jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



DIALOG

DIALOG : MENYIMAK DALAM KEGELAPAN
[Dari buku The Ending of Time hal.144-151, Dialog J. Krishnamurti & Prof. David Bohm]

-LANDASAN-
Menyimak dalam kegelapan

Krishnamurti: Bagaimana saya akan melenyapkan kegelapan yang terus-menerus dan menetap ini? Itulah satu-satunya pertanyaan, oleh karena, selama itu ada, saya menciptakan pemisahan [division] yang menetap ini. Begini, ini berlangsung berputar-putar. Saya hanya bisa melenyapkan kegelapan melalui pencerahan, dan saya tidak bisa memperoleh pencerah-an itu melalui daya upaya apa pun dari kehendak, jadi saya tidak punya apa-apa. Jadi apakah masalah saya? Masalah saya adalah melihat kegelapan itu, melihat pikiran yang mencipta-kan kegelapan itu, dan melihat bahwa diri adalah sumber kegelapan itu. Mengapa saya tidak bisa melihatnya? Mengapa bahkan saya tidak bisa melihatnya secara logis?

David Bohm: Yah, itu jelas secara logis.

Krishnamurti: Ya, tapi bagaimana pun juga tampaknya itu tidak bekerja. Jadi apa yang harus saya lakukan? Saya menyadari untuk pertama kali bahwa diri menciptakan kegelapan yang terus-menerus menghasilkan pemisahan. Saya melihat itu dengan sangat jelas.

David Bohm: Dan pemecahan itu menghasilkan kegelapan itu.

Krishnamurti: Bolak-balik. Dan dari semua itu, segala sesuatu mulai. Saya melihat itu dengan sangat jelas. Apa yang harus saya lakukan? Jadi saya tidak menerima pemisahan.

Penanya: Krishnaji, tidakkah kita memasukkan kembali pemisahan, ketika kita berkata ada manusia yang membutuh-kan pencerahan?

Krishnamurti: Tetapi manusia memiliki pencerahan. Si X memiliki pencerahan, dan ia telah menjelaskan dengan sangat jelas betapa kegelapan telah lenyap. Saya menyimak dia, dan ia berkata, kegelapan Anda sendirilah yang menciptakan pemisahan. Secara aktual, tidak ada pemisahan, tidak ada pemisahan seperti cahaya dan kegelapan. Jadi ia bertanya kepada saya, bisakah Anda membuang, bisakah Anda meniadakan rasa pemisahan ini?

David Bohm: Tampaknya Anda membawa kembali pemisahan dengan mengatakan bahwa saya harus melakukan itu.

Krishnamurti: Tidak; bukan ‘harus’.

David Bohm: Anda bisa dibilang mengatakan bahwa proses pikiran dari batin tampak menghasilkan pemisahan secara spontan. Anda berkata, cobalah kesampingkan itu, dan pada saat yang sama ia mencoba membuat pemisahan.

Krishnamurti: Saya paham. Tetapi bisakah batin saya meniadakan pemisahan? Atau apakah pertanyaan itu salah?
 
David Bohm: Bisakah ia meniadakan pemisahan selama ia sendiri terpecah?

Krishnamurti: Tidak, tidak bisa. Jadi apa yang akan saya lakukan?

Dengarkan. Si X mengatakan sesuatu yang luar biasa benar, yang mempunyai makna dan keindahan begitu besar sehingga seluruh diri saya berkata, “Tangkaplah itu.” Itu bukan pemisahan.

Saya mengenali bahwa saya adalah pencipta pemisahan, oleh karena saya hidup dalam kegelapan; jadi dari kegelapan itu saya mencipta. Tetapi saya telah menyimak si X, yang mengatakan tidak ada pemisahan. Dan saya mengenali itu sebagai pernyataan yang luar biasa. Jadi, mengatakan hal itu saja kepada orang yang hidup dalam pemisahan yang menetap mempunyai efek langsung. Bukan?

David Bohm: Saya rasa, seperti Anda katakan, orang harus meniadakan pemisahan ...

Krishnamurti: Saya akan membiarkan itu; saya tidak akan meniadakannya. Pernyataan bahwa tidak ada pemisahan—saya ingin memahaminya lebih dalam sedikit. Dengan itu saya bergerak sedikit.

Pernyataan si X dari pencerahan ini, bahwa tidak ada pemisahan, mempunyai efek besar terhadap diri saya. Saya telah hidup dalam pemisahan terus-menerus, lalu ia datang dan berkata, tidak ada pemisahan. Efek apakah yang terjadi pada diri saya?

