jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



DIALOG

DIALOG : KEBAHAGIAAN
Diambil dari buku Mendesaknya Kebutuhan Perubahan, bab 25


Penanya: Apakah kebahagiaan itu? Saya selalu berusaha untuk mendapatkannya, tapi entah bagaimana, saya tidak menemukannya. Saya melihat orang menyenangkan dirinya dengan begitu banyak cara yang berbeda-beda dan banyak yang mereka lakukan itu nampaknya tidak dewasa dan kekanak-kanakan. Saya kira mereka merasa bahagia menurut caranya sendiri, tapi saya menginginkan kebahagiaan yang lain sifatnya. Saya pernah mendapatkan isyarat yang aneh bahwa ada kemungkinan untuk memperoleh kebahagiaan itu, namun entah bagaimana, saya tak pernah mencapainya. Saya ingin tahu apakah yang bisa saya lakukan supaya saya benar-benar merasakan kebahagiaan yang sempurna?
 
Krishnamurti: Apakah Anda mengira bahwa kebahagiaan itu sendiri suatu tujuan? Ataukah kebahagiaan itu datang sebagai suatu tambahan dalam kehidupan yang inteligen?
 
Penanya: Saya rasa itu sebuah tujuan, sebab kalau kebahagiaan itu ada maka apapun yang kita lakukan akan selaras; maka kita akan berbuat apa pun tanpa daya upaya, dengan gampang, tanpa perselisihan. Saya yakin bahwa apabila kita bahagia, apapun yang kita lakukan akan benar.
 
Krishnamurti: Tetapi benarkah begitu? Apakah kebahagiaan itu sendiri merupakan tujuan? Kebajikan itu bukanlah suatu tujuan. Jika kebajikan itu sebuah tujuan, maka kebahagiaan menjadi urusan yang remeh sekali. Dapatkah Anda mencari kebahagiaan? Jika Anda mencarinya, maka mungkin Anda akan menemukan kebahagiaan semu dalam segala bentuk kebingungan serta pemuasan nafsu. Ini adalah kesenangan. Apakah hubungannya kesenangan dan kebahagiaan?
 
Penanya: Saya tidak pernah mempertanyakannya pada diriku sendiri.
 
Krishnamurti: Kesenangan yang kita kejar telah disalah-artikan sebagai kebahagiaan, tapi bisakah Anda mengejar kebahagiaan seperti halnya Anda mengejar kesenangan? Tentu saja harus betul-betul jelas bagi kita mengenai apakah kesenangan itu kebahagiaan. Kesenangan adalah kepuasan. kelegaan, mengumbar keinginan, hiburan, perangsangan. Kita kebanyakan mengira bahwa kesenangan itu kebahagiaan, dan kesenangan yang paling besar kita anggap sebagai kebahagiaan yang paling besar. Dan apakah kebahagiaan itu kebalikan dari ketidak-bahagiaan? Apakah Anda berusaha menjadi bahagia karena Anda merasa tidak bahagia dan tidak puas? Apakah betul bahwa kebahagiaan itu mempunyai kebalikan? Apakah ada sesuatu yang merupakan kebalikan dari cinta kasih? Apakah pertanyaan Anda tentang kebahagiaan itu disebabkan oleh rasa tidak bahagia?
 
Penanya: Saya merasa tidak bahagia seperti orang-orang lainnya dan dengan sendirinya saya tidak mengharapkannya, dan itulah yang mendorong saya untuk mencari kebahagiaan.
 
Krishnamurti: Jadi bagi Anda kebahagiaan adalah kebalikannya ketidak-bahagiaan. Andaikata Anda merasa bahagia Anda tak akan mencarinya. Maka yang penting bukanlah kebahagiaan, melainkan apakah ketidak-bahagiaan itu bisa berakhir. Itulah problema yang sebenarnya, bukan? Anda menanyakan tentang kebahagiaan karena Anda merasa tidak bahagia dan Anda mengajukan pertanyaan ini tanpa menyelidiki apakah kebahagiaan itu kebalikan dari ketidak-bahagiaan.
 
