jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



DIALOG

DIALOG : ANALISA
(Diambil dari buku Pertanyaan yg Mustahil, Bab III)


“Analisa sama sekali tidak sempurna;
menyangkal (to negate) tindakan yang tidak sempurna itu berarti bertindak menyeluruh".



Memahami seluruh problema kehidupan adalah hal yang benar-benar penting sekali: semenjak kita dilahirkan, sampai saat kematian tiba, kita selalu ada dalam konflik. Selalu terjadi pergulatan, tidak saja dalam diri kita, tapi juga diluar, dalam semua perhubungan, dan terdapatlah ketegangan dan perselisihan; terdapat pula pemisah-misahan, yang tetap ada, serta perasaan terpisahnya kehidupan individu, yang berlawanan dengan masyarakat. Dalam hubungan yang paling akrabpun, setiap orang mencari kesenangannya masing-masing, baik dengan sembunyi-sembunyi maupun dengan terang-terangan, masing-masing mengejar ambisi dan pemuasan, dan karena itu timbul frustrasi. Hal yang kita sebut kehidupan adalah kerusuhan. Dalam kekacauan ini kita berusaha menjadi kreatif. Jika orang memiliki bakat, maka ia menulis buku atau puisi, membuat lukisan dan sebagainya, tetapi semuanya itu ada dalam pola konflik, kedukaan serta keputusasaan; namun orang menganggapnya sebagai kehidupan yang kreatif. Dalam penaklukan bulan, hidup dibawah laut, mengobarkan perang, terdapat pertentangan getir yang senantiasa terjadi antara manusia dengan manusia. Inilah kehidupan kita.

Saya rasa kita perlu menyelami masalah ini dengan serius sedalam-dalamnya, dan apabila dapat masing-masing, merintis ke arah sifat jiwa yang tidak mengenal pertentangan apapun juga, baik pada tingkatan kesadaran maupun pada lapisan-lapisan dibawah kesadaran.

Keindahan tidak dihasilkan oleh konflik. Apabila anda melihat keindahan sebuah gunung atau air yang mengalir dengan derasnya, maka dalam penglihatan seketika itu tak ada rasa pergulatan. Dalam kehidupan kita ini kita tidak mengenal banyak keindahan, lantaran adanya pertarungan yang terus berlangsung.

Mendapatkan sifat jiwa yang pada hakekatnya indah dan cerah yang sama sekali tidak disentuh oleh pertentangan, merupakan hal yang paling penting; kalau kita memahaminya —tidak hanya tahu kata-katanya saja, atau secara intelek belaka, tetapi benar-benar menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari — kiranya kita akan mendapati keadaan damai dalam diri kita dan di dunia. Barangkali pada pagi ini kita akan mampu memahami pertarungan dalam kehidupan kita, dengan sikap berhati-hati serta kewaspadaan yang peka, sehingga kita akan bebas dari pertarungan kita.

Apakah yang merupakan sebab-pokok konflik dan kontradiksi ini? Bertanya-tanyalah pada diri anda sendiri. Jangan berusaha mendapatkan kata-kata untuk menerangkan, tetapi dengan betul-betul menyelidiki tanpa kata-kata, sekiranya anda bisa, menyelami dasar kontradiksi dan pemisah-misahan, perselisihan serta konflik. Atau anda menyelidikinya secara analisa, atau anda melihat seketika sebab pokok itu. Dengan menganalisa, bisa saja anda menguraikan sedikit demi sedikit dan mendapati sifatnya, strukturnya, sebab dan musabab perselisihan dalam diri kita sendiri ini, antara individu dan negara. Atau anda bisa melihat sebabnya dengan seketika. Dengan demikian kita dapat menemukan secara nyata sebab pokok semua konflik dan menangkap kebenarannya seketika juga.

