiniah dan intelektuil. Di dalam sebuah mesin tidak terdapat kebebasan. Sex menyuguhkan kebebasan; di situ untuk beberapa detik terdapat kebebasan, anda sama sekali melupakan diri anda sendiri dan melupakan kehidupan mekanis anda. Maka sex telah menjadi sangat berarti sekali; kesenangan sex anda namakan cintakasih. Akan tetapi apakah cintakasih itu kesenangan? Atau apakah cintakasih itu sesuatu yang sama sekali berbeda, sesuatu yang tidak mengandung cemburu, ketergantungan, tidak memiliki?

Kita harus memberikan perhatian selama hidup kita untuk menyelidiki apa artinya cintakasih, seperti juga kita harus menggunakan seluruh kehidupan kita untuk menyelidiki apakah meditasi dan kebenaran itu. Kebenaran sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kepercayaan.

Kepercayaan timbul apabila terdapat rasa takut. Kita percaya kepada Tuhan karena di dalam diri sendiri kita begitu tidak ada kepastian sama sekali. Kita melihat hal-hal fana (tidak kekal) didalam kehidupan — tidak terdapat kepastian, tidak terdapat jaminan keamanan, tidak terdapat pelipur, melainkan kedukaan hebat — maka pikiran mencetuskan sesuatu dengan sifat kekekalan, disebut Tuhan, ke dalam mana batin manusia melipur diri. Namun itu bukanlah kebenaran.

Kebenaran adalah sesuatu yang dapat di temukan apabila tidak terdapat rasa takut. Lagi, kita harus memberi perhatian yang amat banyak untuk mengerti apakah rasa takut itu — baik rasa takut badaniah maupun rasa takut batiniah. Kita mempunyai problem ini dalam kehidupan yang tidak kita mengerti, yang tidak kita atasi; karena itu kita melanjutkan suatu masyarakat yang korup, yang moralnya adalah tak bermoral dan di masyarakat mana, kebajikan, kebaikan, keindahan, cintakasih, yang begitu banyak kita bicarakan, segera menjadi busuk (corrupt).

Apakah pengertian tentang problem-problem ini memakan waktu? Apakah perubahan itu terjadi seketika? Atau apakah itu harus di datangkan melalui evolusi dari waktu? jika unsur waktu di pergunakan — dalam arti kata, pada akhir kehidupan anda, anda memperoleh penerangan jiwa maka dalam jangka waktu itu anda melanjutkan penyebaran bibit-bibit kejahatan, peperangan, kebencian. Maka dapatkah revolusi batin yang radikal ini terjadi seketika? Itu dapat terjadi seketika apabila anda melihat bahayanya ini semua seperti melihat bahayanya sebuah jurang, seekor binatang liar, seekor ular; maka terdapatlah tindakan seketika. Akan tetapi kita tidak melihat bahaya dari semua perpecahan ini yang terjadi apabila si "diri," si "aku", menjadi penting — dan perpecahan dari si "aku" dan si "bukan aku". Pada saat terdapat perpecahan dalam diri anda sendiri pasti ada konflik; dan konflik adalah akar pokok dari kebusukan (corruption). Maka, adalah sepantasnya bagi kita untuk menyelidiki sendiri keindahan dari meditasi, karena setelah demikian, jiwa yang bebas dan tidak dibeban pengaruhi, melihat apa yang benar.

Mengajukan pertanyaan-pertanyaan adalah penting; tidak hanya bahwa kita mengungkap diri akan tetapi juga dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan kita akan menemukan sendiri jawabannya jika kita mengajukan pertanyaan yang benar maka jawabannya yang benar berada di dalam pertanyaan itu. Kita harus menanyakan segala sesuatu dalam kehidupan, rambut pendek atau rambut panjang kita, pakaian kita, cara kita berjalan, cara kita makan, apa yang kita pikirkan, bagaimana kita merasa — segala harus di tanyakan; kalau begitu jiwa menjadi luar biasa peka, hidup dan cerdas. Jiwa seperti itu dapat mencinta; hanya jiwa seperti itulah yang tahu apa yang disebut jiwa yang saleh.

Penanya: Apakah artinya meditasi yang anda bicarakan itu?

Krishnamurti: Apakah anda sebetulnya tahu sesuatu tentang apa artinya meditasi?

Penanya: Saya tahu terdapat bermacam-macam bentuk meditasi akan tetapi saya tidak tahu manakah yang anda bicarakan itu.