Penanya: Jika itu yang Anda maksudkan, saya menerima apa kata Anda. Maka yang menjadi keprihatinan saya ialah bagaimana bisa bebas dari kesengsaraan yang menimpa diri saya ini.
 
Krishnamurti: Manakah yang lebih penting --- memahami ketidak-bahagiaan atau mengejar kebahagiaan? Kalau Anda mengejar kebahagiaan, itu menjadi suatu pelarian dari ketidak-bahagiaan dan karena itu rasa tidak bahagia akan terus ada, barangkali terselubung, tersembunyi, tapi selalu disitu, memborok di dalam. Jadi apakah yang Anda persoalkan sekarang?
 
Penanya: Pertanyaan saya sekarang ialah mengapa saya sengsara? Anda telah menunjukkan kepada saya dengan cermat sekali, keadaan saya yang sebenarnya, lebih dari pada memberikan jawaban yang saya harapkan, maka sekarang saya dihadapkan pada pertanyaan ini, bagaimana saya bisa lepas dari kesengsaraan yang menimpa saya ini ?
 
Krishnamurti: Dapatkah sesuatu di luar diri Anda menolong Anda untuk bisa terlepas dari kesengsaraan Anda sendiri, entah sesuatu itu Tuhan, guru, obat bius ataupun seorang juru selamat? Ataukah orang bisa memiliki inteligensi untuk memahami sifatnya ketidak-bahagiaan dan langsung menghadapinya?
 
Penanya: Saya datang pada Anda karena mengira barangkali Anda dapat menolong saya, jadi Anda bisa menamakan diri Anda sendiri sesuatu yang ada di luar diri saya. Saya mengharapkan pertolongan dan saya tidak peduli siapa yang akan menolong saya itu.
 
Krishnamurti: Dalam menerima atau memberikan pertolongan, berbagai hal terkandung di dalamnya. Jika Anda menerima pertolongan dengan membuta-tuli, Anda akan terbelenggu dalam perangkap otoritas satu atau lainnya, yang menyebabkan timbulnya bermacam-macam problema, seperti ketaatan dan rasa-takut. Maka jika Anda bertolak dengan mengharapkan pertolongan, Anda tidak hanya tidak mendapatkan pertolongan --- sebab bagaimanapun juga tak seorangpun dapat menolong Anda --- tapi sebagai tambahan Anda mendapatkan serentetan problema baru; Anda makin dalam terperosok ke dalam lumpur.
 
Penanya: Saya rasa saya memahami dan menerima kata-kata Anda. Sebelumnya saya tidak pernah nemikirkannya secara tuntas. Lalu bagaimanakah saya bisa mengembangkan inteligensi untuk membereskan sendiri rasa tidak bahagia, secara langsung? Andaikata saya memiliki inteligensi ini, sudah barang tentu saya tidak datang kemari sekarang, saya tidak akan minta pertolongan Anda. Maka pertanyaan saya sekarang ialah, bisakah saya mendapatkan inteligensi ini untuk memecahkan problema ketidak-bahagiaan ini dan dengan demikian mencapai kebahagiaan?
 
Krishnamurti: Anda mengatakan bahwa inteligensi ini terpisah dari tindakannya. Tindakan inteligensi ini ialah dilihatnya serta dipahaminya problema itu sendiri. Keduanya itu tidak terpisah dan tidak beruntun; Anda tidak lebih dahulu mendapatkan inteligensi lalu menggunakannya untuk menanggulangi problema seperti kalau Anda menggunakan perkakas. Itu merupakan salah satu dari berbagai penyakit berpikir jika mengatakan bahwa orang harus memiliki kecakapan dulu, kemudian menggunakannya; ide atau prinsipnya dulu, baru kemudian menerapkannya. Penyakit ini ialah tidak hadirnya inteligensi, dan merupakan asal mula problema. Ini adalah fragmentasi. Inilah jalan hidup yang kita tempuh maka kitapun berbicara tentang kebahagiaan dan ketidak-bahagiaan, kebencian dan cinta-kasih dan lain sebagainya.
 
