jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



DIALOG

DIALOG : JIWA YANG SALEH (RELIGIOUS MIND)
[Dari buku Bebas Kekerasan Bab 10]



Bagaimana kalau kita bicara tentang meditasi? Bicara tentang sesuatu dan melakukan sesuatu itu adalah sama sekali berbeda. Jika kita hendak menyelami persoalan yang ruwet (complex) ini, kita tidak hanya harus mengerti arti dari kata itu, namun juga agaknya bagi saya, kita harus mengerti yang lebih mendalam lagi daripada itu. Ada beberapa hal tercakup dalam meditasi. Untuk mengertinya dengan sungguh, untuk melakukannya dengan nyata, tidak hanya secara intelektuil atau lisan atau teoretis, membutuhkan keseriusan yang istimewa dimana harus terdapat kecerdasan dan kegembiraan (humour) yang besar.

Pertama-tama, kita harus menyelidiki apakah jiwa yang saleh itu; bukan menyelidiki apakah agama itu, melainkan mutu batin dan hati yang saleh. Kita dapat memberi banyak arti kepada agama, tergantung dari beban pengaruh kita — baik menerimanya secara emosionil, sentimentil atau secara sujud, atau sama sekali menolaknya seluruh persoalan dari pendirian agama, cara hidup beragama, seperti yang dilakukan banyak orang. Kita bahkan agak malu untuk bicara tentang soal-soal agama. Namun jiwa yang saleh tidak ada sangkut pautnya apapun dengan kepercayaan kepada Tuhan — jiwa yang saleh tidak mempunyai teori, filsafat, kesimpulan, karena ia tidak mempunyai rasa takut dan karenanya tidak membutuhkan kepercayaan.

Jiwa yang saleh sukar untuk digambarkan — penggambaran tidak pernah sama dengan hal yang digambarkan. Namun bila kita peka (sensitive), waspada dan serius, kita dapat menyelam kedalamnya.

Pertama-tama, kita tidak bisa terikat kepada suatu agama yang di organisir. Saya kira itu adalah satu diatara hal-hal yang paling sukar bagi kebanyakan manusia; mereka ingin melekat kepada suatu macam harapan, kepercayaan suatu macam teori atau kesimpulan atau suatu pengalaman dari mereka sendiri, memberinya suatu nilai keagamaan. Setiap bentuk ikatan dan karenanya ketergantungan kepada pengalaman gaib tertentu dari seseorang, atau pengalaman-pengalaman bertumpuk dari apa yang disebut orang-orang suci, ahli-ahli mistik, atau guru kebatinan istimewa anda sendiri, semua itu harus seluruhnya dan sama sekali di singkirkan. Saya harap anda melakukan itu, karena jiwa yang saleh tidak dibebani rasa takut, atau mencari sesuatu bentuk keamanan dan kesenangan. Jiwa yang tidak dibebani pengalaman mutlak perlu untuk menyelidiki apakah meditasi itu. Dalam mencari pengalaman terletak jalan kearah khayalan (illusion).

Tidak mencari suatu bentuk pengalaman apapun adalah amat sukar; kebanyakan dari kita hidup sedemikian mekanis, demikian dangkal, sehingga kita menginginkan pengalaman yang lebih mendalam karena kita bosan dengan kedangkalan hidup. Kita ingin, atau lebih tepat lagi kita mendambakan sesuatu yang ada artinya, yang ada isinya, yang menyelam, yang cantik dan indah dan demikianlah batin mencari-cari. Dan apa yang dicarinya akan di temukannya; yang ditemukannya bukanlah kebenaran. Apakah anda menerima semua ini, atau menolaknya? Harap jangan menerima atau menyangkal — ini bukanlah suatu soal tentang kesenangan anda atau kesenangan saya, karena di dalam ini tidak terdapat otoritas apapun, tidak ada otoritas si pembicara atau siapapun, Anda tahu, kebanyakan dari kita menginginkan seseorang memimpin kita, untuk membimbing kita, untuk membantu kita dan kita menaruh kesetiaan dan kepercayaan dalam diri orang itu atau dalam gagasan atau prinsip atau pikiran. Karena itu kita bergantung kepada orang lain. Batin yang bergantung kepada suatu otoritas dan karenanya tidak dapat berdiri sendiri, tidak dapat mengerti, tidak dapat memandang secara langsung, batin seperti itu sudah pasti mempunyai rasa takut akan kesalahan, takut akan tidak melakukan hal yang benar, takut akan tidak mencapai ekstasa (ecstasy) yang telah di janjikan kepadanya atau yang diharap-harapkannya. Seluruh bentuk-bentuk otoritas macam itu haruslah berakhir sama sekali; yang berarti tidak mempunyai rasa takut, tidak terdapat ketergantungan kepada orang lain (tidak ada guru kebatinan) dan suatu batin yang tidak mencari-cari pengalaman batin. Karena bila kita menginginkan suatu pengalaman, hal ini menunjukkan bahwa kita menginginkan — kesenangan besar, namakan apa saja sesuka anda ekstasa, kegembiraan, mencari-cari kebenaran, menemukan penerangan jiwa.