Marilah kita pahami artinya menganalisa, atau mencoba menyelidiki dengan intelek, dengan kata-kata, sebab konflik ini. Kalau sekali anda bisa memahami proses analisa — melihat kebenarannya atau kepalsuannya — maka anda bisa terbebas sama sekali dari analisa, untuk selama-lamanya; yang berarti pula adanya pengertian, dimana penglihatan anda, batin anda, serta perasaan anda menangkap seketika kebenaran masalahnya. Kita telah terbiasa dengan, dan dibeban-pengaruhi oleh proses analisa dan pendekatan, secara filsafat atau kejiwaan yang dilakukan oleh bermacam-macam spesialis; itu telah menjadi kebiasaan. Kita telah dibeban-pengaruhi untuk berusaha mengerti seluruh proses kehidupan yang rumit ini secara analisa, secara intelek belaka. Namun ini tidak berarti anjuran untuk menerima kebalikannya — sentimentalitas yang emosionil. Akan tetapi jika anda mengerti dengan sejelas-jelasnya sifat serta struktur proses analisa, maka anda akan mendapati pandangan yang berlainan sama sekali, anda akan mampu mengarahkan enersi yang tadinya ditumpahkan pada analisa, ke arah yang berbeda sama sekali.

Analisa mengandung arti pemisah-misahan. Terdapatlah yang menganalisa dan hal yang dianalisa. Apakah anda menganalisa diri sendiri, atau apakah itu dilakukan oleh spesialis, disitu terdapatlah pemisahan, dan oleh sebab itu sudah timbul permulaan konflik. Kita dapat melaksanakan hal-hal yang hebat, hanya apabila terdapat semangat yang besar, enersi yang besar dan hanya semangat yang besar inilah yang dapat menciptakan kehidupan yang berbeda sifatnya, baik dalam diri kita maupun dalam dunia. Itulah sebabnya maka kita katakan betapa pentingnya memahami proses analisa ini, yang selama berabad-abad menjerat batin manusia.

Salah satu dari banyak fragmen, di dalam mana kita telah dipisah-pisahkan, menganggap dirinya sebagai otoritas si-penganalisa; hal yang dianalisa adalah hal lain. Penganalisa itu menjadi pemeriksa; ia, dengan timbunan pengetahuannya, menilai yang baik dan yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, apa yang harus dan apa yang tidak harus ditekan dan selanjutnya. Yang menganalisa harus pula membuat setiap analisa lengkap, bila tidak demikian maka penilaian atau kesimpulannya akan bersifat menyebelah. Yang menganalisa harus memeriksa setiap pikiran — segala sesuatu yang dianggapnya perlu untuk dianalisa, dan itu membutuhkan waktu. Anda dapat menghabiskan waktu seumur hidup untuk menganalisa — kalau anda memiliki uang untuk membayar atau kecenderungan untuk itu atau jika anda bisa mendapatkan ahli analisa, kepada siapa anda jatuh cinta, dan hal-hal lain seperti itu. Anda dapat menghabis-habiskan waktu anda dengan menganalisa, dan pada akhirnya anda tetap saja seperti semula, bahwa masih saja ada yang harus dianalisa.

Kita melihat bahwa dalam analisa terdapat keterpisahan antara yang menganalisa dan yang dianalisa, lagi pula yang menganalisa harus membuat analisa dengan cermat dan lengkap, kalau tidak maka kesimpulan-kesimpulannya akan merintangi analisa yang berikutnya. Kita mengetahui bahwa proses analisa memerlukan waktu yang tidak terbatas, dan dalam masa itu dapat terjadi banyak hal lainnya. Jadi apabila anda melihat seluruh struktur analisa, maka penglihatan itulah merupakan penyangkalan yang nyata, penampikan terhadap analisa; karena melihat segala yang menyangkut di dalamnya itu, terjadilah penyangkalan — yaitu tindakan yang lengkap.

Penanya: Apakah yang anda maksudkan dengan tindakan ?