Penanya: Barangkali ini ada pertautannya dengan struktur bahasa.
 
Krishnarnurti: Barangkali begitu, tapi hendaknya kita disini tidak usah repot-repot menanggapi hal itu dan menyimpang dari pokok pembicaraan. Kita mengatakan bahwa inteligensi dan tindakan dari inteligensi tadi --- yaitu dilihatnya problema dari rasa tidak bahagia --- adalah tunggal tak terpisahkan. Juga bahwa ini tidak terpisah dari berakhirnya rasa tidak bahagia atau merasakan kebahagiaan.
 
Penanya: Bagaimanakah saya mendapatkan inteligensi tersebut?
 
Krishnamurti: Apakah Anda sudah mengerti apa yang telah kita bicarakan?
 
Penanya: Ya.
 
Krishnamurti: Tetapi jika Anda telah mengerti maka Anda pun melihat bahwa melihat ini adalah inteligensi. Satu-satunya hal yang dapat Anda lakukan ialah melihat; Anda tidak dapat memupuk inteligensi agar bisa melihat. Melihat bukanlah memupuk inteligensi. Melihat lebih penting ketimbang inteligensi, atau kebahagiaan, atau rasa tidak bahagia. Yang ada hanyalah melihat atau tidak melihat. Yang lain-lainnya --- yaitu kebahagiaan, ketidak-bahagiaan dan inteligensi --- adalah kata-kata belaka.
 
Penanya: Lantas apakah artinya melihat?
 
Krishnamurti: Melihat berarti memahami bagaimana pikiran menciptakan kebalikan. Sesuatu yang diciptakan oleh pikiran, tidak nyata. Melihat berarti memahami sifat pikiran, memori, konflik, ide; melihat semua ini sebagai suatu proses yang utuh ialah memahami. Ini adalah inteligensi; melihat secara menyeluruh adalah inteligensi; melihat secara fragmentaris berarti tak adanya inteligensi.
 
Penanya: Saya agak bingung sedikit. Saya rasa saya telah memahami, tapi agak samar-samar; saya harus melangkah pelan-pelan. Yang Anda katakan ialah : lihatlah dan dengarkanlah dengan sempurna. Anda katakan bahwa perhatian ini adalah inteligensi dan Anda katakan pula bahwa itu harus langsung. Orang hanya bisa melihat sekarang. Saya ingin tahu apakah saya betul-betul melihat sekarang, ataukah saya akan pulang dan merenungkan kembali apa yang Anda katakan sambil berharap akan bisa melihat nanti ?
 
Krishnamurti: Kalau demikian Anda tidak akan pernah melihatnya; dalam merenungkan hal itu Anda selamanya tidak akan melihatnya, sebab berpikir menghalang-halangi pengelihatan. Kita berdua telah memahami apa artinya melihat. Melihat bukanlah intisari atau abstraksi atau sebuah ide. Anda tidak dapat melihat jika tidak ada sesuatu pun untuk dilihat. Sekarang Anda dihadapkan pada problema rasa tidak bahagia. Lihatlah dengan sempurna, termasuk keinginan Anda untuk merasa bahagia dan bagaimana pikiran itu menciptakan kebalikan. Lihatlah pengejaran kebahagiaan itu dan pencarian akan pertolongan demi tercapainya kebahagiaan. Lihatlah kekecewaan, harapan, rasa takut. Semua ini harus dilihat dengan sempurna., seutuhnya, tidak terpisah-pisah. Lihatlah semua itu sekarang, curahkan segenap perhatian Anda kepadanya.
 
Penanya: Saya masih kebingungan. Saya tidak tahu apakah saya telah menangkap intisarinya, seluruh persoalannya. Saya ingin menutup mata saya dan menyelami diri saya sendiri untuk melihat apakah saya benar-benar telah memahami soal ini. Jika benar demikian, maka saya telah memecahkan problema saya.


KEMBALI KE DIALOG