David Bohm: Lalu Anda berkata, tidak ada pemisahan. Itu masuk akal. Tetapi di sisi lain, tampaknya pemisahan itu ada.

Krishnamurti: Saya mengenali pemisahan itu, tetapi pernyataan bahwa tidak ada pemisahan mempunyai dampak besar terhadap diri saya. Itu tampak wajar, bukan? Bila saya melihat sesuatu yang tak bergerak, itu tentu mempunyai efek tertentu terhadap diri saya. Saya menanggapinya dengan rasa terkejut yang kuat.

David Bohm: Jika Anda membicarakan sesuatu yang ada di depan kita, dan Anda berkata, “Tidak, bukan begitu”, maka tentu saja itu akan mengubah seluruh cara pandang Anda terhadapnya. Sekarang Anda berkata, pemisahan itu bukan begitu. Kita mencoba memandang dan melihat apakah itu memang begitu—bukan?
 
Krishnamurti: Saya bahkan tidak berkata, “Apakah itu memang begitu?” Si X telah menjelaskan dengan amat berhati-hati seluruh masalah ini, dan pada akhirnya ia berkata, bahwa tidak ada pemisahan. Dan saya peka, mengamati dengan sangat berhati-hati, dan menyadari bahwa saya terus-menerus hidup dalam pemisahan. Ketika si X membuat pernyataan itu, itu mematahkan pola itu.

Saya tidak tahu, apakah Anda memahami apa yang saya coba jelaskan? Itu telah mematahkan pola itu, oleh karena ia mengatakan sesuatu yang secara mendasar benar. Tidak ada Tuhan dan manusia; benar, Pak, saya berpegang pada itu. Saya melihat sesuatu—yang adalah, di mana ada kebencian, yang lain tidak ada. Tetapi, sambil membenci, saya menginginkan yang lain itu. Jadi pemisahan terus-menerus lahir dari kegelapan. Dan kegelapan itu menetap. Tetapi saya menyimak dengan sangat berhati-hati, dan si X membuat pernyataan yang tampak mutlak benar. Itu masuk ke dalam diri saya, dan tindakan dari pernyataannya melenyapkan kegelapan itu. Saya tidak berdaya upaya melenyapkan kegelapan, tetapi si X adalah cahaya. Itu benar, saya berpegang ke situ.

Jadi, sampailah kita pada sesuatu, yakni bisakah saya menyimak bersama kegelapan saya—dalam kegelapan saya, yang menetap? Di dalam kegelapan itu, bisakah saya menyimak Anda? Tentu saja saya bisa. Saya hidup di dalam pemisahan yang menetap, yang menghasilkan kegelapan. Si X datang dan berkata kepada saya, tidak ada pemisahan.

David Bohm: Benar. Nah, mengapa Anda berkata, bahwa Anda bisa menyimak di dalam kegelapan?

Krishnamurti: Oh, memang; saya bisa menyimak di dalam kegelapan. Kalau tidak, saya tidak tertolong.

David Bohm: Tetapi itu bukan alasan.

Krishnamurti: Tentu saja itu bukan alasan, tetapi memang begitu!

David Bohm: Hidup di dalam kegelapan tidak ada manfaat-nya. Tetapi sekarang kita berkata, adalah mungkin untuk menyimak di dalam kegelapan.

Krishnamurti: Ia, si X, menjelaskan kepada saya dengan sangat, sangat berhati-hati. Saya peka, saya menyimak kepada-nya di dalam kegelapan saya, tetapi itu membuat saya peka, hidup, waspada. Itulah yang saya lakukan. Kami melakukan-nya bersama-sama. Dan ia membuat pernyataan, bahwa sama sekali tidak ada pemisahan. Dan saya tahu bahwa saya hidup dalam pemisahan. Pernyataan itu sendiri membuat gerak yang menetap ini berhenti.

Kalau tidak, jika ini tidak terjadi, saya tidak punya apa-apa—pahamkah Anda? Saya hidup terus-menerus di dalam kegelapan. Tetapi ada satu suara di padang pasir, dan menyimak suara itu mempunyai efek luar biasa.

David Bohm: Dengan menyimak masuk sampai ke sumber dari gerak itu, sedangkan dengan pengamatan tidak terjadi.