Krishnarnurti: Suatu sistim meditasi bukanlah meditasi. Suatu sistim berarti suatu cara (method), yang anda praktekkan demi mencapai sesuatu pada akhirnya. Sesuatu yang di praktekkan yang berulang kali menjadi mekanis bukan? Bagaimanakah suatu batin yang mekanis — yang telah dilatih dan di tekuk, di siksa untuk menyetujui pola dari yang dinamakan meditasi — mengharap untuk mencapai ganjaran pada akhirnya — menjadi bebas untuk mengamati untuk belajar?
Terdapat banyak macam mazhab, di India dan Timur jauh, di mana mereka mengajarkan metode-metode meditasi — itu sungguh teramat mengerikan. Ini berarti melatih batin mekanis; secara karena itu ia tidak bebas lagi dan tidak mengerti persoalannya.

Maka apabila kita menggunakan kata "meditasi" kita tidak maksudkan sesuatu yang dilatih/dipraktekkan. Kita tidak mempunyai metode. Meditasi berarti kewaspadaan/kesadaran (awareness); waspada/sadar akan apa yang anda lakukan, akan apa yang anda pikirkan, akan apa yang anda rasakan, waspada tanpa pilihan, untuk mengamati, untuk mempelajari. Meditasi adalah untuk berwaspada/sadar akan beban pengaruh diri sendiri, betapa kita dibeban pengaruhi oleh masyarakat di mana kita hidup, di mana kita di besarkan, oleh propaganda agama — waspada/sadar tanpa pilihan, tanpa penyelewengan, tanpa mengharapkan keadaan lain. Dari dalam kewaspadaan ini datanglah perhatian, kecakapan untuk menjadi penuh perhatian secara menyeluruh. Maka terdapatlah kebebasan untuk melihat segala hal seperti apa adanya yang sesungguhnya, tanpa penyelewengan. Batin menjadi tidak kacau, terang dan peka; meditasi seperti itu mendatangkan suatu mutu batin yang tenang secara sempurna — tentang mutu ini dapat kita bicarakan terus menerus, namun tidak akan ada artinya kecuali kalau mutu itu ada.

Penanya: Apakah cara ini tidak akan membawa kepada lebih banyak pengasingan, lebih banyak kebingungan?

Krishnamurti: Pertama-tama, bukankah kebanyakan dari umat manusia terlalu bingung? Apakah anda tidak sangat bingung? — lihat faktanya, ketahui apakah anda bingung atau tidak. Batin yang kebingungan, apapun yang dilakukannya, mendatangkan kekacauan. Batin yang kebingungan berkata, "Aku mau mempraktekkan meditasi", atau "Aku mau menyelidiki apakah cintakasih itu" bagaimanakah suatu batin yang kebingungan bisa menemukan sesuatu, kecuali menemukan proyeksi dari kebingungannya sendiri. Jika kita telah menginsyafi fakta ini, lalu apa yang akan kita lakukan?

Kita kebingungan dan kita rnencoba untuk mendatangkan suatu keadaan batin yang tidak kebingungan. Kita mencoba ini, itu, sepuluh hal yang berlainan — obat bius, minuman keras, sex, pemujaan, pelarian —mengertikah anda — melempar bom, apa saja. Hal yang pertama-tama adalah menghentikan tindakan, menghentikan perbuatan sesuatu. Juga, kita harus menghentikan semua pergerakan menyingkir dari kebingungan sehingga tidak terdapat tindakan menuju kepada atau pergi dari, kebingungan itu. Maka seluruh tindakan lalu berhenti, yang ada hanya kebingungan itu. Tidak ada pelarian dari kebingungan, juga tidak ada percobaan untuk mencari jalan keluar darinya, tidak pula mencoba untuk menggantikan kebingungan itu dengan penerangan; tidak terdapat gerakan pikiran yang menjauh dari itu, yang menyebabkan lain kebingungan lagi; pikiran tidak berminat untuk bertindak pada saat itu. Maka muncullah pertanyaannya : apakah anda waspada/sadar akan kebingungan ini sebagai sesuatu diluar diri anda sebagai si "pengamat," ataukah anda adalah sebagian dari kebingungan ini? Apakah si "pangamat" berbeda dari hal yang di amati — yalah kebingungan itu?

Jika si "pengamat" di perbedakan dari hal yang diamati maka terdapatlah kontradiksi — dan justru kontradiksi ini sendiri adalah sebab dari kebingungan. Maka, bagaimanakah batin memandang kepada kebingungan ini adalah penting. Apakah batin memandang kebingungan sebagai sesuatu yang terpisah, terpisah dari batin sendiri, ataukah si "pengamat" adalah yang di amati? Harap anda mengerti hal yang teramat penting ini. Sekali anda telah mengerti ini anda akan melihat betapa hal ini akan membuat suatu perbedaan yang amat hebat di dalam kehidupan; seluruh konflik lenyap.

Si "pengamat" tidak lagi berkata : "Aku harus merubahnya", "Aku harus mendatangkan penerangan," "Aku harus mengatasinya," "Aku harus mencoba untuk mengertinya," "Aku harus melarikan diri darinya." Semua keaktifan semacam itu adalah dari si "pengamat" yang memisahkan diri sendiri dari kebingungan dan yang telah menghasilkan konflik antara diri sendiri dan kebingungan.

Penanya: Saya mengakui kebingungan saya.

Krishnamurti: Ah! Pada saat anda berkata "Saya mengakui kebingungan saya," di situ terdapat suatu kesatuan yang menyatakan pengakuan itu. Anda tidak melihat pentingnya ini. Saya mengamati di dalam pengamatan itu apakah saya mendapatkan bahwa saya mengamati sebagai orang luar, ataukah sebagai sebagian dari kebingungan ini? Jika saya adalah sebagian dari kebingungan ini batin menjadi sama sekali tenang, di situ tidak terdapat pergerakan, saya diam, saya tidak bergerak pergi dari itu. Karena itu, apabila tidak terdapat pemisahan antara si "pengamat" dan yang diamati, maka terdapatlah penghentian sama sekali dari kebingungan.

Dan pertanyaan lain yang telah di ajukan : "Jika saya harus belajar dari diri sendiri, apa yang terjadi bila dunia di sekeliling saya mengendalikan saya, mengharuskan saya menjadi tentara, membawa saya ke medan perang, memberi tahu saya apa yang harus saya lakukan secara politis, ekonomis dan keagamaan? Terdapat ahli-ahli jiwa-jiwa dan guru-guru kebatinan dari Timur - mereka semua memberi tahu saya apa yang harus saya lakukan. Jika saya taat — itulah apa yang mereka semua kehendaki agar saya lakukan, menjanjikan Negara Impian (Utopia) pada akhir semua itu, atau Nirwana, Penerangan jiwa atau kebenaran — maka saya menjadi mekanis. Arti pokok dari kata "taat" adalah mendengar.

Dengan mendengar selalu apa yang orang lain beritahukan kepada saya, lambat laun saya terpeleset ke dalam ketaatan. Jika saya belajar dari diri sendiri, saya juga belajar tentang orang lain. Dan jika pemerintah minta kepada saya untuk menjadi tentara, saya akan melakukan apa yang saya pikir benar pada saat saya di minta.

Suatu jiwa yang bebas adalah bebas karena di dalamnya sendiri tidak terdapat kekacauan. Lalu anda akan berkata "Apakah kebaikannya mempunyai satu perorangan, seorang manusia, dengan jiwa seperti itu padahal semua di sekelilingnya terdapat kekacauan dan kejahatan?" Apa anda pikir anda akan mengajakan pertanyaan seperti itu jika anda mempunyai jiwa seperti itu?
Apakah artinya mempunyai jiwa yang demikian terang sempurna dan tidak kacau?

Penanya: Sudah pasti tidak akan ada kata-kata lain lagi?

Krishnamurti: Semua itu adalah dugaan-dugaan anda, bukan? Bagaimana anda tahu?

Penanya: Kata-kata adalah dasar dari gagasan. Tidak akan terdapat ide-ide lagi dan batin akan menjadi bebas; lalu kita akan memiliki perhubungan, kita tidak akan mencari lagi. Kita akan mempunyai keheningan, keheningan menyeluruh dan kita akan mengerti. Setiap orang dapat memiliki batin yang bebas.

Krishnamurti: Saya mengerti apa yang anda katakan dengan sangat jelas. Tetapi pertama-tama apakah kita menganggap dunia sebagai suatu yang terpisah dari kita sendiri? Apakah dunia adalah "anda" secara sesungguhnya — bukan secara teoretis saja? Apakah anda merasakan mutu suatu batin yang berkata, "Aku adalah dunia, dunia adalah aku, aku dan dunia bukanlah dua kesatuan yang terpisah?" Si "diri pribadi" adalah terpisah dari masyarakat, si "diri pribadi" bertentangan dengan dunia, si "diri pribadi" bertentangan dengan sahabat anda, bertentangan dengan isteri anda suami anda. Si "diri pribadi" adalah penting bukan? Dan si "diri pribadi" itulah yang mengajukan pertanyaan, "Apa jadinya dengan dunia jika tidak terdapat si diri pribadi?" Selidikilah apa anda dapat hidup tanpa "diri pribadi" dan anda akan melihat kebenaran dari itu. Juga terdapat pertanyaan terdahulu : apakah kebaikannya satu umat manusia di dalam dunia memiliki jiwa yang terang dan bersih, bebas — apa gunanya itu? Nah, siapakah yang mengajukan pertanyaan itu? Dia yang kebingungan ataukah dia yang jiwanya terang tidak kacau, bebas? "Siapa" yang mengajukan pertanyaan itu? Apakah bunga mengajukan pertanyaan ini? Apakah cintakasih mengajukan pertanyaan ini? Apakah anda mengajukan suatu pertanyaan seperti ini apabila anda di hadapkan kepada suatu soal yang luar biasa? Apakah anda mengajukan pertanyaan ini : apakah nilainya jika saya tahu apa artinya mencinta sedangkan orang-orang lain tidak tahu apa artinya mencinta? Anda hanya mencinta.

Anda tidak mengajukan pertanyaan itu. Apabila anda tidak mempunyai rasa takut, secara batiniah dan setiap orang di sekeliling anda mempunyai rasa takut ini, apakah anda akan bertanya, "Apa kebaikannya kalau saya tidak mempunyai rasa takut sedangkan semua orang lain mempunyai rasa takut?" Lalu apa yang anda lakukan? Anda tidak mempunyai rasa takut dan orang-orang lain mempunyai rasa takut — apa yang anda lakukan? — anda mencoba untuk menolong saya untuk mempelajari seluruh struktur dari rasa takut.

Penanya: Bagaimana anda dapat mencegah bahasa menciptakan pemisah-misahan? Setiap bahasa mempunyai strukturnya sendiri yang aneh, mempunyai suatu pola tertentu dan bahasa menjadi suatu penghalang.

Krishnamurti: Nah, bagaimana kita dapat melalui penghalang ini? Bukankah sangat jelas bahwa si kata bukanlah si benda? Biar anda mempergunakan sebuah kata Itali atau sebuah kata Inggris atau sebuah kata Yunani, si kata itu bukanlah si benda. Kata "pintu" bukanlah si pintu. Kata-kata, penggambaran, keterangan, bukanlah benda yang di gambarkan atau di terangkan; jika ini telah terlihat, maka tidak lagi terdapat suatu ketergantungan kepada kata belaka. Sekarang, pikiran dibuat dari kata-kata, pikiran selalu menanggapi, menurut ingatan, di dalam struktur kata-kata. Pikiran di batasi oleh kata-kata, pikiran adalah budak dari kata-kata. Dapatkah kita mendengarkan tanpa kata-kata mencampurinya? Anda berkata kepada saya "Aku cinta padamu", tetapi apa yang terjadi di situ? Kata-kata itu tidak berarti apapun; tetapi disitu boleh jadi terdapat suatu perasaan dari hubungan yang tidak ditimbulkan oleh tanggapan pikiran terhadap kata-kata itu; di situ boleh jadi terdapat suatu komunikasi langsung. Maka batin, yang waspada/sadar bahwa si kata bukanlah si benda, bahwa kata-kata yaitu pikiran selalu mencampuri; mendengarkan dengan bebas, tanpa prasangka —seperti yang dilakukannya ketika anda berkata "Aku cinta padamu".

Dapatkah anda mendengarkan tanpa penafsiran, tanpa prasangka mencampurinya, memutar-mutar — mendengarkan seperti kalau anda mendengarkan nyanyian seekor burung? (Di Itali terdapat begitu sedikit burung; mereka membunuhi burung-burung itu. Betapa kejamnya kita manusia ini). Dapatkah anda mendengarkan nyanyian seekor burung tanpa komentar lisan, tanpa memberinya nama dengan berkata "Itu adalah seekor burung hitam", "Aku suka untuk mendengarkan terus", dapatkah anda mendengarkan tanpa suatu campur tangan seperti itu, hanya mendengarkan saja — eh? Anda bisa bukan? Sekarang : dapatkah anda mendengarkan seperti itu kepada apa yang terjadi di dalarn diri anda sendiri? — tanpa prasangka, tanpa suatu rumus, tanpa penyelewengan — hanya seperti anda bisa mendengarkan lonceng itu (terdengar suara lonceng) tanpa suatu asosiasi apapun, hanya mendengarkan kepada suaranya yang jernih; kalau begitu anda adalah suara itu, anda tidak mendengarkan kepada suara itu sebagai sesuatu yang terpisah.

Penanya: Untuk melakukan itu kita membutuhkan latihan/praktek.

Krishnamurti: Untuk mendengarkan seperti itu anda membutuhkan berlatih! Seseorang harus mengajari anda! Pada saat seseorang mengajar anda, anda mempunyai guru dan murid, otoritas dan pelajar. Nah, ketika bel lonceng itu berbunyi, apakah anda mendengarkan itu tanpa suatu penafsiran, dengan perhatian rnenyeluruh? Jika anda melihat bahwa anda berkata kepada diri sendiri, "Sekarang sudah siang", "Jam berapakah ini?", "Ini waktunya makan", maka anda melihat bahwa anda tidak sungguh-sungguh memberi perhatian seluruhnya kepada suara itu; maka anda belajar (mengerti) — anda tidak di ajari — bahwa anda tidak mendengarkan.

Penanya: Terdapat suatu perbedaan antara bel berdering atau seekor burung bernyanyi, disatu fihak dan sebuah kata dalam satu kalimat yang dirangkai dengan kata-kata lain. Saya dapat memencilkan suara dari seekor burung, tetapi sebuah kata dalam satu kalimat tak dapat saya memencilkannya.

Krishnamurti: Mendengarkan seekor burung adalah obyektif, di luar. Tetapi dapatkah saya mendengarkan kepada diri sendiri menggunakan sebuah kata di dalam hubungannya dengan satu kalimat; dapatkah saya mendengarkan kata itu dan bebas dari kata itu dan hubungannya dalam kalimat?

Anda dapat berkata : "Itu adalah sebuah meja yang indah". Anda telah memberi penghargaan tertentu kepada meja itu; anda telah menyebutnya indah. Saya boleh memandangnya dan berkata: "Betapa buruknya meja itu”. Maka kata itu menunjukkan perasaan anda; itu bukanlah hal yang sebenarnya; itu muncul sebagai suatu gagasan yang di asosiasikan. Dapatkah anda memandang kepada sahabat anda tanpa gambaran pikiran yang anda ciptakan tentang sahabat itu — gambaran pikiran yang juga si kata, si lambang?

Kita tidak dapat karena kita tidak tahu bagaimana gambaran pikiran itu telah tersusun. Anda mengatakan sesuatu kepada saya, yang menyenangkan dan saya menciptakan suatu gambaran pikiran dari itu, bahwa anda adalah sahabat saya; lain orang mengatakan sesuatu kepada saya yang tidak menyenangkan, saya juga membangun suatu gambaran pikiran; bila saya bertemu dengan anda adalah sebagai sahabat, bila bertemu dengan orang lain itu adalah bukan sebagai sahabat. Akan tetapi dapatkah batin tidak membangun suatu gambaran pikiran sama sekali, walaupun anda mengatakan hal yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan? Saya dapat menghentikan pembangunan gambaran pikiran apabila saya mencurahkan perhatian; lalu tidak terdapat pembentukan gambaran; saya dapat mendengarkan — mendengarkan tanpa suatu gambaran pikiran.

Penanya: Akan mungkinkah itu untuk kembali kepada apa yang anda katakan pada permulaannya, tentang merubah diri kita sendiri dalam masyarakat? Betapa mungkin untuk sungguh-sungguh merubah diri anda sendiri sedangkan anda terpaksa harus mempertahankan perhubungan anda. Saya berada di dalam dunia Kapitalis dan semua hubungan saya haruslah kapitalistis kalau tidak saya akan kelaparan.

Krishnamurti: Dan jika anda hidup di dalam dunia Komunis, anda juga akan menyesuaikan diri di sana, merubah ini dan itu secara lahiriah.

Penanya: Dengan pasti.

Krishnamurti: Lalu apa yang akan anda lakukan?

Penanya: Bagaimana saya dapat berubah?

Krishnamurti: Anda telah mengajukan pertanyaan : jika saya hidup di dalam masyarakat Kapitalis saya harus menyesuaikan diri kepada tuntutan-tuntutan kapitalis; namun jika saya hidup didalam masyarakat Komunis, masyarakat totaliter dan birokratis, saya juga harus melakukan hal-hal yang sama — maka apa yang akan saya lakukan?

Penanya: Saya pikir itu tidak akan merupakan hal yang sama.

Krishnamurti: Akan tetapi itu adalah pola yang sama. Disana anda boleh jadi mempunyai potongan rambut pendek dan anda akan harus bekerja, melakukan ini atau itu. Namun itu berada dalam olakan air yang sama. Apa yang akan anda lakukan? Seorang manusia yang insyaf bahwa perubahan di dalam dirinya sendiri adalah terutama pentingnya — baik dia tinggal di sini atau di sana — apa yang mesti diperhatikannya? Dia harus merubah diri sendiri: apakah artinya perubahan ini? Bebas dari rasa takut batiniah, bebas dari keserakahan, bebas dari iri hati, cemburu, ketergantungan; bebas dari rasa takut karena kesunyian, rasa takut karena penyesuaian — benarkah? Jika anda memiliki semua hal ini yang terjadi didalam diri anda ---tidak melakukan penyesuaian — anda hidup sebaik yang anda dapat, disana ataupun disini. Akan tetapi, malang bagi kita, hal yang penting bukanlah revolusi batiniah melainkan merubah ini dan itu secara lahiriah.

Penanya: Dan lain apa yang terjadi jika seseorang membunuh anda?

Krishnamurti: Ah, tidak ada yang dapat membunuh seorang manusia bebas. Mereka dapat mencongkel keluar matanya; di sebelah dalam dia adalah bebas, tidak ada apapun yang dapat menyentuh kebebasan itu.

Penanya: Maukah anda memberi suatu definisi tentang egoisme (keakuan)?

Krishnamurti: Jika anda menghendaki suatu definisi carilah itu di dalam kamus. "Definisi" — harap perhatikan, saya telah mengatakan dengan sangat cerrnat bahwa penggambaran bukanlah yang di gambarkan. Apakah si diri pribadi ini yang mengasingkan diri selalu? Bahkan walaupun anda mencinta seseorang, apakah anda tidur dengan seseorang itu dan seterusnya, selalu terdapat si diri pribadi yang memisahkan diri — dengan ambisinya, rasa takutnya, penderitaannya, dengan kesibukannya dengan diri sendiri di dalam alam iba diri. Selama si diri pribadi itu ada pasti terdapat pemisahan, selarna ia ada pasti terdapat konflik — betulkah? Bagaimana si diri pribadi itu dapat lenyap — tanpa usaha? Pada saat anda membuat suatu usaha, rnuncullah yang dinamakan "Diri Yang Lebih Tinggi," yang menguasai "diri yang rendah." Bagaimana batin dapat menghilangkan hal yang dinamakan "diri pribadi"? Apakah diri pribadi? — apakah ia segabung ingatan? — atau apakah ia sesuatu yang abadi? Jika ia segabung ingatan, ia adalah dari masa lalu; hanya itulah yang anda miliki, ia sama sekali tidak abadi.

Diri pribadi adalah si "aku" yang telah menumpuk pengetahuan dan pengalaman, sebagai ingatan, sebagai penderitaan; dan itu menjadi pusat dari mana semua tindakan terjadi. Lihatlah itu sesungguhnya seperti apa adanya.

Setiap agama, setiap masyarakat dan kebudayaan, menginsyafi bahwa si "diri pribadi" menghendaki untuk menyatakan diri sendiri; dalam kesenian, pernyataan diri amatlah pentingnya; itu juga amat penting dalam pertahanannya untuk menguasai. Setiap agama telah mencoba untuk menghancurkan si diri pribadi — "Jangan menghiraukan diri pribadi", Taruhlah Tuhan di tempatnya, atau Negara di tempatnya. Dan semua itu tidak berhasil. Diri pribadi telah menyamakan dirinya dengan Tuhan — apapun adanya itu — dan ia tetap seperti itu. Kita berkata : amatilah diri pribadi itu selagi ia sedang bekerja, belajar tentang itu, awasilah ia, waspadalah tentang ia, jangan hancurkan itu, jangan berkata, "Aku harus bebas darinya" atau "harus merubahnya", hanya awasilah saja, tanpa pilihan apapun, tanpa penyelewengan apapun; maka mengawasi dan mempelajari itu menyir-nakan diri pribadi.

 Roma, 21 Oktober 1970
                                                                                                
KEMBALI KE DIALOG