jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



DIALOG

DIALOG : KEBIASAAN
Diambil dari buku Delapan Percakapan, bab IV


Penanya: Saya mempunyai satu kebiasaan yang menguasai; saya mempunyai kebiasaan-kebiasaan lain; akan tetapi semua itu tidaklah sepenting yang satu ini. Saya telah memerangi satu kebiasaan ini selama yang saya dapat ingat. Kebiasaan itu tentu telah terbentuk sejak saya masih kecil sekali. Agaknya tidak ada seorangpun yang cukup memperhatikan untuk mengoreksinya pada waktu itu dan lambat-laun dengan bertambahnya umur kebiasaan berakar makin dalam. Kebiasaan itu menghilang kadang-kadang hanya untuk muncul kembali. Saya agaknya tidak mampu untuk terlepas darinya. Saya ingin sekali untuk menguasainya secara mutlak. Telah menjadi suatu kegemaran yang berlebihan (mania) bagi saya untuk mengalahkannya. Apakah yang harus saya lakukan ?

Krishnamurti: Dari apa yang anda katakan, anda telah jatuh ke dalam suatu kebiasaan. Selama bertahun-tahun dan anda telah memupuk suatu kebiasaan lain, yaitu kebiasaan memeranginya. Demikianlah, anda ingin terlepas dari satu kebiasaan dengan memupuk lain kebiasaan yaitu penolakan dari kebiasaan pertama. Anda memerangi satu kebiasaan dengan lain kebiasaan. Apabila anda tidak dapat terlepas dari kebiasaan pertama anda merasa bersalah, malu, tertekan, barangkali marah terhadap diri anda sencliri karena kelemahan anda. Kebiasaan yang satu dan yang lain adalah dua muka dari mata uang yang sama tanpa yang pertama, yang ke dua tidak akan ada, maka yang ke dua ini sesungguhnya adalah kelanjutan dari yang pertama sebagai suatu reaksi. Demikianlah sekarang anda mempunyai dua masalah sedangkan pada mulanya anda hanya mempunyai satu masalah saja.

Penanya: Saya tahu apa yang anda maksudkan karena saya tahu apa yang anda katakan tentang kewaspadaan, akan tetapi saya tidak dapat waspada setiap saat.

Krishnamurti: Maka sekarang anda mempunyai beberapa hal yang terjadi pada waktu yang sama : pertama-tama kebiasaan yang permulaan, lalu keinginan untuk terlepas dari itu, kemudian kekecewaan karena anda telah gagal, lalu keputusan untuk waspada setiap saat. Jaring-jemaring ini timbul karena secara mendalam anda ingin terlepas dari kebiasaan yang satu itu; itulah dorongan utama anda, dan sepanjang waktu anda terombang-ambing antara kebiasaan itu dan pemerangannya. Anda tidak melihat bahwa masalah yang sesungguhnya adalah memiliki kebiasaan, baik atau buruk, bukan hanya satu kebiasaan tertentu saja. Maka pertanyaan sesungguhnya adalah, mungkinkah untuk mematahkan suatu kebiasaan tanpa daya upaya apapun, tanpa memupuk kebalikannya, tanpa rnenekan kebiasaan itu melalui penjagaan ketat yang merupakan perlawanan? Penjagaan ketat tak lain hanyalah lain kebiasaan juga karena ia digerakkan oleh kebiasaan yang dicobanya untuk diatasinya.

Penanya: Anda maksudkan, dapatkah saya terlepas dari kebiasaan itu tanpa menggerakkan jaring-jemaring yang ruwet dari reaksi-reaksi terhadap itu ?

Krishnamurti: Selama anda terlepas dari itu, jaring-jemaring ruwet dari reaksi-reaksi itu sesungguhnya sedang bekerja. Keinginan untuk terlepas dari kebiasaan itu adalah jaring - jemaring reaksioner itu. Maka sesungguhnya anda tidak rnenghentikan reaksi yang sia-sia terhadap kebiasaan itu.

Penanya: Akan tetapi betapapun juga saya harus melakukan sesuatu terhadap kebiasaan itu!

Krishnamurti: Itu menunjukkan bahwa anda dikuasai oleh satu keinginan ini. Keinginan ini dan reaksi-reaksinya tidak berbeda dengan kebiasaan itu, dan mereka saling menyuburkan. Keinginan untuk menjadi unggul tidak berbeda dari perasaan rendah diri, maka yang unggul adalah yang rendah. Si orang suci adalah si orang berdosa.

