jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



DIALOG

DIALOG : MENDENGARKAN
( Dari buku Bunga Rampai-5 )


Bulan purnama baru saja muncul diatas sungai; terdapat kabut yang membuatnya merah, dan asap mengepul dari dusundusun yang banyak itu, karena hawanya dingin. Tidak ada suatu keriputpun diatas sungai, namun arusnya tersembunyi, kuat dan dalam. Burung-burung walet berterbangan rendah, dan satu atau dua buah ujung sayapnya menyentuh air, sedikit sekali mengganggu ketenangan permukaan air. Di hulu sungai bintang senja baru saja nampak diatas menara dikota yang penuh dan jauh. Burung-burung kasturi telah datang kembali untuk berdekatan dengan tempat tinggal manusia, dan Cara terbang mereka tidak pernah lurus. Mereka hinggap dengan suatu pekikan, mematuk sebutir padi, dan terbang menyerong, namun mereka itu selalu bergerak maju kearah sebatang pohon yang berdaun lebat, dimana mereka berkumpul ratusan ekor banyaknya; kemudian pergilah mereka terbang lagi kebatang pohon lain yang lebih lebat, dan pada saat kegelapan datang terdapatlah keheningan. Bulan sekarang telah berada jauh diatas puncak-puncak pohon, dan bulan membuat suatu jalan perak diatas air yang diam.

Saya melihat pentingnya mendengarkan, akan tetapi saya sangsi apakah saya pernah sungguh-sungguh mendengarkan apa yang anda katakan. Pria itu berkata. Betapa saya harus membuat daya-upaya keras untuk mendengarkan.

Apabila anda membuat daya-upaya untuk mendengarkan, apakah anda sedang mendengarkan ? Apakah daya-upaya itu sendiri bukan merupakan suatu gangguan yang mencegah anda mendengarkan ? Apakah anda membuat daya-upaya bilamana anda mendengarkan sesuatu yang memberi anda kenikmatan ? Sesungguhnyalah, daya-upaya untuk mendengarkan ini adalah suatu bentuk pemaksaan. Pemaksaan adalah perlawanan, bukan? Dan perlawanan mendatangkan problema-problema, maka mendengarkanpun menjadi satu diantara problema-problema itu. Mendengarkan itu sendiri tidak pernah menjadi suatu problema.

Akan tetapi bagi saya begitu. Saya ingin untuk mendengarkan dengan baik karena saya merasa bahwa apa yang anda sedang katakan mempunyai arti yang mendalam, akan tetapi saya tidak dapat menyelami lebih daripada arti kata-katanya belaka.

Jika boleh saya katakan demikian, anda sekarang tidak sedang mendengarkan kepada apa yang sedang dikatakan. Anda telah membuat tindakan mendengarkan menjadi suatu problema, dan problema ini mencegah anda dari mendengarkan. Setiap hal yang kita sentuh menjadi suatu problema, suatu persoalan mendatangkan banyak persoalan lainnya. Melihat ini; apakah mungkin untuk tidak menimbulkan problema-problema sama sekali ?

Itu akan menakjubkan sekali, akan tetapi, bagaimana kita bisa tiba pada keadaan bahagia itu ?

Lagi-lagi anda lihat, pertanyaan dari `bagaimana', cara untuk memperoleh suatu keadaan tertentu, menjadi suatu problema lainlagi. Kita sedang bicarakan tentang tidak melahirkan problema-problema. Jika boleh ditunjukkan, anda harus waspada / sadar akan cara dimana pikiran menciptakan problema-problema. Anda ingin untuk memperoleh keadaan dari mendengarkan secara sempurna; dengan lain kata-kata, anda tidak mendengarkan , akan tetapi anda menghendaki untuk memperoleh suatu keadaan, dan anda membutuhkan waktu dan minat untuk memperoleh keadaan itu atau keadaan apapun yang lain. Kebutuhan akan waktu dan minat menghasilkan problema-problema. Anda tidak hanya sadar / waspada dengan gamblang bahwa anda tidak sedang mendengarkan. Apabila sadar / waspada akan hal itu, fakta itu sendiri bahwa anda tidak sedang mendengarkan mempunyai tindakannya sendiri; kebenaran dari fakta itu bertindak, anda tidak bertindak terhadap fakta itu. Namun anda ingin bertindak terhadap fakta itu, untuk merobahnya, untuk memelihara kebalikannya, untuk mendatangkan suatu keadaan yang diinginkan, dst.

Daya-upaya anda untuk bertindak terhadap fakta itu menghasilkan problema-problema, sedangkan melihat kebenaran dari fakta itu mendatangkan tindakan pembebasannya sendiri. Anda tidak sadar / waspada akan apa yang benar, juga anda tidak melihat yang palsu sebagai yang palsu, selama pikiran anda disibukkan dalam cara apapun dengan daya-upaya, dengan perbandingan, dengan membenarkan atau menyalahkan.

Semua itu boleh jadi demikian, akan tetapi dengan adanya .semua konflik dan pertentangan yang berlangsung didalam dirisendiri, tampaknya masih saja bagi saya bahwa hampir tidak mungkin untuk mendengarkan.

Mendengarkan itu sendiri adalah suatu tindakan lengkap; tindakan dari mendengarkan itu sendiri mendatangkan kebebasannya sendiri. Akan tetapi apakah anda sungguh-sungguh tertarik dengan mendengarkan, atau dengan merobah kekacauan disebelah dalam ? Jika anda mau mendengarkan, tuan, dalam arti kata waspada / sadar akan konflik-konflik dan kontradiksi-kontradiksi anda tanpa memaksa mereka kedalam suatu contoh pikiran tersendiri, barangkali mereka itu akan berhenti sama sekali. Anda tahu, kita ini selalu mencoba untuk menjadi begini atau begitu, untuk memperoleh suatu keadaan tersendiri, untuk memperoleh suatu macam pengalaman batin dan menghindarkan yang lain, maka pikiran tidak pernah berhenti sibuk dengan sesuatu; pikiran tidak pernah diam untuk mendengarkan kebisingan dari pergulatan dan penderitaannya sendiri. Bersahajalah, tuan, dan jangan mencoba untuk menjadi sesuatu atau untuk memperoleh suatu pengalaman batin.


KEMBALI KE DIALOG