jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



DIALOG

DIALOG : PENGKONDISIAN
[Dari buku Mendesaknya Kebutuhan Perubahan Bab 24]



Penanya: Anda banyak berbicara tentang pengkondisian dan mengatakan bahwa kita harus bebas dari perbudakan ini, jika tidak orang akan tetap hidup terpenjara. Pernyataan seperti ini nampaknya terlalu berlebihan dan tidak dapat diterima! Kebanyakan dari kita terkondisi berat sekali dan kita mendengar pernyataan itu dan menyerah kalah saja sambil lari menyingkiri ucapan yang berlebih-lebihan itu; akan tetapi ucapan Anda tersebut saya perhatikan dengan serius - sebab, bagaimanapun juga, Anda sedikit banyak telah membaktikan hidup Anda pada soal semacam ini, bukan sebagai hobi melainkan dengan kesungguhan yang mendalam - dan karenanya saya ingin membicarakannya dengan Anda untuk bisa melihat sampai seberapa jauh seorang manusia dapat melepaskan diri dari keterkondisiannya. Apakah itu benar-benar mungkin, dan kalau demikian, apakah artinya? Mungkinkah bagi saya, setelah hidup dalam dunia kebiasaan, tradisi dan dukungan terhadap gagasan ortodoks tentang begitu banyak hal - apakah mungkin bagi saya untuk membuang sungguh keterkondisian yang sudah mendarah daging ini? Apakah sebenarnya yang Anda maksudkan dengan pengkondisian dan apa yang Anda maksudkan dengan kebebasan dari keterkondisian ?
 
Krishnamurti: Marilah kita mulai dengan membahas pertanyaan yang pertama. Kita terkondisi - baik raga, syaraf maupun jiwa - oleh iklim dimana kita hidup dan oleh makanan yang kita makan, oleh lingkungan budaya kita, oleh keseluruhan lingkungan sosial, keagamaan serta perekonomian, oleh pengalaman kita, oleh pendidikan dan oleh tekanan serta pengaruh keluarga. Semua ini adalah faktor-faktor yang mengkondisi kita. Reaksi kita yang disadari maupun yang tidak terhadap segala tantangan lingkungan kita - yang intelektual, yang emosional, baik lahir maupun batin - semua ini adalah tindakan pengkondisian. Bahasa mengkondisi kita; semua pikiran adalah tindakan atau tanggapan dari keadaan terkondisi.
Karena tahu bahwa kita terkondisi, maka kita ciptakan perantara rokhani yang hebat, yang dengan kealiman kita, diharapkan mau mengeluarkan kita dari keadaan yang mekanis ini. Kita terima saja keberadaan perantara itu, lahiriah atau batiniah - sebagai atman, roh, kerajaan Tuhan yang ada di batin kita, dan entah apa lagi lainnya ! Kita mati-matian lekat pada kepercayaan-kepercayaan ini, karena tidak menyadari bahwa ini semua adalah bagian dari faktor pengkondisian, yang kita kira akan dihancurkan atau diselamatkannya. Jadi karena tidak mampu membebaskan diri dari keterkondisian di dunia ini, bahkan tahu saja tidak bahwa keterkondisian adalah problemanya, maka kita mengira bahwa kebebasan berada di Sorga, dalam Moksha, atau dalam Nirwana. Dalam mitos agama Kristen mengenai dosa asal dan seluruh ajaran Timur mengenal Samsara, orang mengetahui bahwa faktor pengkondisian ini pernah dirasakan, sekalipun secara samar-samar. Seandainya hal itu dilihat dengan jelas, dengan sendirinya ajaran dan mitos itu tidak perlu timbul. Dewasa ini para psikolog juga berusaha menguasai problema ini, dan dengan adanya usaha mereka itu, pengkondisian kita semakin berlanjut. Jadi para spesialis dalam bidang keagamaan telah mengkondisi kita, tatanan kemasyarakatan telah mengkondisi kita, keluarga yang juga merupakan bagian dari tatanan itu telah mengkondisi kita. Segalanya itu adalah waktu lampau yang menimbulkan lapisan kesadaran yang terbuka maupun yang tersembunyi. Sambil lalu, ada hal yang menarik untuk diperhatikan bahwa apa yang dinamakan individu itu tidak ada sama sekali, sebab batinnya tertampung dalam kolam tandon pengkondisian yang sama, yang dimilikinya bersama orang lain; dengan demikian pemisah-misahan antara masyarakat dan individu adalah palsu belaka : yang ada hanyalah pengkondisian. Pengkondisian ini adalah tindakan dalam semua antar hubungan --- dengan barang, dengan manusia serta ide-ide.
 