Krishnamurti: Ya. Saya mengamati, saya menyimak, saya memainkan segala macam mainan sepanjang hidup saya. Dan sekarang saya melihat, bahwa hanya ada satu hal. Bahwa ada kegelapan yang menetap ini, dan bahwa saya bertindak di dalam kegelapan; di padang pasir ini, yang adalah kegelapan; yang pusatnya adalah diri. Saya melihat itu secara mutlak, sepenuhnya; saya tidak bisa berdalih melawannya lagi. Lalu si X datang dan mengatakan ini kepada saya. Di padang pasir itu sebuah suara mengatakan ada air. Pahamkah Anda? Itu bukan harapan. Terdapat tindakan seketika di dalam saya.

Kita perlu menyadari bahwa gerak menetap di dalam kegelapan ini adalah hidup saya. Anda paham apa yang saya katakan? Bisakah saya, dengan segenap pengalaman, dengan segenap pengetahuan yang telah saya kumpulkan selama sejuta tahun, tiba-tiba menyadari bahwa saya hidup dalam kegelapan menyeluruh? Oleh karena hal itu berarti bahwa saya telah tiba pada akhir dari segala harapan. Bukan? Tetapi harapan saya adalah kegelapan juga. Masa depan sama sekali tak masuk hitungan, jadi saya tinggal sendirian bersama kegelapan yang besar ini, dan saya ada di situ. Itu berarti, bahwa menyadari hal itu adalah pengakhiran dari proses ‘menjadi’. Saya telah mencapai titik itu, dan si X mengatakan kepada saya, itu alamiah. 

Lihat, semua agama menyatakan bahwa pemisahan itu ada.

David Bohm: Tetapi, mereka berkata pemisahan itu bisa diatasi.

Krishnamurti: Itu adalah pola sama berulang kembali. Tidak peduli siapa yang mengatakannya, tetapi faktanya ialah, ada orang di padang liar mengatakan sesuatu, dan di padang pasir itu saya selalu menyimak kepada semua suara, dan kepada suara saya sendiri, yang telah menciptakan kegelapan lebih banyak lagi. Namun, ini benar. Itu berarti, jika ada pencerahan tidak ada pemisahan, bukan?

David Bohm: Ya.

Krishnamurti: Itu bukan pencerahanmu atau pencerahanku, itu pencerahan. Di situ tidak ada pemisahan.

David Bohm: Ya.

Krishnamurti: Yang membawa kita kepada landasan yang kita bicarakan ...

David Bohm: Bagaimana dengan landasan itu?

Krishnamurti: Pada landasan itu, tidak ada kegelapan sebagai kegelapan, atau cahaya sebagai cahaya. Pada landasan itu, tidak ada pemisahan. Tidak ada suatu pun yang lahir dari kehendak, atau waktu, atau pikiran.

David Bohm: Apakah Anda mengatakan bahwa cahaya dan kegelapan tidak terpisah?

Krishnamurti: Benar.

David Bohm: Yang berarti, kedua-duanya tidak ada.

Krishnamurti: Kedua-duanya tidak ada; itulah! Tapi ada sesuatu yang lain. Ada persepsi, bahwa ada suatu gerak yang berbeda, yang bersifat ‘non-dualistik’.

David Bohm: ‘Non-dualistik’ berarti apa? Tiada pemisahan?

Krishnamurti: Tiada pemisahan. Saya tidak akan menggunakan kata ‘non-dualistik’. Tidak ada pemisahan.

David Bohm: Tetapi bagaimana pun juga ada gerak.

Krishnamurti: Tentu saja.

David Bohm: Apa artinya itu sekarang, tanpa pemisahan?

Krishnamurti: Yang saya maksud dengan gerak, gerak itu bukan waktu. Gerak itu tidak menghasilkan pemisahan. Jadi saya ingin kembali, menuntun kepada landasan. Jika, pada landasan itu, tidak ada kegelapan dan tidak ada cahaya, tidak ada Tuhan atau Anak Allah—tidak ada pemisahan—apa yang terjadi? Apakah Anda akan berkata bahwa landasan itu adalah gerak?

David Bohm: Yah, itu mungkin; ya. Gerak tak terpecah.

Krishnamurti: Tidak. Saya berkata, ada gerak di dalam kegelapan.

David Bohm: Ya, tapi kita berkata, tidak ada pemisahan antara kegelapan dan cahaya, namun Anda berkata ada gerak.

Krishnamurti: Ya. Apakah Anda berkata, landasan itu gerak tanpa akhir?

David Bohm: Ya. 

Krishnamurti: Apa artinya itu?

David Bohm: Yah, itu sukar diungkapkan.

Krishnamurti: Teruslah selami itu; mari kita ungkapkan. Apakah gerak, selain gerak dari sini ke sana, selain dari waktu —adakah gerak lain?

