jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



DIALOG

DIALOG : ORGANISASI
(Diambil dari buku Mendesaknya Kebutuhan Perubahan Bab B-14)


Penanya: Saya pernah menjadi anggota berbagai organisasi yang bersifat keagamaan, niaga dan politik. Jelas bahwa kita harus mempunyai suatu macam organisasi; tanpa itu kehidupan ini tidak dapat berlanjut. Maka saya bertanya-tanya dalam hati ---setelah mendengarkan Anda--- bagaimanakah hubungan antara kebebasan dan organisasi. Dimanakah kebebasan itu bermula dan dimanakah organisasi itu berakhir? Bagaimanakah hubungan organisasi keagamaan dengan Moksha atau pembebasan?

Krishnamurti: Sebagai manusia yang hidup dalam masyarakat yang sangat kompleks, kita membutuhkan organisasi untuk berkomunikasi, untuk berpergian, untuk pengadaan pangan, pakaian serta tempat tinggal, untuk segala kegiatan dalam hidup bersama, baik di kota maupun di desa. Nah, ini harus diorganisasikan dengan efisien dan manusiawi, tidak hanya untuk kepentingan segelintir orang tapi untuk semua orang, tanpa ada pemisah-misahan kebangsaan, ras atau pun kelas.  Bumi ini milik kita semua, bukan milik Anda atau milik saya. Supaya hidup bahagia secara fisik, haruslah ada organisasi yang sehat, rasional dan efisien.

Dewasa ini terjadi kekacauan karena ada pemisah-misahan. Berjuta-juta orang menderita kelaparan, walaupun ada kemakmuran yang berlimpah ruah. Terjadi peperangan, konflik dan segala bentuk kekejaman. Terdapat pula organisasi kepercayaan, organisasi keagamaan, yang lagi-lagi menimbulkan perpecahan dan peperangan.

Moralitas yang berlaku telah membawa orang kepada kekacauan dan keadaan yang berantakan. Ini adalah keadaan dunia yang sebenarnya. Dan bila Anda menanyakan tentang bagaimana. hubungan antara organisasi dan kebebasan, apakah Anda tidak memisahkan kebebasan dari kehidupan sehari-hari? Bila Anda memisahkannya secara ini sebagai sesuatu yang lain sama sekali dengan kehidupan, bukankah pemisahan itu sendiri merupakan konflik dan kekacauan? Maka pertanyaannya yang benar adalah : apakah mungkin untuk hidup dalam kebebasan dan mengorganisasikan kehidupan dari kebebasan ini, dan di dalam kebebasan ini?

Penanya: Dengan begitu tidak ada problema. Tapi organisasi kehidupan tidak diadakan oleh Anda sendiri : orang lain menyelenggarakannya untuk Anda ---pemerintah dan orang-orang lain mengirim Anda ke peperangan atau menentukan pekerjaan Anda. Jadi Anda tidak bisa begitu saja mengorganisir bagi diri Anda sendiri berdasarkan kebebasan. Maksud pokok dari pertanyaan saya ialah bahwa organisasi yang dipaksakan kepada kita oleh pemerintah, oleh masyarakat, oleh moralitas, bukanlah kebebasan.  Dan kalau kita menolaknya, tahu-tahu kita sudah berada ditengah-tengah revolusi, atau suatu reformasi yang sosiologis, yang berarti kita memulai mengulangi serangkaian tindakan yang itu-itu juga. Baik secara lahir maupun batin, kita dilahirkan di dalam organisasi, yang membatasi kebebasan. Satu di antara dua, kita tunduk atau melawan. Kita terbelenggu dalam perangkap ini. Jadi rupa-rupanya tidak perlu memasalahkan bagaimana mengorganisir apa pun atas dasar kebebasan.

Krishnamurti: Kita tidak menyadari bahwa kita telah menciptakan masyarakat, kekalutan ini, dinding pemisah ini; kita semua beranggung jawab atas semuanya ini. Apa adanya kita, itulah adanya masyarakat. Masyarakat tidak berbeda dengan kita. Jika kita berada dalam konflik, serakah, dengki, takut, kita menciptakan keadaan masyarakat yang sama.