Penanya: Lalu apa yang harus saya perbuat untuk membebaskan diri saya sendiri dari semua itu? Hidup dalam keadaan yang mekanis ini bukanlah kehidupan sama sekali, namun semua tindakan, semua kemauan, semua penentuan, terkondisi - jadi rupanya tidak ada sesuatupun yang bisa saya lakukan terhadap pengkondisian yang tidak terkondisi ! Tangan dan kaki saya diserimpung.
 
Krishnamurti: Faktor pengkondisian yang sesungguhnya di masa lampau, saat sekarang dan masa mendatang, adalah si "aku" yang berpikir dalam istilah waktu, si "aku" yang mencuatkan dirinya sendiri; dan sekarang ia perkuat dirinya dalam tuntutan untuk bisa bebas; maka pangkal semua pengkondisian adalah si pikiran alias si "aku". Si "aku" adalah hakikat masa lalu, si "aku" adalah waktu, si "aku" adalah penderitaan --- si "aku" berusaha untuk membebaskan diri dari dirinya sendiri, si "aku" bersusah payah, bergulat untuk mencapai, untuk menyangkal, untuk menjadi. Perjuangan untuk menjadi ini adalah waktu yang mengandung kebingungan dan keserakahan untuk mendapatkan tambahan dan mencapai yang lebih baik. Si "aku" mencari kepastian dan karena tidak mendapatkannya, maka pencariannya itu dialihkan ke sorga; si "aku" yang mempersamakan dirinya dengan sesuatu yang lebih besar, dimana ia berharap dirinya bisa lebur --- entah itu berbentuk bangsa, cita-cita atau suatu tuhan --- ialah faktor pengkondisian.
 
Penanya: Segala yang saya miliki telah Anda rampas. Apakah arti saya ini tanpa adanya si "aku"?
 
Krishnamurti: Jika si "aku" tidak ada maka Anda telah bebas dari pengkondisian, yang berarti Anda bukan apa-apa.
 
Penanya: Bisakah si "aku" berakhir tanpa adanya usaha dari si "aku"?
 
Krishnamurti: Berusaha untuk menjadi sesuatu adalah respons, tindakan, dari keterkondisian.
 
Penanya: Bagaimanakah tindakan si "aku" bisa berhenti ?
 
Krishnamurti: Itu hanya bisa berakhir jika Anda melihat keseluruhannya, keseluruhan urusannya. Kalau Anda melihat tindakannya, yang ada dalam antar hubungan, melihat adalah berakhirnya si "aku". Melihat ini bukan saja suatu tindakan yang tidak terkondisi, tetapi juga bertindak terhadap pengkondisian.
 
Penanya: Apakah Anda bermaksud mengatakan bahwa otak yang merupakan hasil dari evolusi yang luas beserta pengkondisiannya yang tak ada batasnya - dapat membebaskan dirinya?
 
Krishnamurti: Otak adalah hasil dari waktu; terkondisi untuk melindungi dirinya sendiri secara fisik, tetapi apabila ia berusaha untuk melindungi diri secara psikologis, maka mulailah si "aku" itu berperan, dan segala kesengsaraanpun mulailah. Berusaha melindungi diri secara psikologis inilah penguatan adanya si "aku". Otak bisa belajar, bisa memperoleh pengetahuan teknologi, akan tetapi bilamana otak memperoleh pengetahuan yang sifatnya psikologis, maka dalam antar hubungan, pengetahuan itu memperkuat dirinya sebagai si "aku" berikut pengalamannya, kemauan serta kekerasannya. Inilah yang menimbulkan pemisah-misahan, konflik dan penderitaan dalam antar hubungan.
 
Penanya: Dapatkah otak ini diam dan bekerja hanya apabila ia menghadapi soal yang sifatnya teknologis - hanya beroperasi manakala pengetahuan itu diperlukan dalam tindakan, seperti misalnya mempelajari bahasa, menjalankan mobil atau mendirikan rumah ?
 
Krishnamurti: Bahayanya disini ialah memisah-misahkan otak menjadi bagian yang sifatnya psikologis dan bagian yang sifatnya teknologis. Lagi-lagi ini menjadi suatu kontradiksi, suatu pengkondisian, sebuah teori. Pertanyaannya yang benar ialah apakah otak keseluruhannya, bisa hening, diam dan bekerja secara efisien hanya apabila diperlukan dalam teknologi atau demi keperluan hidupnya. Jadi kita tidak berurusan dengan sifatnya yang psikologis atau yang teknologis; kita cuma bertanya, bisakah keseluruhan batin ini hening sama sekali dan berfungsi hanya pada saat diperlukan? Kita katakan itu bisa dan ini adalah pemahaman tentang apa meditasi itu.