Pula, bagaimana si pencari mengenal apa yang ditemukannya dan apakah yang ditemukannya itu kebenaran? Dapatkah batin yang mencari-cari, mengejar, menemukan sesuatu yang hidup bergerak, yang tidak mempunyai tempat perhentian? Jiwa yang saleh tidak termasuk pada suatu kelompok, suatu mazhab, suatu kepercayaan, suatu gereja, suatu perkumpulan sirkus yang diorganisir; karena itu dapat memandang kepada segala sesuatu secara langsung dan dapat mengerti segala sesuatu pada saat itu juga. Demikianlah keadaan jiwa yang saleh, karena ia adalah penerangan bagi dirinya sendiri. Penerangannya tidak dinyalakan oleh orang lain — lilin yang dinyalakan orang lain dapat dipadamkan dengan cepat. Dan kebanyakan dari kepercayaan kita, dogma-dogma dan upacara-upacara keagamaan kita, adalah hasil dari propaganda yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan yang saleh. Jiwa yang saleh adalah penerangan bagi diri sendiri dan karena itu tidak terdapat hukuman atau ganjaran.

Meditasi adalah pengosongan batin secara menyeluruh. Isi dari batin adalah hasil dari waktu, hasil dari apa yang disebut evolusi; isi dari batin adalah hasil dari ribuan macam pengalaman, penumpukan besar dari pengetahuan dan kenangan. Batin dibebani sedemikian rupa dengan masa lalu karena semua pengetahuan adalah masa lalu, semua pengalaman adalah masa lalu dan semua kenangan adalah penumpukan hasil dari ribuan pengalaman — yaitu yang dikenal. Dapatkah batin, yalah kesadaran dan bawah sadar juga, mengosongkan diri sendiri secara menyeluruh dari masa lalu? Itu adalah seluruh gerakan meditasi batin yang waspada akan diri sendiri tanpa suatu pilihan, yang melihat seluruh gerakan diri sendiri — dapatkah kewaspadaan itu sama sekali mengosongkan batin dari yang dikenal? Sebab jika masih terdapat suatu sisa dari masa lalu, batin tidak dapat murni (innocent). Maka meditasi adah pengosongan batin secara menyeluruh.

Demikian banyak hal dikatakan orang tentang meditasi terutama di Timur; terdapat demikian banyak mazhab, demikian banyak disiplin, demikian banyak kitab ditulis orang tentang bagaimana harus bermeditasi, apa yang harus dilakukan. Bagaimana anda tahu apakah yang dikatakan orang itu benar atau palsu? Ketika si pembicara mengatakan bahwa meditasi adalah pengosongan batin secara menyeluruh, bagaimana anda tahu bahwa itu benar? Apa yang memberitahu anda? Prasangka anda pribadi, tabiat anda yang aneh yang suka akan wajah dari orang yang bicara? — ataukah nama baik orang itu, atau karena dia memiliki sifat mengesankan yang ramah tamah? Bagaimana anda mengetahuinya? Apakah anda harus menyelidiki semua sistim-sistim, semua mazhab-rnazhah, mempunyai guru-guru yang mengajar anda bagaimana harus bermeditasi, sebelum anda menemukan apakah meditasi itu? Atau dapatkah anda menemukannya jika anda tidak diberitahu oleh seorangpun dari mereka itu apa yang harus anda lakukan?

Saya mengatakan ini secara yang paling tidak dogmatis: jangan mendengarkan siapapun juga termasuk si pembicara, terutama si pembicara — karena anda amat mudah dipengaruhi, karena anda semua menginginkan sesuatu, merindukan sesuatu, merindukan penerangan jiwa, rindu akan sukacita, kenikmatin, sorga; anda mudah sekali terjebak. Maka anda harus menyelidikinya sendiri sama sekali. Karena itu tidak perlu pergi ke India, atau ke biasa Zen Buddhist, untuk bermeditasi, atau untuk mencari seorang guru; karena jika anda tahu bagaimana untuk memandang, segala sesuatu telah berada di dalam diri anda. Karena itu anda menyingkirkan sama sekali seluruh otoritas, semua pencarian bantuan kepada orang lain karena kebenaran bukanlah milik siapapun juga, bukanlah suatu soal pribadi. Meditasi bukanlah suatu pengalaman atau kesenangan pribadi tersendiri.