Penanya: Ada perbedaan antara individu dan masyarakat. Saya bukan pemakan daging; masyarakat membantai hewan. Saya tidak mau perang; masyarakat akan memaksa saya berbuat itu. Apakah Anda mengatakan bahwa perang ini adalah perbuatan saya.?

Krishnamurti: Ya, itu adalah tanggung jawab Anda. Anda telah menimbulkan segalanya itu dengan nasionalisme, ketamakan, iri hati dan kebencian Anda. Anda bertanggung jawab atas peperangan selama di dalarn hati Anda masih ada perasaan macam itu; selama Anda tergolong suatu bangsa tertentu, keyakinan tertentu, ataupun ras tertentu. Hanya mereka yang bebas dari segala pemisah-misahan itu dapat menyatakan bahwa mereka tidak menciptakan masyarakat yang kalut ini.  Oleh sebab itu tanggung jawab kita ialah untuk berubah, dan membantu orang lain untuk berubah, tanpa kekerasan dan tanpa pertumpahan darah.

Penanya: Itu berarti agama yang diorganisasikan.

Krishnamurti: Sama sekali tidak. Agama yang diorganisir dilandasi oleh kepercayaan dan otoritas.

Penanya: Bagaimana kaitannya hal ini dengan pertanyaan kita mengenai hubungan antara kebebasan dan organisasi? Organisasi selalu dipaksakan, atau warisan dari lingkungan, sedangkan kebebasan selalu berasal dari batin, dan keduanya itu bentrokan.

Krishnamurti: Dari manakah Anda hendak bertolak? Anda harus bertolak dari kebebasan. Dimana ada kebebasan, disitu ada cinta kasih. Kebebasan dan  cinta kasih ini akan memberitahu Anda kapan Anda akan bekerja sama dan kapan Anda tidak akan bekerja sama. Ini bukanlah tindakan memilih-milih, sebab pilihan adalah hasil dari kebingungan. Cinta-kasih dan kebebasan adalah inteligensi. Jadi yang menjadi perhatian kita bukanlah keterpisahan antara organisasi dan kebebasan, tapi apakah kita bisa hidup di dunia ini tanpa pemisah-misahan sama sekali. Yang meniadakan kebebasan dan cinta kasih adalah pemisah-misahan, bukan organisasi. Bila organisasi memisah-misahkan, ia menuju kepada peperangan. Kepercayaan dalam bentuk apapun, cita-cita, betapapun mulianya atau berdayagunanya, menimbulkan pemisah-misahan. Agama yang diorganisasikan adalah penyebab dari pemisah-misahan, sama saja halnya dengan nasionalisme dan kelompok-kelompok penguasa.  Maka perhatikanlah hal-hal yang memisah-misahkan, hal-hal yang menimbulkan pemisah-misahan antara manusia dari manusia, baik yang sifatnya perorangan maupun yang kolektif. Keluarga, gereja, dan negara menimbulkan pemisah-misahan semacam itu. Yang penting adalah memperhatikan geraknya pikiran yang memisah-misah. Pikiran itu sendiri sifatnya memisah-misah, jadi semua tindakan yang dilandasi angan-angan atau ideologi adalah pemisah-misahan. Pikiran menumbuhkan prasangka, pendapat dan penilaian. Karena batinnya terbagi-bagi, manusia mencari kebebasan dari keterpecahan ini. Karena tidak menemukannya, dia berharap akan dapat mengintegrasikan berbagai bagian itu, dan itu tentu saja tidak mungkin. Anda tidak dapat mengintegrasikan dua prasangka. Hidup bebas di dunia ini berarti hidup dengan cinta kasih, menjauhkan diri dari setiap bentuk pemisahan. Apabila ada kebebasan dan cinta-kasih, maka inteligensi ini akan bertindak dalam kerja sama dan akan tahu pula kapan tidak bekerja-sama.***


KEMBALI KE DIALOG