* * *

Penanya: Jika diperkenankan saya ingin melanjutkan percakapan kita kemarin. Barangkali Anda masih ingat bahwa saya mengajukan dua buah pertanyaan : saya menayakan apakah pengkondisian itu dan apakah kebebasan dari pengkondisian itu, dan Anda menjawab agar kita membahas pertanyaan yang pertama dulu. Kita tak sempat memasuki pertanyaan yang kedua, jadi pada hari ini saya ingin bertanya, bagaimanakah keadaan batin yang bebas dari seluruh pengkondisian? Setelah berbicara dengan Anda kemarin, menjadi jelas sekali bagi saya betapa kuat dan betapa dalamnya pengkondisian saya, dan saya melihat - setidak-tidaknya saya mengira saya melihat - sebuah lubang, celah dalam struktur pengkondisian ini. Saya bicarakan hal tersebut dengan seorang kawan dan dalam mengambil beberapa contoh nyata mengenai pengkondisian, saya melihat dengan sangat jelas betapa dalamnya dan sengitnya tindakan orang terpengaruh olehnya. Seperti yang Anda katakan pada akhir percakapan kemarin, meditasi adalah pengosongan batin dari segala pengkondisian sedemikian rupa sehingga tak ada distorsi atau ilusi. Bagaimanakah kita dapat bebas dari semua distorsi, dari semua ilusi? Apakah ilusi itu?

Krishnamurti: Betapa mudahnya orang menipu diri sendiri, betapa mudahnya untuk meyakinkan diri sendiri mengenai segala sesuatu. Perasaan bahwa orang harus menjadi sesuatu adalah permulaan dari penipuan diri, dan tentu saja sikap idealistik ini menuju pada berbagai bentuk kemunafikan. Apakah yang menimbulkan ilusi? Nah, salah satu faktornya ialah pembandingan yang terus menerus antara apa adanya dan apa yang seharusnya ada, atau apa yang mungkin ada, pembandingan antara yang baik dan yang buruk - pikiran berusaha untuk memperbaiki dirinya, ingatan akan kenikmatan, berusaha untuk mendapatkan kenikmatan yang lebih banyak dan lain sebagainya. Keinginan akan yang lebih banyak ini, ketidakpuasan inilah, yang membuat orang menerima atau yakin akan sesuatu, dan tak ayal lagi hal ini menuju pada setiap bentuk penipuan dan khayalan. Yang memproyeksikan tujuan atau kesimpulan yang harus dialami, adalah keinginan dan rasa takut, adalah harapan dan keputus-asaan. Oleh sebab itu pengalaman ini bukan kenyataan. Semua yang biasanya dinamakan pengalaman religius mengikuti pola ini. Keinginan untuk mencapai pencerahan batin ini pasti mengakibatkan pula diterimanya otoritas, dan ini merupakan kebalikan dari pencerahan batin. Keinginan, ketidakpuasan, rasa takut, kenikmatan, menginginkan lebih banyak, menginginkan perubahan, semuanya merupakan pengukuran --- inilah jalan menuju khayalan.
 
Penanya: Apakah Anda benar-benar tidak mempunyai khayalan sama sekali tentang sesuatu?
 
Krishnamurti: Saya tidak selalu mengukur diri saya sendiri atau orang lain. Kebebasan dari pengukuran ini timbul apabila Anda benar-benar hidup dengan apa adanya --- tidak ingin mengubahnya dan tidak pula menilainya dalam istilah baik dan buruk. Hidup dengan sesuatu bukannya berarti menerima keadaannya: ia ada apakah Anda menerimanya atau tidak. Hidup dengan sesuatu bukanlah pula mempersamakan diri Anda sendiri dengannya.
 
Penanya: Bisakah kita kembali pada pertanyaan apakah sebenarnya kebebasan yang betul-betul diharapkan orang itu? Keinginan akan kebebasan ini mengekspresikan diri pada setiap orang, kadang-kadang melalui cara yang paling bodoh sekalipun, tapi saya rasa orang bisa berkata bahwa dalam hati nurani setiap insan selalu terdapat keinginan yang dalam untuk mendapatkan kebebasan yang tak pernah terwujud; ada pergulatan yang tak ada henti-hentinya ini untuk bebas. Saya tahu bahwa saya tidak bebas; saya terbelenggu dalam begitu banyak keinginan. Bagaimanakah saya bisa bebas, dan apakah artinya itu : benar-benar sejujurnya, hidup bebas ?
 