Kita dapat melihat bahwa kita membutuhkan keselarasan (harmony) yang mendalam antara pikiran, hati dan tubuh, jika anda dapat memisah-misahkannya seperti itu — secara jiwa raga (psychosomatically), jika anda lebih suka dengan istilah itu. Jelas bahwa haruslah terdapat keselarasan sempurna, karena jika terdapat suatu kontradiksi, suatu pemisah-misahan, maka terdapatlah pertentangan konflik. Konflik adalah intisari pembuangan enersi dan anda membutuhkan enersi hebat untuk bermeditasi. Karena itu keselarasan adalah penting sehingga batin, otak, alat tubuh dan hati sanubari adalah utuh, tidak terpecah belah; anda dapat melihat sendiri hal itu, tidak ada seorangpun perlu mengajarkannya kepada anda. Bagaimana untuk mendatangkan keselarasan ini merupakan suatu hal lain lagi. Keselarasan sempurna berarti bahwa batin dan badan haruslah luar biasa pekanya (sensitive); karena itu kita harus menyelidiki persoalan makan, latihan dan hidup dengan pantas. Karena kita tidak ingin berpikir tentang itu atau menyelidiki hal itu, kita lalu menoleh kepada orang lain untuk memberi tahu kita apa yang harus dilakukan. Dan jika kita menoleh kepada orang lain berarti kita membatasi enersi kita, karena kita lalu bertanya apakah hal itu mungkin atau tidak. Jika kita bilang tidak mungkin, enersi menjadi sangat terbatas; jika kita bilang mungkin dalam istilah yang telah kita ketahui, maka hal itu menjadi sangat remeh dan selanjutnya.

Maka kita menyadari akan pentingnya keselarasan sempurna ini, karena jika terdapat suatu macam ketidakselarasan, maka terdapatlah penyelewengan. Dan haruslah terdapat disiplin. Disiplin berarti ketertiban — bukan penekanan, bukan penyesuaian terhadap suatu prinsip atau terhadap suatu gagasan, terhadap suatu kesimpulan, suatu sistim atau suatu metoda.

Ketertiban bukanlah suatu rancangan atau suatu pola yang menjadi dasar dari kehidupan anda. Ketertiban datang hanya apabila anda mengerti seluruh proses dari ketidak-tertiban — melalui pengertian akan yang palsu sebagai yang palsu datang kepada kenyatan. Kehidupan kita adalah ketidaktertiban, yang berarti kontradiksi, mengatakan suatu hal melakukan hal lain dan memikirkan hal yang sama sekali berbeda lagi. Ini adalah keadaan hidup (eksistensi) terpecah-belah dan dalam perpecahan ini kita mencoba untuk menemukan suatu macam ketertiban. Kita mengira bahwa ketertiban ini datang melalui disiplin dan pengendalian. Batin yang dikendalikan, didisiplinkan dalam arti disesuaikan dengan suatu pola, baik pola yang ditentukan oleh diri sendiri, atau oleh masyarakat, atau oleh suatu kebudayaan tertentu, batin seperti itu tidak bebas, itu adalah suatu batin yang menyeleweng. Karena itu kita harus menyelidiki persoalan dari ketidaktertiban ini. Dan melalui pengertian tentang ketidaktertiban, bagaimana terjadinya, datanglah ketertiban — sesuatu yang hidup.

Apakah intisari pokok dari ketidaktertiban? Kehidupan kita tidak tertib, terpisah-pisah; kita hidup dalam bagian yang berbeda-beda; kita tidak merupakan kesatuan yang utuh dan tak terpisahkan. Intisari dari ketidaktertiban adalah kontradiksi dan apabila terdapat kontradiksi didalam diri kita sendiri pasti terdapat daya upaya dan karenanya terdapat ketidaktertiban. (Ini adalah amat sederhana. Barangkali anda tidak menyukai hal-hal sederhana. Kita dapat membuatnya sangat ruwet (complex)!. Kita melihat betapa tidak tertib adanya kehidupan kita sendiri, betapa kontradiksi dari bermacam keinginan, tujuan, kesimpulan, niat, saling cakar-mencakar; dalam keadaan ganas/keras, kita ingin hidup penuh damai; dalam keadaan penuh cita-cita (ambisius), rakus, bersaingan, kita bicara tentang cinta; dalam keadaan mementingkan diri pribadi, menonjolkan aku, terbatas, kita bicara tentang persaudaraan diseluruh dunia. Kita berpura-pura dan karenanya terdapat kemunafikan besar.

Maka ketertiban adalah perlu dan pengertian dari ketidaktertiban itu sendiri mendatangkan disiplinnya sendiri, yalah ketertiban dimana tidak ada penindasan, penekanan, tidak ada penyesuaian. Saya harap si pembicara telah membuatnya cukup jelas, setidaknya dalam arti kata-katanya (verbally). Disiplin berarti belajar, bukan untuk menumpuk pengetahuan mekanis — belajar tentang kehidupan tidak tertib yang kita hayati dan karenanya tidak menarik kesimpulan apapun pada saat manapun. Kebanyakan dari tindakan kita di dasari atas kesimpulan atau cita-cita atau pendekatan pada suatu cita-cita. Maka tindakan kita selalu saling berlawanan dan karenanya tidak tertib. Hal ini dapat kita lihat dengan sangat mudah.

