jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



DIALOG

DIALOG : BAGAIMANA CARANYA HIDUP DI DUNIA INI
(Diambil dari buku Mendesaknya Kebutuhan Perubahan, Bab IV)


Penanya: Dapatkah kiranya Anda memberitahukan kepada saya bagaimanakah saya harus hidup di dunia ini? Saya tidak mau menjadi bagiannya, padahal saya harus hidup disini, saya harus mempunyai rumah dan mendapatkan nafkah saya.  Para tetangga saya hidup mengutamakan keduniawian; anak saya bergaul dengan anak mereka, dan dengan demikian kita menjadi bagian dari kekacaubalauan yang buruk ini, mau tidak mau. Saya ingin temukan bagaimana harus hidup di dunia ini tanpa melarikan diri darinya, tanpa memasuki biara atau menjelajahi bumi di atas perahu layar.  Saya ingin mendidik anak saya secara lain, tapi pertama-tama saya ingin tahu bagaimanakah harus hidup dikelilingi oleh begitu banyak kekerasan, keserakahan, kemunafikan, persaingan dan kekejaman.

Krishnamurti: Janganlah hal itu kita jadikan sebuah masalah. Apabila setiap hal menjadi problema, kita akan terbelenggu oleh pemecahannya dan kemudian problema itu menjadi sebuah kerangkeng, sebuah penghalang bagi penjelajahan serta pemahaman selanjutnya. Maka janganlah kita mempersempit seluruh kehidupan ini menjadi sebuah problema yang amat rumit. Jika persoalan itu diajukan untuk dapat mengatasi keadaan masyarakat tempat kita hidup, atau untuk menemukan penggantinya, atau untuk mencoba melarikan diri dari masyarakat sekalipun kita hidup didalamnya, maka tak ayal lagi kita akan menuju pada suatu kehidupan yang penuh pertentangan serta kemunafikan.  Bukankah persoalan ini menyangkut pula penyangkalan yang bulat terhadap ideologi? Apabila Anda benar-benar menyelidiki, Anda tak akan bertolak dari suatu kesimpulan dan semua ideologi adalah kesimpulan. Jadi kita harus mulai dengan menyelidiki apakah yang Anda maksudkan dengan hidup.

Penanya: Marilah kita melangkah setapak demi setapak.

Krishnamurti: Saya senang sekali bahwa kita dapat melangkah memasuki persoalan ini setapak demi setapak, dengan kesabaran, dengan pikiran serta perasaan yang ingin menyelidiki.  Nah, apakah yang Anda maksudkan dengan hidup?

Penanya: Saya tidak pernah mencoba untuk menyatakannya dalam kata-kata.  Saya bingung, tak tahu apa yang harus kulakukan, bagaimana saya harus hidup. Saya kehilangan kepercayaan pada segala sesuatu - agama, filsafat serta utopia politik.  Ada peperangan antar individu dan antar bangsa. Dalam masyarakat yang serba mengiyakan, segala-galanya diperbolehkan - pembunuhan, kerusuhan, penindasan sinis yang dilakukan oleh negara yang satu terhadap negara yang lain, dan tak seorangpun berbuat apa pun karena campur tangan bisa berakibat pecahnya perang dunia, Saya dihadapkan kepada semua ini dan saya tak tahu apa yang harus kuperbuat; saya tak tahu sama sekali bagaimana harus hidup.  Saya tidak mau hidup ditengah-tengah kekacauan semacam itu.

Krishnamurti: Apakah yang Anda minta - kehidupan yang lainkah, atau suatu kehidupan baru yang timbul setelah kehidupan yang lama dipahami? Apabila Anda  ingin menghayati kehidupan yang berbeda tanpa memahami apa yang telah menimbulkan kebingungan ini, Anda akan selalu berada dalam kontradiksi, dalam konflik, dalam kebingungan. Dan itu tentunya bukanlah suatu kehidupan baru sama sekali. Jadi apakah Anda meminta suatu kehidupan baru atau kesinambungan yang dimodifikasi dari yang lama, atau memahami yang lama?

Penanya: Saya tak tahu pasti apa yang saya inginkan, tapi saya mulai melihat apa yang tidak saya inginkan.