Krishnamurti: Barangkali keterangan ini akan membantu kita untuk memahaminya: peniadaan (negation) secara total adalah kebebasan itu. Meniadakan segala yang kita anggap positif, meniadakan seluruh moralitas masyarakat, meniadakan semua penerimaan otoritas secara batiniah, meniadakan apa pun yang pernah dikatakan atau disimpulkan sebagai realitas, meniadakan semua tradisi, semua ajaran, semua pengetahuan, kecuali pengetahuan teknologi, meniadakan semua pengalaman, meniadakan semua dorongan yang berasal dari kenikmatan yang diingat ataupun yang terlupakan, meniadakan semua keterkabulan, meniadakan segala ikatan untuk bertindak menurut cara khusus, meniadakan semua cita-cita, semua prinsip, semua teori. Peniadaan yang demikian itu adalah tindakan yang paling positif, dan karena itu, kebebasan.
 
Penanya : Jika pengkondisian ini saya kikis sedikit demi sedikit, saya akan terus melakukannya selama-lamanya, dan perbuatan itu sendiri akan memperbudak saya. Dapatkah semuanya itu lenyap dalam sekejap, bisakah saya dengan serta merta meniadakan seluruh tipu muslihat manusia, semua nilai dan aspirasi serta patokan? Apakah itu benar-benar mungkin? Apakah itu tidak membutuhkan kecakapan yang sangat tinggi, yang tidak saya miliki, membutuhkan pemahaman yang besar sekali, untuk melihat semua ini dalam sekejap dan membiarkannya tersingkap oleh sinar terang, yaitu inteligensi seperti yang Anda sebutkan itu? Saya bertanya-tanya dalam hati, tuan, apakah Anda tahu hal apa akibatnya itu bagi saya ? Saya sebagai manusia biasa dengan pendidikan yang biasa, diminta untuk terjun ke dalam sesuatu yang nampaknya bagaikan kenihilan yang tak terperikan........... Bisakah saya melakukannya? Bahkan saya tak tahu pula apa itu arti terjun ke dalamnya! Itu seperti minta agar saya mendadak sontak menjadi manusia yang paling indah, suci murni dan menyenangkan. Anda tahu bahwa sekarang saya betul-betul ketakutan, bukan seperti yang dulu; sekarang saya dihadapkan kepada sesuatu yang saya tahu bahwa itu benar, namun ketidakmampuan saya untuk melakukannya tetap menyerimpung saya. Saya melihat keindahan hal itu, untuk menjadi benar-benar bukan apa-apa, tetapi...........
 
Krishnamurti: Anda tahu, hanya bilamana ada kekosongan dalam diri seseorang, bukan kekosongannya batin yang dangkal, melainkan kekosongan yang timbul dengan adanya peniadaan total terhadap segalanya yang pernah menjadi diri Anda, dan yang seharusnya menjadi diri Anda, dan yang bakal menjadi diri Anda - hanya dalam kekosongan inilah ada penciptaan; hanya dalam kekosongan inilah sesuatu yang baru dapat terjadi. Rasa-takut adalah pikiran tentang yang tak dikenal; maka Anda takut betul untuk meninggalkan yang dikenal, rasa lekat, rasa puas, kenangan yang menyenangkan, kesinambungan serta keamanan yang memberikan kenyamanan hidup. Pikiran membandingkan kekosongan ini dengan apa yang dianggapnya kekosongan. Imajinasi mengenai kekosongan ini adalah rasa takut, jadi rasa takut adalah pikiran. Untuk kembali pada pertanyaan Anda --- bisakah pikiran meniadakan segala sesuatu yang telah dikenalnya, seluruh isi kesadaran dan ketidak-sadarannya sendiri, yaitu inti-sari Anda sendiri? Dapatkah Anda meniadakan diri Anda sendiri secara total ? Jika tidak, maka kebebasan tidak ada. Kebebasan bukanlah kebebasan dari sesuatu --- itu hanyalah sebuah reaksi; kebebasan datang bersama pengingkaran total.
 
Penanya: Tapi kebaikan apakah yang ada dalam dipunyainya kebebasan semacam itu? Anda minta agar saya mati, bukan?
 
Krishnamurti: Tentu saja ! Saya ingin tahu bagaimana Anda menggunakan istilah "baik" manakala Anda menanyakan tentang kebaikan kebebasan ini? Baik dalam istilah apa? Istilah yang dikenal? Kebebasan adalah kebaikan yang mutlak dan tindakannya adalah keindahan dalam kehidupan sehari-hari. Hanya dalam kebebasan inilah ada penghayatan, dan tanpa kebebasan bagaimana bisa ada cinta kasih? Segala sesuatu ada dan berada dalam kebebasan ini. Kebebasan ada dimana-mana dan tidak ada dimanapun. Jadi kebebasan tidak terbatas. Dapatkah Anda mati sekarang, mati terhadap segalanya yang Anda kenal dan tidak menunggu sampai besok? Kebebasan ini ialah keabadian, dan ekstasa dan cinta-kasih.


KEMBALI KE DIALOG