Jika kita memandang hal ini dalam diri sendiri, tentu saja akan timbul ketertiban, kebebasan dari semua otoritas dan karenanya kebebasan dari rasa takut. Kita dapat membuat suatu kesalahan namun membetulkannya seketika.
Bagaimanakah batin dapat tidak terjebak dalam khayal? — karena anda dapat "bermeditasi" tak kunjung henti, menciptakan khayal anda sendiri. Tempo hari kita berjurnpa dengan seseorang yang telah melakukan meditasi selama duapuluh lima tahun — bukan secara sambil lalu — dia telah mengesampingkan segalanya, kedudukannya yang baik, uang, keluarga, nama dan duapuluh lima tahun dia mempraktekkan meditasi. Malang baginya seseorang membawa dia mengikuti satu diantara ceramah-ceramah dan keesokan harinya dia datang menemui si pembicara dan berkata, "Apa yang anda katakan tentang meditasi adalah benar sama sekali.

Saya telah menyihir diri sendiri, melihat bayangan-khayal (vision) saya sendiri, memperoleh kenikrnatan pribadi saya sendiri di dalam bayangan-khayal itu sesuai dengan beban pengaruh saya." Jika kita seorang umat Kristen, kita melihat bayangan-khayal dari Kristus dan selanjutnya; jika kita seorang umat Hindu kita memiliki Tuhan khusus kita sendiri dan secara langsung berkomunikasi dengan dia yang berarti, sesuai dengan beban pengaruh kita.

Maka pertanyaannya adalah, bagaimana batin dapat bebas seluruhnya dari gambaran-khayal ? Kita harus mengajukan pertanyaan ini secara sangat serius dan mendalam. Banyak sekali orang mendengarkan segala macam yogi dan guru yang memberitahu mereka apa yang harus dilakukan, memberi mereka beberapa macam slogan, beberapa macam mantra, beberapa macam kata-kata yang akan memberi mereka pengalaman-pengalaman batin yang luar biasa — anda tahu apa yang dimaksudkan si pembicara. Pernahkah anda mendengarkan sedemikian sepenuhnya kepada suatu nada musik sehingga segala suara lain menghilang kecuali satu suara itu? Jika batin mengikuti suara itu, pergi bersamanya, anda memperoleh hasil-hasil yang luar biasa. Tetapi itu bukanlah meditasi, itu adalah suatu macam muslihat yang dapat kita mainkan terhadap diri sendiri dan itu adalah suatu bentuk lain dari gambaran khayal (illusion).

Juga mempergunakan obat bius untuk memperoleh "pengalaman gaib" dapat mendatangkan hasil-hasil tertentu, melalui kimia; seperti juga, jika anda banyak melakukan puasa, anda memiliki kepekaan tertentu dan batin anda menjadi jauh lebih waspada, awas, tajam dan jernih — atau jika anda melakukan latihan pernapasan secara tepat. Semua itu adalah semacam bentuk muslihat, yang mendatangkan gambaran khayal masing-masing. Dan batin melekat pada gambaran-gambaran khayal itu, karena gambaran khayal itu sangat memuaskan, menjadi hasil milik pribadi anda sendiri. Namun selagi dunia sedang menderita, rnengalami kesengsaraan, penyelewengan, kejahatan, maka gambaran khayal anda yang sedikit didalam sudut kecil dari medan kehidupan ini tidak ada nilainya.

Maka kita dapat menyingkirkan semua itu sebagai hal yang bersifat mentah dan kekanak-kanakan. Di samping ini, gambaran khayal itu memabokkan, membuat batin menjadi tumpul. Sekarang bagaimanakah batin dapat bebas dari semua gambaran khayal?
Dengan mengingat bahwa selama terdapat daya upaya apapun dan suatu kontradiksi apapun disitu pasti terdapat gambaran khayal (illusion). Bagaimanakah keadaan kontradiksi kebingungan, penyelewengan, bermacam bentuk kejahatan-kejahatan sosial, keagamaan dan pribadi — bagaimanakah semua itu yang mengakibatkan bermacam bentuk anggapan palsu dan gambaran khayal dapat di hapuskan seluruhnya? Hal ini hanya dapat terjadi apabila batin sama sekali hening/diam, karena setiap gerakan dari pikiran adalah suatu gerakan dari masa lalu. Dan selama gerakan masa lalu itu terdapat di dalam seluruh struktur batin — termasuk pikiran — pasti terdapat penyelewengan.

Maka pertanyaannya adalah bagaimana pikiran dapat sama sekali tidak hadir (absen) di dalam meditasi? Pikiran adalah perlu; makin logis, waras, sehat, objektif, bebas emosi, tidak berfihak, makin berguna dan makin efisien-lah pikiran itu. Anda harus mempergunakan pikiran untuk berfungsi dalam hidup. Namun batin haruslah cakap, haruslah sama sekali bebas dari setiap rasa penyelewengan untuk menyelidiki apa yang benar, apa yang suci. Haruslah terdapat keselarasan antara penggunaan pikiran dalam fungsi kehidupan dan kebebasan dari pikiran. Ini adalah masuk akal; ini bukanlah suatu teori pribadi yang rahasia. Untuk dapat melihat sesuatu yang benar, yang baru untuk ditemukan, baru untuk disaksikan, sesuatu yang tidak pernah diciptakan atau dilakukan sebelumnya, batin haruslah bebas dari yang dikenal. Orang yang menemukan mesin jet, pasti telah bebas dari pengetahuan tentang mesin kompresi (internal combustion engine). Demikian pula dalam cara yang sama, bagi batin untuk dapat menemukan sesuatu yang sama sekali baru, haruslah tidak ada gambaran khayal, haruslah terdapat keheningan yang menyeluruh dan sempurna; bukan hanya didalam gerakan pikiran, melainkan juga didalam semua keaktifan dari sel-sel otak sendiri dengan ingatan-ingatannya.

