jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



DIALOG

DIALOG : BERAKHIRNYA PIKIRAN
(Diambil dari buku Mendesaknya Kebutuhan Perubahan Bab 32)

Penanya: Saya bertanya-tanya apakah yang sebenarnya Anda maksudkan dengan berakhirnya pikiran. Saya berbicara dengan seorang teman tentang hal itu dan ia berkata bahwa itu adalah omong kosong dari dunia Timur. Bagi teman saya itu, pikiran adalah bentuk tertinggi dari inteligensi dan tindakan, sarinya hidup dan teramat penting artinya. Pikiran telah menciptakan kebudayaan dan seluruh antar hubungan didasarkan atas itu. Semua kita menerima hal ini, dari pemikir yang terbesar sampai kepada pekerja yang serendah-rendahnya. Apabila kita tidak berpikir, kita tidur, hidup tanpa guna atau bermimpi di siang hari bolong; kita menganggur, tumpul dan tidak produktif. Sedangkan bila kita dalam keadaan terjaga, kita berpikir, berbuat, hidup, bertengkar : hanya dua keadaan inilah yang kita kenal. Anda berkata agar kita melampaui dan berada di atas keduanya itu ---melampaui pikiran dan keadaan menganggur yang kosong. Apakah yang Anda maksudkan dengan hal itu?

Krishnamurti: Secara sangat sederhana dapat dikatakan bahwa pikiran adalah jawaban dari memori, dari yang lampau. Yang lampau bisa tanpa batas atau satu detik yang lalu. Apabila pikiran bertindak, maka itulah yang silam yang bertindak sebagai memori, sebagai pengalaman, sebagai kesempatan. Semua kemauan adalah keinginan yang didasarkan pada yang silam ini dan ditujukan pada kenikmatan atau penghindaran kesakitan. Apabila pikiran berfungsi, maka itulah yang silam, oleh karena itu sama sekali tak ada kehidupan baru di situ; itulah yang silam hidup di saat sekarang, mengubah dirinya sendiri dan juga saat yang sekarang. Jadi dengan demikian tidaklah ada sesuatu yang baru dalam kehidupan, dan apabila hendak menemukan sesuatu yang baru, maka haruslah yang silam itu tiada, batin tidak boleh dibingungkan oleh pikiran, ketakutan, kenikmatan dan apapun yang lain. Hanya apabila batin tidak bingung, yang baru itu dapat menjelma dan dengan alasan itulah kita berkata bahwa pikiran haruslah diam, bekerja hanya apabila diperlukan --- secara obyektif dan efisien. Semua kontinuitas adalah pikiran; dimana terdapat kontinuitas tidak ada hal yang baru. Dapatkah Anda melihat betapa pentingnya hal ini? Ini sungguh-sungguh persoalan kehidupan itu sendiri. Atau Anda hidup dalam yang silam, atau Anda hidup lain sama sekali : itulah seluruh persoalannya.

Penanya: Saya rasa saya melihat apa yang Anda maksudkan, tetapi bagaimana mungkin seseorang menghentikan pikiran ini? Apabila saya mendengarkan murai berkicau, seketika pikiran memberi tahu pada saya bahwa itu adalah burung murai. Apabila saya berjalan di jalanan, pikiran memberitahu saya bahwa saya sedang berjalan di jalanan dan memberitahu saya tentang semua yang saya kenali dan lihat; apabila saya bermain dengan gagasan untuk tidak berpikir, itu lagi-lagi adalah pikiran yang melakukan permainan ini. Semua makna dan pemahaman dan komunikasi adalah pikiran. Sekalipun saya tidak sedang berkomunikasi dengan orang lain, saya tetap melakukannya dengan diri saya sendiri. Apabila saya terjaga, saya berpikir, apabila saya tidur saya berpikir. Seluruh struktur kehidupan saya adalah pikiran. Akarnya terletak jauh lebih dalam dari apa yang saya ketahui.  Semua yang saya lakukan dan pikirkan serta seluruh diri saya adalah pikiran, pikiran yang menciptakan kenikmatan dan kepedihan, selera, keinginan, keputusan, pendapat, harapan, rasa takut dan pertanyaan-pertanyaan. Pikiran melakukan pembunuhan dan pikiran memaafkan. Jadi bagaimanakah orang dapat mengatasi pikiran itu? Bukankah ini pikiran lagi yang berusaha untuk melampaui dan mengatasi dirinya?