Penanya: Apakah kalau begitu, saya harus tidak melakukan apapun juga tentang kebiasaan itu?

Krishnamurti: Apa yang anda lakukan tentang itu adalah memupuk lain kebiasaan sebagai kebalikan dari kebiasaan yang lama itu.

Penanya: Jika saya tidak melakukan apa-apa, kebiasaan itu tetap ada di situ, dan kita kembali di mana kita mulai tadi.

Krishnamurti: Begitukah ? Setelah tahu bahwa apa yang anda lakukan untuk memecahkan kebiasaan itu merupakan pemupukan suatu kebiasaan lain, maka hanya bisa terdapat satu tindakan saja, yaitu tidak melakukan apa-apa sama sekali terhadap kebiasaan itu. Apapun yang anda lakukan berada dalam pola dari kebiasaan-kebiasaan, maka tidak melakukan apa-apa, memiliki perasaan bahwa anda tidak harus memeranginya, adalah tindakan terbesar dari kecerdasan. Jika anda melakukan sesuatu yang positif maka anda kembali ke dalam lapangan dari kebiasaan. Melihat ini dengan sangat jelas terdapatlah seketika suatu perasaan kelegaan dan keringanan besar. Anda sekarang melihat bahwa memerangi satu kebiasaan dengan memupuk lain kebiasaan tidak dapat mengakhiri kebiasaan pertama itu maka anda menghentikan memeranginya.

Penanya: Kalau begitu hanya kebiasaan itu yang tinggal, dan tidak terdapat perlawanan terhadapnya.

Krishnamurti: Setiap bentuk perlawanan menyuburkan kebiasaan itu, yang tidak berarti bahwa anda melanjutkan kebiasaan itu. Anda waspada akan kebiasaan itu dan akan pemupukan dari kebalikannya yang juga merupakan suatu kebiasaan, dan kewaspadaan ini memperlihatkan pada anda bahwa apapun yang anda lakukan sehubungan dengan kebiasaan itu adalah pembentukan dari kebiasaan. lain. Maka sekarang, setelah mengamati seluruh proses ini, kecerdasan anda mengatakan jangan melakukan sesuatu terhadap kebiasaan itu. Jangan memberi perhatian apapun kepadanya. Jangan anda mementingkan itu, karena makin anda mementingkan kebiasaan itu ia menjadi makin aktif. Sekarang kecerdasan bekerja dan mengamati. Pengamatan ini sama sekali berbeda dengan penjagaan sebagai perlawanan terhadap kebiasaan, bereaksi terhadap itu. Jika anda menghayati kecerdasan yang mengamati ini, maka penghayatan inilah yang akan bekerja dan berurusan dengan kebiasaan itu, dan bukan penjagaan ketat dari ketetapan hati dan kemauan. Maka yang penting bukanlah kebiasaan melainkan pengertian tentang kebiasaan yang mendatangkan kecerdasan. Kecerdasan ini terus berjaga tanpa bahan bakar dari keinginan, yaitu kemauan. Dalam hal pertama kebiasaan itu dihadapi dengan perlawanan, di dalam hal ke dua kebiasaan itu tidak dilawan sama sekali, dan itulah kecerdasan. Tindakan kecerdasan membuat layu perlawanan terhadap kebiasaan itu yang disuburkan oleh perlawanan itu sendiri.

Penanya: Apakah anda bermaksud mengatakan bahwa saya telah terlepas dari kebiasaan saya ?

Krishnamurti: Perlahan-lahanlah, jangan terlampau tergesa-gesa dalam dugaan anda bahwa anda terlepas dari itu. Yang lebih penting dari kebiasaan adalah pengertian ini, yaitu kecerdasan. Kecerdasan ini adalah keramat dan karenanya harus disentuh dengan tangan-tangan bersih, bukan diexploitir untuk permainan-permainan kecil yang tiada artinya. Kebiasaan kecil anda itu sama sekali tidak penting. Jika terdapat kecerdasan maka kebiasaan itu tidak ada artinya; jika kecerdasan tidak ada, maka apa yang anda miliki hanyalah roda dari kebiasaan-kebiasaan itulah.


KEMBALI KE DIALOG