Ini merupakan suatu persoalan yang sukar bukan? Mengertikah anda akan cara hidup di dalam rumus-rumus, dalam kesimpulan-kesimpulan, dalan prasangka-prasangka? Kita hidup seperti mesin (mechanically), di dalarn rutin mencari nafkah, di dalam rutin dari tugas pekerjaan yang kita coba untuk memperoleh suatu kedudukan prestige. Kehidupan kita adalah suatu rentetan penyesuaian; terdapat penyesuaian baik dari rasa takut maupun dari kesenangan.

Batin seperti itu tidak mungkin menemukan sesuatu yang baru. Oleh karena itu setiap guru, setiap metode, setiap sistim yang berkata, "Lakukan ini dan anda akan menemukannya," itu adalah bohong, Karena siapa saja yang berkata bahwa dia tahu, dia tidak tahu. Apa yang diketahuinya adalah pengulangannya (rutin), prakteknya, disiplinnya, penyesuaiannya.

Maka batin dan otak dan tubuh dalam keselarasan sempurna haruslah hening/diam — keheningan yang tidak diperoleh dengan menggunakan obat penenang atau dengan mengulang-ulang kata-kata, baik kata-kata itu berbunyi Ave Maria ataupun suatu kata Sansekerta. Dengan mengulang kata-kata, batin anda dapat menjadi tumpul dan batin yang terbius tak mungkin dapat menemukan apa yang benar. Kebenaran adalah sesuatu yang baru setiap saat — kata "baru" tidaklah tepat, sesungguhnya itu adalah "tanpa unsur waktu".

Maka haruslah ada keheningan. Keheningan bukanlah lawan dari kebisingan atau penghentian dari ocehan; keheningan bukanlah hasil dari pengendalian yang berkata, "Aku mau hening", yang lagi-lagi adalah suatu kontradiksi. Apabila anda berkata "aku mau" pasti terdapat sesuatu yang mengambil keputusan untuk hening dan karena itu mempraktekkan suatu hal yang dia namakan keheningan; karena itu terdapatlah suatu pemisahan suatu kontradiksi, suatu penyelewengan.

Semua ini membutuhkan enersi besar dan karenanya membutuhkan tindakan. Kita menghamburkan banyak sekali enersi dengan menumpuk pengetahuan. Pengetahuan mempunyai tempatnya sendiri — anda harus memiliki pengetahuan, makin banyak makin baik. Namun bila pengetahuan itu menjadi mekanis, bila pengetahuan membuat batin merasa bahwa tidak ada kemungkinan lagi, bila kita berkesimpulan bahwa tidaklah mungkin untuk berubah, maka kita tidak memiliki enersi.

Terdapat gagasan tentang pengendalian sex agar dapat mempunyai lebih banyak enersi untuk menemukan Tuhan dan segala seluk beluk keagamaan tentang hal itu. Ingatlah kepada semua orang-orang suci dan Para pendeta yang malang, betapa hebat siksaan yang mereka derita untuk dapat menemukan Tuhan! Dan Tuhan — kalau memang ada — tidak menghendaki batin yang tersiksa, batin yang dicerai beraikan, yang menyeleweng atau yang telah menjadi tumpul dan hidup dalam pembiusan.

Keheningan batin datang dengan wajar — harap dengarkan ini dia datang dengan wajar, dengan mudah, tanpa daya upaya apapun jika anda tahu bagaimana untuk mengamati, bagaimana untuk memandang. Bila anda mengamati segumpal awan, pandanglah itu tanpa kata dan karena itu tanpa pikiran, pandanglah itu tanpa pemisahan sebagai si pengamat. Kalau sudah demikian terdapatlah kewaspadaan (awareness) dan perhatian didalam perbuatan memandang itu sendiri; bukan penentuan untuk memperhatikan, melainkan memandang dengan perhatian, sungguhpun pandangan itu hanya berlangsung selama satu detik, satu menit — itu sudah cukup.

Jangan menjadi serakah, jangan berkata, "Aku harus memiliki perhatian itu untuk sehari penuh". Memandang tanpa si pengamat berarti memandang tanpa ruang di antara si pengamat dan hal yang di amati — yang bukan berarti mempersamakan diri dengan hal yang di pandangnya.