Krishnamurti: Tindakan yang disesuaikan dengan gagasan, dengan cita-cita, dengan pengalaman sendiri yang dikumpulkan. Tindakan selalu mendekatkan diri dengan cita-cita, dengan model, oleh sebab itu terdapatlah keterpisahan antara tindakan dan cita-cita. Tindakan semacam itu sama sekali tidak sempurna, analisa sama sekali tidak sempurna, penyangkalan tindakan yang tidak sempurna itu merupakan tindakan yang menyeluruh

Apabila batin telah melihat sia-sianya, tiada bergunanya analisa beserta segala problema yang menyangkutnya, batin sama sekali tak mau menjamahnya; batin tak akan mau berusaha mengerti analisa "yang benar".

Batin yang telah menyelidiki proses analisa, menjadi sangat tajam, hidup dan peka, lantaran ia menolak hal-hal yang semula dianggapnya sebagai jalan atau sarana untuk timbulnya pengertian.

Apabila anda dengan sejelas-jelasnya telah melihat sendiri — tidak karena didesak atau dipaksa oleh dalih atau pemikiran orang lain — kepalsuan atau kebenaran analisa, maka bebaslah batin anda, dan memiliki enersi untuk pengawasan yang lain arahnya. Apakah "arah lain" itu ? Ia adalah kemampuan melihat seketika (immediacy of perception) yang berarti tindakan nyeluruh.

Seperti telah kita katakan, terdapat keterpisahan antara yang menganalisa dan hal yang dianalisa, keterpisahan antara pengamat dengan hal yang diamati inilah pangkal sebab konflik. Apabila anda mengamati, anda selalu melakukannya dari sebuah titik pusat, dari latar belakang yang berupa pengalaman dan pengetahuan; si "aku" sebagai orang Katolik, orang Komunis, sebagai "spesialis" dan sebagainya, yang sedang mengamati. Jadi terdapatlah keterpisahan antara si "aku" dan hal yang diamati. Hal ini tidak sukar untuk dipahami, faktanya jelas dan nyata. Jika anda memandangi sebuah pohon, suami atau isteri anda, terdapatlah keterpisahan ini. Ia berada antara anda sendiri dan masyarakat. Maka terdapatlah pengamat dan hal yang diamati: dalam keterpisahan itu terjadi kontradiksi yang tak dapat dielakkan. Dan kontradiksi tersebut merupakan pangkal segala perselisihan.

Apabila itu merupakan pangkal sebab konflik, maka persoalan berikutnya ialah: dapatkah anda mengamati tanpa si "aku", si-pemeriksa, tanpa segala kumpulan pengalaman mengenai kesengsaraan, konflik, kekejaman, kehampaan, kebanggaan, keputusasaan, yang semua itu adalah "aku" ? Dapatkah anda mengamati tanpa yang lampau — ingatan-ingatan, kesimpulan-kesimpulan serta harapan-harapan yang Iampau, tanpa segala latar belakang? Latar belakang itu sebagai si "aku", si "pengamat" — memisah-misahkan anda dari yang di amati. Pernahkah anda mengamati tanpa latar belakang? Sudilah melakukannya sekarang. Bermainlah dengannya, Pandangilah hal-hal diluar dengan objektif; dengarkanlah bunyi sungai yang berdesau. Lihatlah garis-garis yang membentuk gunung, keindahannya, kecerahannya semua itu. Sungguh mudah untuk melakukannya, tanpa si "aku" sebagai masa lalu, yang mengamati. Tetapi dapatkah anda melihat diri sendiri tanpa si pengamat ? Silahkan melakukannya. Pandanglah diri anda sendiri, beban pengaruh anda, pendidikan anda, cara berpikir anda, kesimpulan anda, prasangka anda, tanpa menyalahkan atau memberi keterangan, atau pembenaran — mengawasi saja. Apabila anda dapat mengamati secara demikian, maka tak adalah si "pengamat” dan oleh karenanya tidak timbul konflik.

Cara hidup tersebut sama sekali berbeda dengan yang lainnya — ia bukan kebalikannya, bukan reaksi terhadap yang lain itu, ia sama sekali berbeda. Dan didalamnya terdapat kebenaran yang luar biasa serta enersi dan semangat yang berlimpah-ruah. Itulah pengamatan yang menyeluruh, tindakan yang sempurna. Jika anda melihatnya dengan sempurna serta mengerti, tindakan anda akan selalu jelas. Ini tiada bedanya dengan melihat seluruh keluasan peta, tidak hanya melihat detail yang anda tuju.