Krishnamurti: Apakah yang tidak Anda kehendaki itu didasari pengertian Anda yang bebas atau berdasarkan rasa senang dan rasa sakit? Apakah anda menilai karena Anda berontak, atau apakah Anda melihat sebab musababnya konflik dan kesengsaraan ini, dan, karena Anda melihatnya, Anda menolaknya ?

Penanya:  Sungguh terlalu banyak yang Anda minta dari saya. Paling-paling yang saya ketahui ialah bahwasanya saya ingin menghayati suatu kehidupan yang lain sifatnya. Saya tak tahu apakah artinya itu; saya tak tahu mengapa saya mencarinya, dan seperti telah kukatakan, saya sungguh-sungguh bingung karenanya.

Krishnamurti: Pokok pertanyaan Anda adalah, bagaimanakah Anda harus hidup di dunia ini, bukan? Sebelum Anda menyelidikinya marilah terlebih dahulu kita lihat apakah sesungguhnya dunia ini. Dunia bukan hanya segala yang mengelilingi kita, melainkan juga hubungan kita dengan segalanya itu dan dengan manusia, dengan diri kita sendiri, dengan ide. Yaitu hubungan kita dengan harta benda, dengan manusia, dengan konsep - yang sesungguhnya adalah hubungan kita dengan arus kejadian yang kita sebut kehidupan. Inilah dunia. Kita mengenal pemisah-misahan dalam kebangsaan, dalam kelompok agama, kelompok ekonomi, kelompok politik, kelompok, sosial dan kelompok etnik; dunia seluruhnya terpecah belah dan keadaan lahiriah itu tiada bedanya dengan keadaan manusia di dalam batinnya. Sesungguhnya fragmentasi lahiriah ini adalah perwujudan dari pemisah-misahan dalam batin manusia.

Penanya: Ya, saya melihat fragmentasi ini dengan jelas sekali dan saya juga mulai melihat bahwa  manusia bertanggung jawab.

Krishnamurti: Anda adalah manusia itu.

Penanya: Jadi bisakah saya hidup berbeda dengan apa adanya diri saya sendiri? Sekonyong-konyong saya menginsyafi bahwa untuk bisa hidup dalam kehidupan yang sama sekali berbeda haruslah terjadi kelahiran baru dalam diri saya, pikiran serta perasaan baru, pandangan baru.  Dan sayapun insaf pula bahwa semuanya ini tidak terjadi pada saya.  Saya hidup menurut cara saya dan kehidupan yang saya tempuh telah membuat kehidupan menjadi seperti yang ada ini. Tapi dari situ kita lalu menuju kemana?

Krishnamurti: Anda tak usah kemana-mana jangan beranjak dari situ! Tidak usah pergi kemana-mana.  Kepergian itu, ataupun pengejaran cita-cita, mengejar hal yang kita anggap lebih baik itu, memberikan perasaan seolah-olah kita sedang maju, seolah-olah kita sedang bergerak maju menuju suatu dunia yang lebih baik. Akan tetapi gerak ini sama sekali bukanlah gerak, sebab tujuannya telah  diproyeksikan dari kesengsaraan, kebingungan, keserakahan serta iri hati. Jadi tujuan yang disangka adalah kebalikan dari apa adanya, sesungguhnya sama saja dengan apa adanya, ditimbulkan oleh apa adanya. Oleh sebab itu tujuan itu menimbulkan konflik antara apa adanya dan apa yang seharusnya ada.  Dari sinilah munculnya kebingungan serta konflik kita yang utama. Tujuan tidak berada di seberang sana, tidak berada di sebelah sananya dinding; permulaan dan tujuan ada di sini.

Penanya: Nanti dulu, saya sama sekali tidak mengerti, tuan. Apakah Anda berkata bahwa cita-cita mengenai apa yang harus ada itu merupakan akibat dari tidak dipahaminya apa adanya? Apakah Anda berkata bahwa apa yang harus ada itu adalah apa adanya? Dan bahwasanya gerak dari apa adanya yang menuju pada apa yang seharusnya ada itu sesungguhnya bukan gerak sama sekali ?

Krishnamurti: Itu adalah sebuah angan-angan; itu adalah khayalan. Jika Anda memahami apa adanya, lalu apa perlunya apakah yang seharusnya itu ?

Penanya: Apakah begitu? Saya memahami apa adanya. Saya memahami sifat kebinatangannya peperangan, kengerian pembunuhan dan karena saya telah memahaminya maka saya berangan-angan untuk tidak membunuh. Angan-angan itu lahir dari pemahaman akan apa adanya, karena itu bukan suatu pelarian.