Maka apabila kita dapat memandang sebatang pohon, segumpal awan, cahaya diatas air, tanpa si pengamat dan juga — yang jauh lebih sukar lagi, yang membutuhkan perhatian yang lebih besar — jika anda dapat memandang kepada diri anda sendiri tanpa gambaran pikiran, tanpa suatu kesimpulan, karena gambaran pikiran, kesimpulan, pendapat, pertimbangan, kebaikan dan keburukan, adalah terpusat di sekeliling si pengamat, maka anda akan menemukan bahwa bahwa otak, menjadi luar biasa tenang. Dan ketenangan ini bukanlah suatu hal yang dapat di usahakan; ketenangan itu dapat terjadi, tentu terjadi, jika anda penuh perhatian, jika anda dapat mengawasi setiap saat, mengawasi gerak-gerik anda, kata-kata anda, perasaan anda, gerakan wajah anda dan lain sebagainya. Membetulkannya (mengoreksinya) mendatangkan kontradiksi, namun jika anda mengawasinya, ini mendatangkan perubahan dengan sendirinya.

Maka keheningan muncul apabila terdapat perhatian yang mendalam, tidak hanya pada tingkat kesadaran saja melainkan juga pada tingkat yang lebih mendalam dari kesadaran. Mimpi dan tidur adalah hal-hal yang amat penting; adalah merupakan sebagian dari meditasi untuk terjaga di dalam untuk waspada, penuh perhatian selagi batin dan tubuh — jasmani — sedang tidur (Harap jangan menerima apa saja yang dikatakan si penibicara — si pembicara bukanlah guru kebatinan anda, bukan guru atau otoritas anda. Jika anda membuat dia menjadi otoritas anda, anda menghancurkan diri anda sendiri dan si pembicara).

Kita berkata : meditasi adalah pengosongan batin; tidak hanya batin yang sadar namun juga semua bagian tersembunyi dari batin, yang dinamakan bawah-sadar. Yang di bawah-sadar sama tidak ada artinya dan tidak masuk akalnya seperti yang sadar. Dan sewaktu tidur terdapat berbagai macam mimpi yang remeh, bahkan tidak ada harganya untuk dipikirkan — mimpi-mimpi yang tidak ada artinya sama sekali. Saya yakin anda tahu akan semua ini bukan? Kemudian terdapat mimpi yang mempunyai arti dan artinya dapat dimengerti sewaktu di mimpikan. Hal ini hanya mungkin apabila diwaktu siang harinya anda penuh perhatian, mengawasi, mendengarkan setiap gerakan dari pikiran anda, motif anda, perasaan dan ambisi anda. Mengawasi tidak melelahkan anda, tidak menghabiskan tenaga anda, jika anda tidak mengoreksi apa yang anda awasi. Jika anda berkata, "Ini harus tidak" atau "itu harus", maka anda menjadi lelah dan jemu. Namun jika anda mengawasi tanpa pilihan, waspada tanpa suka atau tidak suka diwaktu siang harinya, maka apabila anda bermimpi dan mimpi itu mempunyai suatu arti, pada saat bermimpi itu — semua mimpi adalah aktif, selalu terdapat perbuatan yang sedang terjadi —perbuatan didalam mimpi itu dimengerti. Maka bila anda telah melakukan semua ini, batin di dalam tidur menjadi luar biasa sadar (terjaga) dan anda tidak perlu pergi kepada seorang ahli penafsir mimpi. Kewaspadaan dari batin melihat sesuatu yang tak pernah dapat dilihat batin yang sadar. Maka keheningan bukanlah sesuatu yang harus di praktekkan dia datang apabila anda telah mengerti seluruh struktur dan permulaan dan penghayatan dari kehidupan.

Kita harus merubah struktur dari masyarakat kita, ketidakadilannya, moralnya yang mengerikan, pemisah-misahan yang telah diciptakannya diantara manusia dan manusia, peperangan, tidak adanya kasih sayang dan cintakasih sama sekali yang menghancurkan dunia. Jika meditasi anda hanyalah suatu urusan pribadi, sesuatu yang anda nikmati sendiri, maka itu bukanlah meditasi. Meditasi berarti suatu perubahan radikal seluruhnya dari pikiran dan hati.

Hal ini hanya mungkin apabila terdapat perasaan luar biasa dari keheningan batiniah dan hanya itulah yang mendatangkan jiwa yang saleh. Jiwa seperti itu tahu apa yang suci.

Penanya: Bagaimana kita dapat membuat perubahan yang menyeluruh ini?

Krishnamurti: Tuan, dapatkah pengetahuan mendatangkan suatu revolusi total? — dapatkah masa lalu, ialah pengetahuan, mendatangkan suatu perubahan yang menyeluruh didalam mutu batin? Atau haruskah terdapat kebebasan dari masa lalu, sehingga batin berada dalam revolusi selalu, dalam gerakan perubahan selalu?
Pusat dari pengetahuan, dari pengalaman, dari kenangan, berada di dalam si pengamat, bukan? Harap jangan menerima ini, awasi sendiri. Terdapat si penyensor, si ego di dalam setiap orang, yang berkata, "Ini betul", "Ini saleh", "Ini baik", buruk", "Aku harus", "Aku harus tidak". Si sensor yang mengamati. Dialah si pengamat dan dia memisahkan diri sendiri dari hal yang diamatinya. Si sensor, si pengamat, adalah selalu masa lalu dan "apa adanya" adalah berubah, baru. Selama terdapat pemisahan antara si pengamat dan yang di amati, tidak mungkin ada revolusi radikal : selalu akan terdapat kebusukan (corruption). Anda dapat melihat apa yang telah dilakukan oleh Revolusi Perancis atau Revolusi Komunis kebusukan memasukinya setiap waktu. Selama pemisah-misahan ini ada, kebaikan tidaklah mungkin ada. Lalu anda akan berkata, "Bagaimanakah pemisah-misahan dapat berakhir?" Bagaimana si pengamat, yang merupakan tumpukan masa lalu sebagai pengetahuan, dapat berakhir? Itu tak dapat berakhir karena anda membutuhkan si "pengamat" itu apabila anda berfungsi secara mekanis. Anda membutuhkan pengetahuan bila anda pergi ke kantor atau ke pabrik, atau ke laboratorium. Akan tetapi pengetahuan itu, terikat kepada si sensor yang ambisius dan serakah, menjadi jahat; dia menggunakan pengetahuan untuk kebusukan. Ini demikian gamblang !

Apabila terdapat keinsyafan yang mendalam akan hal ini, si "pengamat" berakhir; ini bukan soal waktu, bukan soal si pengamat lambat laun berakhir. Kita telah dibeban pengaruhi untuk berpikir, "Lambat laun kita akan bebas dari si pengamat, lambat laun kita akan menjadi bebas kekerasan." Namun sementara itu kita menyebar bibit-bibit kekerasan.
Maka apabila anda melihat dengan sangat jelas betapa si "pengamat" menyelewengkan segala sesuatu — si pengamat sebagai si ego, si "aku" betapa dia memisah-misah dan menyelewengkan, di dalam detik kejelasan pengamatan itu si pengamat tidak ada.

Penanya: Mungkinkah bisa terdapat keselarasan langgeng (continuous harmony) di dalam kehidupan ini?

Krishnamurti: Keselarasan langgeng didalam kehidupan ini adalah suatu kontradiksi, bukan? Gagasan bahwa keselarasan harus langgeng menghalangi penemuan sesuatu yang baru. Maka keinginan untuk memiliki keselarasan langgeng adalah suatu kontradiksi.
Anda selaras (harmonious) — titik. Kita adalah hamba-hamba dari kata "menjadi" (to be). Jika sesuatu yang anda sebut keselarasan mempunyai kelanggengan, itu adalah ketidakselarasan. Karena itu tuan, jangan menginginkan sesuatu yang langgeng. Anda menginginkan hubungan anda dengan isteri anda menjadi langgeng, bahagia indah — segala hal-hal yang romantis. Dan hal itu tidak pernah terjadi. Cintakasih bukanlah sesuatu yang berunsur waktu. Maka janganlah biarkan kita menjadi serakah. Keselarasan bukanlah suatu hal yang dapat langgeng. Jika itu langgeng lalu menjadi mekanis. Akan tetapi jiwa yang selaras "adalah" selaras — bukan "akan" atau "telah". Jiwa yang berada dalam keselarasan — sekali lagi, "adalah" merupakan kata yang saleh — jiwa yang sadar (aware) bahwa ia selaras tidak mengajukan pertanyaan, "Apakah besok aku akan memiliki keselarasan ini?"

Penanya: Tuan, bagaimanakah hubungan segala hal dengan isi dari batin yang terdiri dari kata-kata?

Krishnamurti: Hal itu sangat sederhana, bukan? Apabila kita mengerti bahwa kata bukanlah si benda, bahwa gambaran bukanlah yang digambarkan, keterangan bukanlah yang diterangkan, maka batin bebas dari kata-kata. Jika kita mempunyai suatu gambaran pikiran tentang diri sendiri, gambaran pikiran itu disusun oleh kata-kata, oleh pikiran — pikiran adalah kata-kata. Kita menganggap diri sendiri besar, atau kecil, pintar, atau seseorang yang luar biasa (genius) atau apa saja sesuka anda — kita mempunyai suatu gambaran pikiran tentang diri sendiri. Gambaran pikiran itu dapat di gambarkan, itu adalah hasil dari penggambaran. Dan gambaran pikiran itu adalah ciptaan pikiran. Akan tetapi apakah penggambaran, gambaran pikiran itu, sebagian dari batin? Hubungan apakah yang ada antara isi batin dan batin itu sendiri? Apakah isinya adalah batin itu sendiri? — itukah pertanyaannya tuan? Tentu saja demikian. Jika isi batin adalah perabot rumah, kitab-kitab, apa yang dikatakan orang, prasangka-prasangka anda, beban pengaruh anda, rasa takut anda, itu adalah batin. Jika batin mengatakan di sana terdapat suatu sukma, terdapat Tuhan, terdapat neraka, terdapat sorga, terdapat hantu, itukah isi dari batin. Isi batin "adalah" sang batin. Jika batin dapat mengosongkan diri sendiri dari semua itu, dia adalah sesuatu yang berbeda sama sekali; batin lalu menjadi sesuatu yang baru dan karena itu abadi.

Penanya: Apakah tandanya seseorang yang telah mulai memperkembangkan kewaspadaan?

Krishnamurti: Maaf, saya ingin berkelakar mengenai itu — dia tidak membawa bendera merah ! Begini tuan, pertama-tama, seperti telah kita katakan, kewaspadaan/kesadaran (awareness) bukanlah soal perkembangan, bukanlah soal tumbuh perlahan-lahan. Apakah membutuhkan waktu untuk mengerti sesuatu? Apakah keadaan batin yang berkata, "Aku telah mengerti" — bukan secara lisan belaka melainkan selengkapnya? Kapan dia mengatakan ini? Dia mengatakan itu apabila batin secara sungguh-sungguh dan sempurna penuh perhatian terhadap sesuatu yang sedang di pandangnya.
Dalam keadaan penuh perhatian pada saat itu dia telah mengerti selengkapnya, hal itu bukanlah soal waktu.

Penanya: Terdapat demikian banyak penderitaan: dengan memiliki belas kasihan (compassion), bagaimana kita bisa tenteram (at peace)?

Krishnamurti: Apakah anda pikir bahwa anda berbeda dengan dunia? Bukankah anda dunia ini? — dunia yang telah anda bikin dengan ambisi anda, keserakahan anda, dengan jaminan ekonomi anda, dengan peperangan anda — anda membuatnya semua itu.
Penyiksaan binatang untuk makanan anda, pemborosan uang untuk perang, kekurangan pendidikan yang besar — anda telah membangun dunia ini, dunia adalah sebagian dari anda. Maka andalah dunia ini dan dunia adalah anda; tidak terdapat pemisahan antara anda dan dunia. Anda bertanya "Bagaimana anda dapat hidup tenteram bila dunia menderita?" Bagaimana anda dapat tenteram bila anda menderita? Inilah pertanyaannya, karena andalah dunia ini. Anda dapat pergi ke seluruh dunia, bicara kepada manusia-manusia, baik mereka itu pintar, terkenal maupun buta huruf, mereka itu semua hidup menderita seperti anda. Maka pertanyaannya bukanlah, "Bagaimana anda dapat hidup tenteram bila dunia menderita?" Anda sedang menderita maka dunia menderita; karena itu akhirilah penderitaan anda, jika anda tahu bagaimana mengakhirinya.
Penderitaan bersama iba-dirinya berakhir hanya apabila terdapat pengenalan diri sendiri. Dan anda akan berkata, "Apa yang dapat dilakukan oleh seorang manusia yang telah membebaskan dirinya sendiri dari duka citanya sendiri, nilai apakah yang dimiliki manusia itu dengan beradanya di dunia?" Pertanyaan macam itu tidak ada nilainya. Jika anda telah membebaskan diri anda dari dukacita — tahukah anda apa artinya itu? — dan berkata, "Nilai apa yang dimiliki orang itu didalam dunia yang menderita?" itu adalah suatu pertanyaan yang salah.

Penanya: Apakah kegilaan itu?

Krishnamurti: Ah itu adalah sangat jelas. Kebanyakan dari kita adalah sinting (neurotic), bukan? Kebanyakan dari kita adalah agak miring, kebanyakan dari kita memiliki gagasan-gagasan aneh, kepercayaan-kepercayaan aneh. Pada suatu kali kita bicara dengan seorang Katholik yang sangat setia dan dia berkata "Kalian orang-orang Hindu adalah orang-orang yang paling tahyul, mabok agama dan gila; kalian percaya kepada begitu banyak hal-hal yang abnormal." Dia sama sekali tidak sadar akan ketidak-normalannya sendiri, kepercayaan-kepercayaannya sendiri, kebodohan-kebodohannya sendiri. Maka siapakah yang seimbang? Jelas, yang waras adalah orang yang tidak mempunyai rasa takut, orang yang utuh. Utuh berarti waras, sehat dan suci; akan tetapi kita tidak begitu, kita adalah manusia-manusia yang terpecah belah, karena itu kita tidak seimbang (un-balanced). Hanya terdapat keseimbangan (balance) apabila kita utuh selengkapnya. Itu berarti sehat, dengan jiwa yang jernih, yang tidak memiliki prasangka dan yang memiliki kebajikan (Tepuk tangan). Harap jangan bertepuk tangan, pujian anda tidak ada artinya bagi saya — saya bersungguh-sungguh dalam hal ini. Jika anda mengerti itu, karena anda melihatnya sendiri, maka tidaklah perlu untuk bertepuk tangan memuji — itu adalah milik anda. Penerangan batin tidak datang melalui orang lain, dia datang melalui pengamatan anda sendiri; melalui pergertian anda sendiri tentang diri anda.

  London, 30 Mei 1970
                                                                                   
KEMBALI KE DIALOG