Krishnamurti: Kita berdua berkata bahwa bila pikiran diam, sesuatu yang baru dapat terwujud.  Kita berdua melihat dengan jelas hal tersebut dan memahaminya secara gamblang adalah berakhirnya pikiran.

Penanya: Tetapi pemahaman itu adalah pikiran juga.

Krishnamurti: Apakah benar demikian? Anda mengira bahwa itu pikiran tetapi kenyataannya, apakah benar demikian?

Penanya: Itu suatu gerak mental yang bermakna, suatu komunikasi dengan diri kita sendiri.

Krishnamurti: Apabila itu suatu komunikasi dengan diri kita sendiri, maka itu adalah pikiran. Akan tetapi apakah pemahaman itu suatu gerak mental yang bermakna?

Penanya: Ya, benar demikian.

Krishnamurti: Makna sebuah kata dan memahami makna itu adalah pikiran. Hal itu perlu dalam kehidupan. Disitu pikiran harus berfungsi secara efisien. Itu persoalan teknologis. Tetapi Anda tidak menanyakan soal itu. Anda bertanya bagaimana pikiran, yaitu gerak kehidupan itu sebagaimana Anda mengenalnya, dapat berakhir. Apakah ia hanya dapat berakhir apabila Anda meninggal dunia? Itulah sebenarnya yang merupakan pertanyaan Anda, bukan?

Penanya: Ya.

Krishnamurti: Itu adalah pertanyaan yang betul.  Matilah! matilah terhadap yang silam, terhadap tradisi.

Penanya: Tetapi bagaimana?

Krishnamurti: Otak adalah sumber pikiran. Otak adalah benda dan pikiran adalah benda. Dapatkah otak --- dengan seluruh reaksi-reaksinya dan jawaban-jawabannya yang langsung terhadap setiap tantangan dan tuntutan --- dapatkah otak itu menjadi sangat diam? Soalnya bukanlah bagaimana mengakhiri pikiran, tetapi bagaimana otak bisa tenang seutuhnya. Dapatkah otak bertindak dengan kapasitas penuh bila diperlukan dan bila tidak diperlukan, diam? Keheningan ini bukan kematian jasmani.  Lihatlah apa yang terjadi bila otak diam sungguh-sungguh. Lihatlah apa yang terjadi.

Penanya: Di dalam ruang itu terdapat burung murai, pohon yang hijau, langit biru; orang yang sedang memukul paku di rumah sebelah, suara angin di pepohonan dan denyut jantung saya sendiri, ketenangan total dari badan. Hanya itu yang ada.

Krishnamurti: Apabila terdapat pengenalan dari burung murai yang berkicau, maka waktu itu otak sedang aktif. Sedang menafsirkan. la tidak diam. Hal ini sungguh-sungguh menuntut kewaspadaan dan disiplin yang luar biasa, pengamatan yang membawa disiplinnya sendiri, bukan disiplin yang dipaksakan atau ditimbulkan oleh keinginan bawah sadar Anda, untuk mencapai suatu hasil atau suatu pengalaman baru yang menyenangkan. Sebab itu sepanjang hari pikiran harus bekerja secara efektif, sehat dan juga mengamati dirinya sendiri.

Penanya: Itu gampang saja, tetapi bagaimana dengan soal mengatasi pikiran ?

Krishnamurti: Siapakah yang mengajukan pertanyaan ini? Apakah ia keinginan untuk mengalami sesuatu yang baru ataukah ia adalah penyelidikan itu sendiri? Jika penyelidikan itu yang mengajukan pertanyaan tadi, maka Anda harus menyelidiki dan memeriksa seluruh persoalan mengenai pikiran dan berpikir dan mengenalnya baik sekali, mengetahui seluruh tipu muslihat dan kehalusannya. Jika Anda telah melakukan hal ini, maka Anda akan mengetahui bahwa persoalan tentang bagaimana mengatasi pikiran adalah persoalan yang kosong. Mengatasi pikiran ialah tahu apa pikiran itu sebenarnya.***

KEMBALI KE DIALOG