Krishnamurti: Jika Anda memahami bahwa pembunuhan itu mengerikan, haruskah Anda mengangan-angankan untuk tidak membunuh? Barangkali kita belum jelas mengenai arti kata memahami. Apabila kita berkata : kita memahami sesuatu, ini menunjukkan bahwa kita telah mempelajari segalanya yang telah dinyatakannya, bukan? Kita telah menyelidikinya dan menemukan kebenaran atau kepalsuannya. Ini juga menunjukkan bahwa pemahaman ini bukanlah perkara intelektual, melainkan bahwasanya kita dapat merasakannya dalam-dalam di hati kita, bukan? Pemahaman bisa ada hanya apabila pikiran dan perasaan berada dalam keserasian yang sempurna. Maka berkatalah kita “Saya telah memahaminya dan selesailah sudah “, dan hal itu tidak mempunyai vitalitas lagi untuk menimbulkan konflik selanjutnya. Apakah kita telah memberikan arti yang sama pada kata memahami ?

Penanya: Sebelum ini memang tidak, tapi sekarang saya melihat bahwa apa yang Anda katakan itu benar. Tapi terus terang saja saya tidak memahami secara itu, bahwasannya seluruh kekacauan di dunia ini adalah kekacauan saya sendiri, seperti yang telah Anda jelaskan dengan tepat. Bagaimanakah saya bisa memahaminya ? Bagaimanakah saya dapat belajar secara tuntas mengenai kekacauan, keseluruhan kekacauan serta kebingungan di dunia, dan di dalam diri saya sendiri ?

Krishnamurti: Janganlah hendaknya menggunakan kata: bagaimana.

Penanya: Mengapa tidak ?

Krishnamurti: Kata bagaimana menunjukkan bahwa ada seseorang yang akan memberikan kepada Anda sebuah metoda, sebuah resep yang apabila Anda mempraktekkannya akan menimbulkan pemahaman. Dapatkah pemahaman itu ditimbulkan oleh sebuah metoda? Memahami berarti cinta kasih dan sehatnya batin. Dan cinta kasih tidak dapat dipraktekkan atau diajarkan. Sehatnya pikiran hanya bisa ada apabila ada kejernihan persepsi, melihat segalanya seperti apa adanya, tanpa emosi, tanpa rasa sentimen. Kedua hal ini tidak dapat diajarkan oleh orang lain, tidak pula sebuah sistem, baik yang Anda temukan sendiri maupun yang ditemukan orang lain.

Penanya : Anda terlalu meyakinkan, atau apakah barangkali karena Anda terlalu logis? Apakah Anda berusaha untuk mempengaruhi saya agar melihat segala hal sebagaimana Anda melihatnya ?

Krishnamurti: Tuhan melarang ! Pengaruh dalam bentuk apapun, menghancurkan cinta kasih. Berpropaganda agar membuat batin menjadi peka, waspada, hanya akan membuatnya tumpul dan tidak peka. Jadi bagaimanapun juga kami tidak akan berusaha mempengaruhi, atau membujuk atau membuat Anda tergantung. Kami hanya menunjukkan dan bersama-sama menjelajah. Dan untuk menyelidiki bersama-sama, Anda harus bebas, baik dari saya maupun dari praduga dan rasa takut Anda sendiri. Jika tidak, Anda akan berputar-putar saja dalam lingkaran. Jadi kita harus kembali pada persoalan yang semula : bagaimanakah saya harus hidup di dunia ini ? Untuk hidup di dunia ini kita harus mengingkari dunia ini. Yang kita maksudkan ialah : mengingkari cita-cita, peperangan, meniadakan fragmentasi, meniadakan persaingan, meniadakan kedengkian dan seterusnya. Mengingkari dunia ini tidak kita artikan seperti berontaknya anak sekolah melawan orang tuanya. Kita mengingkari karena kita memahaminya.  Pemahaman ini adalah peniadaan.

Penanya: Saya tak mampu menangkap artinya.