Dengan demikian anda telah menemukan sendiri, sebagai manusia, bahwa memang memungkinkan untuk hidup tanpa konflik apapun juga. Ini berarti pula revolusi yang dashyat dalam diri manusia. Ini satu-satunya revolusi.

Tiap bentuk revolusi badani, revolusi lahir — yang bersifat politik, ekonomi dan sosial — selalu berakhir dalam kediktatoran, baik dalam golongan birokrat, idealis, maupun golongan penakluk. Sedangkan revolusi batin yang lengkap dan menyeluruh ini, yaitu yang merupakan akibat adanya pengertian tentang segala konflik, yang disebabkan oleh pemisahan antara yang mengamati dan yang diamati menimbulkan sifat kehidupan yang sama sekali berbeda.

Marilah kita sekarang meneruskan memasukinya, sekiranya anda mau, dengan memajukan pertanyaan-pertanyaan tentang masalah ini.

Penanya: Bagaimanakah orang dapat melepaskan dirinya dari problema, kalau ia hidup didunia yang penuh problema ?

Krishnamurti: Adakah anda berbeda dengan dunia? Anda adalah dunia, bukan ?

Penanya: Saya hanya seorang manusia yang hidup di dunia.

Krishnamurti: "Hanya seorang manusia yang hidup di dunia" — tidak ada sangkut-paut, tidak berhubungan dengan semua peristiwa yang terjadi di dunia ?

Penanya: Tidak, saya adalah bagian dari itu. Tetapi bagaimanakah saya bisa terlepas dari problema ?

Krishnamurti: Anda tak mungkin bisa melepaskan diri dari dunia: anda adalah dunia. Jika anda hidup dalam dunia Kristen, anda dibeban-pengaruhi oleh peradabannya, oleh agamanya, oleh pendidikannya, oleh industrialisasinya, oleh segala konflik yang ditimbulkan oleh peperangannya. Anda tidak dapat melepaskan diri dari dunia itu. Para rahib telah berusaha untuk menarik diri dari dunia, mengurung dirinya dalam biara, namun demikian, mereka adalah hasil dunia tempat mereka hidup; mereka ingin melarikan diri dari peradaban itu dengan menarik diri, dengan menyerahkan diri, kepada sesuatu yang mereka anggap sebagai kebenaran, kepada cita-cita Jesus dan sebagainya.

Penanya: Bagaimanakah saya dapat melihat kedalam diri saya sendiri dengan segala macam kekhawatiran yang meliputi batin saya, dengan mencari uang, membeli rumah dan sebagainya.

Krishnamurti: Bagaimanakah pandangan anda terhadap pekerjaan anda? Bagaimanakah pertimbangan anda mengenai pekerjaan itu?

Penanya: Saya menganggapnya sebagai sarana untuk mempertahankan hidup di dunia ini.

Krishnamurti: "Saya harus mempunyai pencaharian untuk mempertahankan hidup". Seluruh struktur masyarakat, baik di sini maupun di Rusia, didasarkan pada mempertahankan hidup, tak peduli apapun akibatnya, berbuat sesuatu yang telah diatur oleh masyarakat. Bagaimana kita bisa mempertahankan hidup dengan selamat dan berlangsung lama, jika antara kita sendiri terdapat pemisah-misahan ? Jika anda orang Eropa dan saya orang Asia, jika terdapat pemisah-misahan antar kita, setiap orang berlomba untuk mendapatkan kepastian, untuk mempertahan hidup, dan karenanya saling bertempur, baik secara perorangan maupun kolektif, bagaimana dapat anda mempertahankan hidup? Hanya untuk sementara waktu ?

Jadi pertanyaannnya yang benar ialah, bukan hal mempertahankan hidup, melainkan apalah mungkin untuk hidup didunia ini tanpa pemisah-misahan? