jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



DIALOG

DIALOG :  PIKIRAN DAN CINTA
[Dari: D.Rajagopal (ed.), *Commentaries on Living -- from the notebooks ofJ. Krishnamurti*, Victor Gollancz, London, 1969]



Pikiran, beserta isi emosional dan indrawinya, bukanlah cinta. Pikiran mau tidak mau mengingkari cinta. Pikiran didasarkan pada ingatan, dan cinta bukan ingatan. Bila Anda berpikir tentang seorang yang Anda cintai, pikiran itu bukan cinta. Anda mungkin mengingat kebiasaan, tindak-tanduk, sifat-sifat khas seorang teman, dan memikirkan kejadian-kejadian yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan dalam hubungan Anda dengan teman itu, tetapi gambaran yang ditimbulkan oleh pikiran bukanlah cinta. Hakekat pikiran itu sendiri bersifat memisah-misah. Dimensi waktu dan ruang, perpisahan dan kesedihan, lahir dari proses pikiran; dan hanya apabila proses pikiran berhenti mungkin terdapat cinta.

Pikiran mau tidak mau menumbuhkan perasaan memiliki; pemilikan, yang disadari atau tidak, memupuk cemburu. Bila terdapat cemburu, jelas tidak terdapat cinta; sekalipun demikian, kebanyakan orang menganggap cemburu sebagai tanda cinta. Cemburu adalah hasil pikiran, ia adalah respons terhadap isi emosional dari pikiran. Bila perasaan memiliki atau dimiliki terhalang, terdapat kehampaan begitu dalam, sehingga cemburu menggantikan cinta. Karena pikiran berperan sebagai cinta, maka semua kerumitan dan penderitaan ini timbul.

Jika Anda tidak berpikir tentang orang lain, Anda berkata Anda tidak mencintai orang itu. Tetapi bila Anda berpikir tentang dia, apakah itu cinta? Jika Anda tidak berpikir tentang seorang teman yang Anda kira Anda cintai, Anda akan terkejut, bukan? Jika Anda tidak berpikir tentang seorang teman yang telah meninggal, Anda menganggap diri Anda tidak setia, tidak mencintainya, dan sebagainya. Anda akan menganggap keadaan itu sebagai berhati batu, tidak acuh, dan kemudian Anda mulai mencoba memikirkan teman itu, Anda mencari foto-fotonya, citra-citra yang dibuat oleh tangan atau pikiran; tetapi mengisi hati Anda dengan hal-hal yang berasal dari pikiran tidak memberi tempat untuk cinta.

Apabila Anda berada dengan seorang teman, Anda tidak berpikir tentang dia; hanya apabila ia tidak ada, pikiran mulai menciptakan kembali adegan-adegan serta pengalaman-pengalaman yang sudah mati. Mengingat kembali masa lampau ini dikatakan cinta.

Demikianlah, bagi kebanyakan kita, cinta adalah kematian, pengingkaran kehidupan; kita hidup dalam masa lampau, dengan yang mati, oleh karena itu kita sendiri mati, sekalipun kita sebut cinta.

Proses pikiran selalu mengingkari cinta. Pikiranlah yang mempunyai komplikasi emosional, bukan cinta. Pikiran adalah penghalang terbesar bagi cinta. Pikiran menciptakan pemisahan antara 'yang ada' dan 'yang seharusnya'; di atas pemisahan ini dikembangkan moralitas; tetapi baik yang bermoral maupun yang tidak bermoral tidak mengenal cinta.

Struktur moral ini, yang diciptakan oleh pikiran untuk memelihara hubungan-hubungan dalam masyarakat, bukan cinta, melainkan suatu proses pengerasan seperti semen. Pikiran tidak membawa kepada cinta, pikiran tidak menumbuhkan cinta; karena cinta tidak dapat ditumbuhkan seperti tanaman di sebuah taman. Keinginan untuk menumbuhkan cinta itu sendiri adalah tindakan pikiran.

Jika Anda memang memperhatikan, Anda akan melihat betapa penting peran pikiran dalam kehidupan Anda. Pikiran memang mempunyai peran, tetapi itu sama sekali tidak berhubungan dengan cinta. Yang berhubungan dengan pikiran dapat dipahami oleh pikiran, tetapi yang tidak berhubungan dengan pikiran tidak dapat ditangkap oleh pikiran.

Anda akan bertanya, kalau begitu apakah cinta itu? Cinta adalah keberadaan yang di situ tidak ada pikiran; tetapi definisi cinta itu sendiri adalah proses pikiran, dan oleh karena itu bukan cinta.

Kita harus memahami pikiran itu sendiri, dan tidak mencoba menangkap cinta dengan pikiran. Mengingkari pikiran tidak menimbulkan cinta. Terdapat pembebasan dari pikiran hanya apabila maknanya yang terdalam dipahami sepenuhnya; untuk itu, pengenalan-diri yang mendalam penting, bukan pernyataan-pernyataan angkuh dan dangkal. Meditasi dan bukan pengulang-ulangan, keadaan-sadar [awareness] dan bukan definisi, akan mengungkapkan sepak-terjang pikiran. Tanpa menyadari [aware] dan mengalami sepak-terjang pikiran, cinta tidak mungkin ada.***


KEMBALI KE DIALOG