Krishnamurti: Anda telah mengatakan tidak ingin hidup dalam kebingungan, ketidakjujuran dan keburukannya dunia ini. Maka Anda mengingkarinya. Akan tetapi dengan latar belakang apakah Anda mengingkarinya, mengapa Anda mengingkarinya? Apakah Anda mengingkarinya karena Anda menginginkan kehidupan yang penuh kedamaian, kehidupan yang aman sekali dengan pagar yang mengelilinginya? Atau Anda mengingkarinya karena Anda melihat apa dunia itu sebenarnya ?

Penanya: Saya rasa saya mengingkarinya karena saya tahu apa yang terjadi di sekeliling saya. Tentu saja praduga dan rasa takut pun terkandung di dalamnya.  Jadi itu merupakan campuran antara apa yang sebenarnya terjadi dan kecemasan saya.

Krishnamurti: Manakah yang menonjol, kecemasan Anda sendiri atau penglihatan Anda yang betul-betul pada apa yang ada di sekeliling Anda? Jika rasa takut yang menonjol, maka Anda tidak dapat melihat apa yang sebenarnya terjadi di sekeliling Anda, sebab rasa takut adalah kegelapan, dan dalam kegelapan Anda tak dapat melihat apa-apa sama sekali. Jika Anda menginsafi hal itu, maka Anda dapat melihat dunia benar-benar seperti apa adanya, maka Anda dapat melihat diri Anda sendiri benar-benar seperti apa adanya.  Sebab Anda adalah dunia dan dunia adalah Anda; keduanya bukanlah dua entitas yang terpisah.

Penanya: Sudilah kiranya Anda terangkan lebih jauh apa yang Anda maksudkan dengan : dunia adalah saya dan saya adalah dunia.

Krishnamurti: Apakah ini sungguh-sungguh memerlukan keterangan? Apakah Anda mengharapkan agar saya menggambarkan secara rinci mengenai apa adanya Anda dan memperlihatkan kepada Anda bahwa itu sama dengan apa adanya dunia? Dapatkah deskripsi itu meyakinkan Anda bahwa Anda adalah dunia? Dapatkah Anda diyakinkan oleh keterangan yang teratur dan logis dan menunjukkan sebab serta akibatnya kepada Anda? Jika Anda bisa diyakinkan oleh deskripsi yang cermat, apakah hal itu akan memberikan pemahaman kepada Anda? Bisakah hal itu membuat Anda merasa bahwa Anda adalah dunia, membuat Anda merasa bertanggung-jawab atas dunia? Nampaknya begitu jelas bahwa keserakahan manusia, kedengkian, agresi serta kekejaman kita telah menghasilkan masyarakat tempat kita hidup ini, sesuatu yang kita terima sebagai keadaan kita yang sah. Saya rasa ini sudah cukup jelas dan tak perlu kita berpanjang-panjang membicarakannya. Anda tahu, kita tidak merasakan hal ini, kita tidak mengenal cinta kasih, oleh sebab itu terdapatlah keterpisahan antara aku dan dunia.

Penanya: Bolehkah saya datang lagi besok?


Hari berikutnya ia datang lagi dengan penuh gairah, dan di matanya tampak sinar kecerdasan dari orang yang tengah meneliti.


Penanya: Sekiranya Anda berkenan, saya ingin melanjutkan lebih jauh lagi persoalan mengenai bagaimana saya harus hidup di dunia ini. Sekarang saya telah memahami dengan segenap perasaan dan pikiran saya, penjelasan Anda kemarin tentang betapa tidak pentingnya semua cita cita itu.. Sudah lama saya bergulat menghadapi soal itu, maka kini saya dapat melihat remehnya cita-cita. Anda mengatakan bahwa apabila tidak ada cita-cita atau pelarian, maka yang ada hanyalah waktu lampau, beribu-ribu kemarin yang menimbulkan si "aku", begitulah bukan? Maka apabila saya bertanya : "Bagaimana saya harus hidup di dunia ini?" saya tidak hanya mengajukan pertanyaan yang keliru, tapi saya juga membuat pernyataan yang kontradiktif, sebab saya menempatkan dunia dan si "aku" dalam posisi yang berlawanan. Dan kontradiksi inilah yang saya sebut kehidupan. Maka apabila saya mengajukan pertanyaan : "Bagaimanakah saya harus hidup di dunia ini?" saya sebenarnya telah berusaha memperkembangkan kontradiksi ini, untuk membenarkannya, untuk mengubahnya, sebab cuma itulah yang saya ketahui; tak ada apapun lainnya yang saya ketahui.