David Bohm: Ya.

Krishnamurti: Ada. Gerak dari ‘berada’ menuju ‘menjadi’—secara psikologis. Ada gerak dari jarak, ada gerak dari waktu. Kita mengatakan, semua itu pemisahan. Adakah gerak yang dalam dirinya tidak mempunyai pemisahan? Bila Anda membuat pernyataan bahwa tidak ada pemisahan, tentu ada gerak seperti itu?

David Bohm: Yah, apakah Anda mengatakan, bila tidak ada pemisahan, gerak itu ada?

Krishnamurti: Ya, dan saya berkata—si X berkata—itulah landasan itu.

David Bohm: Benar.

Krishnamurti: Apakah Anda berkata, itu tidak punya akhir, tidak punya awal?

David Bohm: Ya.

Krishnamurti: Yang lagi-lagi berarti waktu.

David Bohm: Bisakah kita katakan, gerak itu tidak punya wujud?

Krishnamurti: Tanpa wujud—semua itu. Saya ingin melangkah lebih jauh sedikit. Yang saya tanyakan ialah, kita berkata bahwa  ketika Anda menyatakan tidak ada pemisahan, itu berarti tiada pemisahan di dalam gerak.

David Bohm: Ia mengalir tanpa pemisahan.

Krishnamurti: Ya, itu suatu gerak di mana tidak ada pemisah-an. Apakah saya menangkap maknanya? Apakah saya memahami kedalaman pernyataan itu? Suatu gerak yang di situ tidak ada pemisahan, yang berarti tiada waktu, tiada jarak seperti yang kita kenal. Tiada unsur waktu sama sekali di dalamnya. Jadi, saya mencoba melihat apakah gerak itu mengelilingi manusia?

David Bohm: Ya, membungkus manusia.

Krishnamurti: Saya ingin sampai ke situ. Saya prihatin terhadap umat manusia, kemanusiaan, yang adalah aku. Si X telah membuat beberapa pernyataan, dan saya telah menangkap sebuah pernyataan yang tampaknya sepenuhnya benar—bahwa tidak ada pemisahan. Yang berarti tidak ada tindakan yang memisah-misah.

David Bohm: Ya.

Krishnamurti: Saya melihat itu. Dan saya juga bertanya, apakah gerak itu tanpa waktu, dan sebagainya? Tampaknya itulah dunia, pahamkah Anda?

David Bohm: Alam semesta.

Krishnamurti: Alam semesta, kosmos, keseluruhannya.

David Bohm: Totalitas.

Krishnamurti: Totalitas. Bukankah ada ungkapan Yahudi, “Hanya Tuhan yang berhak berkata, ‘Aku ada’. ”?

David Bohm: Yah, itulah cara bahasa tersusun. Tidak perlu mengatakan demikian.

Krishnamurti: Tidak, saya paham. Anda paham apa yang saya coba capai?

David Bohm: Ya, bahwa hanya gerak itu yang ‘ada’.

Krishnamurti: Bisakah batin [berasal] dari gerak itu? Oleh karena itu tanpa-waktu, dengan demikian tanpa-kematian. 

David Bohm: Ya, gerak itu tanpa kematian; sejauh batin ikut mengambil bagian di situ, itu sama.

Krishnamurti: Anda paham apa yang saya katakan?

David Bohm: Ya. Tetapi apakah yang mati ketika si individu mati?

Krishnamurti: Itu tidak ada artinya, oleh karena sekali saya memahami bahwa tidak ada pemisahan ...

David Bohm: ... lalu itu tidak penting.

Krishnamurti: Kematian tidak ada artinya.

David Bohm: Itu masih punya arti dalam konteks lain.

Krishnamurti: Oh, berakhirnya tubuh ini, itu sangat remeh. Tapi pahamkah Anda? Saya ingin menangkap makna pernyata-an bahwa tidak ada pemisahan; pernyataan itu telah mematah-kan sihir dari kegelapan saya, dan saya melihat bahwa ada gerak, itu saja. Yang berarti, kematian sangat kecil artinya.

David Bohm: Ya.

Krishnamurti: Anda telah melenyapkan sama sekali ketakut-an akan kematian.

David Bohm: Ya. Saya paham, bahwa ketika batin mengambil bagian dalam gerak itu, maka batin adalah gerak itu.

Krishnamurti: Itu saja! Batin adalah gerak itu. ***
 
                         
                                                                                               
KEMBALI KE DIALOG