Krishnamurti: Dengan demikian pertanyaan kita sekarang adalah : apakah kehidupan selalu harus ada di waktu lampau, haruskah semua kegiatan itu bersumber pada waktu lampau, apakah semua hubungan itu disebabkan oleh waktu lampau, apakah kehidupan itu memori yang rumit dari waktu lampau? Hanya itulah yang kita ketahui - waktu lampau mengubah saat sekarang. Dan waktu mendatang adalah hasil dari waktu lampau. yang bekerja melalui saat sekarang. Jadi waktu lampau, saat sekarang dan waktu mendatang, kesemuanya adalah waktu lampau. Dan waktu lampau ini adalah apa yang kita sebut kehidupan. Pikiran adalah waktu lampau, otak adalah waktu lampau, perasaan adalah waktu lampau dan tindakan yang datang dari semuanya itu merupakan kegiatan yang positif dari yang dikenal.  Keseluruhan proses ini adalah kehidupan Anda dan semua hubungan serta kegiatan yang Anda ketahui. Maka apabila Anda bertanya bagaimana harus hidup di dunia ini, Anda minta pindah penjara.

Penanya:  Bukan itu yang saya maksudkan. Yang saya maksudkan ialah : Saya melihat jelas sekali bahwa proses pikiran serta tindakan saya adalah waktu lampau yang bekerja melalui saat sekarang menuju waktu mendatang. Hanya inilah yang saya ketahui dan itu fakta. Dan saya menginsafi bahwa kalau tidak ada perubahan dalam struktur ini, saya terbelenggu di dalamnya. Saya adalah bagian dari struktur ini. Dari situ sudah pasti timbul pertanyaan : Bagaimana saya harus berubah ?

Krishnamurti: Untuk hidup bijaksana di dunia ini haruslah terjadi perubahan yang radikal dalam pikiran dan perasaan.

Penanya: Ya, akan tetapi apakah yang Anda maksudkan dengan perubahan? Bagaimanakah saya harus berubah jika apapun yang saya lakukan itu merupakan gerak dari waktu lampau? Saya hanya bisa mengubah diri saya sendiri, tak seorangpun dapat mengubah saya. Dan saya tidak tahu apa artinya berubah.

Krishnamurti: Jadi sekarang pertanyaan "Bagaimanakah saya harus hidup di dunia ini?" telah berganti menjadi "Bagaimanakah saya harus berubah?" - sembari ingat selalu bahwasanya kata "bagaimana" tidak dimaksudkan sebagai suatu metoda, melainkan suatu penyelidikan untuk memahami. Apakah perubahan itu? Apakah memang ada suatu perubahan? Ataukah Anda bisa mempertanyakan tentang ada atau tidak adanya perubahan, hanya setelah terjadi revolusi total? Marilah kita mulai lagi menyelidiki apa artinya kata perubahan ini.  Perubahan menunjukkan adanya gerak dari apa adanya ke suatu keadaan yang lain. Apakah keadaan yang lain ini hanya merupakan kebalikan dari apa adanya, ataukah termasuk dimensi yang memang lain sama sekali? Jika ia cuma merupakan kebalikan dari apa adanya, maka ia sama sekali tidak berbeda, sebab semua kebalikan itu saling bergantung, misalnya panas dan dingin, tinggi dan rendah. Kebalikan dari sesuatu ditentukan oleh dan terkandung di dalam kebalikannya; ia hanya berada dalam pembandingan, dan segala sesuatu yang di bandingkan mempunyai ukuran yang berbeda-beda dari kualitas yang sama, karena itu semuanya sama saja. Jadi berubahnya sesuatu menjadi kebalikannya bukanlah suatu perubahan sama sekali. Sekalipun perubahan ini kelihatanya sudah beda dan menimbulkan perasaan bahwa Anda benar-benar telah melakukan sesuatu, semua itu hanya ilusi.

Penanya: Akan saya coba untuk meresapinya sebentar.

Krishnamurti: Jadi apakah yang kita prihatinkan sekarang? Apakah mungkin bagi kita untuk melahirkan suatu tatanan yang baru sama sekali di dalam jiwa kita, yang tidak ada hubungannya dengan masa lampau ? Masa lampau tidak relevan dengan penyelidikan ini, dan sifatnya dangkal karena tidak relevan dengan tatanan yang baru.

Penanya: Mengapa Anda mengatakan bahwa masa lampau bersifat dangkal dan tidak relevan? Dari semula telah kita katakan bahwa masa lampau adalah masalahnya, sekarang Anda berkata bahwa masa lampau tidak relevan.

Krishnamurti: Masa lampau tampak sebagai satu-satunya pokok persoalan karena merupakan satu-satunya hal yang mencekam pikiran serta perasaan kita. Hanya masa lampaulah yang penting bagi kita. Akan tetapi mengapa kita menganggapnya begitu penting? Mengapa ruang kecil ini maha penting? Jika Anda sama sekali tenggelam di situ, terlibat total maka Anda tak akan pernah mau mendengar tentang apa itu berubah. Orang yang tidak terlibat secara total adalah satu-satunya orang yang mampu mendengarkan, menyediliki dan mempertanyakan. Barulah ia akan mampu melihat kedangkalannya ruang sempit ini. Jadi, apakah Anda sama sekali tenggelam, atau kepala Anda berada di atas permukaan air? Jika kepala Anda berada diatas permukaan air, maka Anda dapat melihat bahwa ruang kecil ini dangkal. Maka ada kesempatan bagi Anda untuk mengamati sekelilingmu. Seberapa dalamnyakah Anda telah tenggelam? Tak seorangpun dapat menjawabnya bagi Anda kecuali Anda sendiri. Pengajuan pertanyaan ini sendiri sudah mengandung kebebasan dan oleh sebab itu orang pun tidak merasa takut. 

Maka pandangan Anda luas. Apabila pola masa lampau ini benar-benar mencekik leher Anda, maka Anda setuju tanpa membantah, menerima, taat, mengikuti, percaya.  Hanya apabila Anda menyadari bahwa ini bukanlah kebebasan, maka Anda akan mulai melepaskan diri. Maka kini kita bertanya lagi : apakah perubahan itu, apakah revolusi itu? Perubahan bukanlah gerak dari yang dikenal menuju yang dikenal, dan semua revolusi politik merupakan gerak yang demikian itu. Jenis perubahan yang demikian ini bukanlah jenis perubahan yang sedang kita perbincangkan. Berubah dari seorang yang penuh dosa menjadi seorang yang suci berarti berubah dari khayalan yang satu ke yang lainnya. Jadi sekarang kita terbebas dari perubahan yang berupa gerak dari ini ke itu.

Penanya: Apakah saya telah benar-benar mengerti? Apakah yang harus kuperbuat terhadap kemarahan, kekerasan serta rasa takut manakala semua itu timbul dalam diri saya? Haruskah saya membiarkannya saja? Bagaimanakah saya harus menghadapinya? Disitu harus terjadi perubahan, kalau tidak, saya tetap saja seperti semula.

Krishnamurti: Sudahkah jelas bagi Anda bahwa semuanya ini tidak dapat diatasi oleh kebalikannya? Jika demikian, yang ada hanyalah kekerasan, iri hati, kemarahan, keserakahan.  Perasaan itu timbul sebagai akibat daripada suatu tantangan, kemudian perasaan itu diberi nama.  Pemberian nama pada perasaan ini menegakkannya kembali pada pola lama. Jika Anda tidak memberinya nama, yang berarti Anda tidak mempersamakan diri Anda dengannya, maka perasaan itu baru dan akan pergi dengan sendirinya. Pemberian nama pada perasaan malah memperkuatnya dan membuatnya berkesinambungan, hal mana merupakan keseluruhan proses pikiran.

Penanya: Saya merasa disudutkan dan melihat diri saya sendiri benar-benar seperti adanya saya, dan saya melihat betapa dangkal saya ini. Dari situ lalu apa yang terjadi?

Krishnamurti: Gerak apapun yang bertolak dari apa adanya saya malah memperkuat apa adanya saya. Maka perubahan itu sama sekali bukan gerak.  Perubahan adalah peniadaan perubahan dan hanya sekaranglah dapat saya ajukan pertanyaan ini : apakah perubahan itu sesuatu yang memang ada ? Pertanyaan ini dapat di ajukan hanya apabila segenap gerak pikiran telah berhenti, sebab pikiran harus diingkari demi keindahannya ketidakberubahan. Dalam peniadaan total segenap gerak pikiran dari apa adanya, berakhirlah apa adanya.


KEMBALI KE DIALOG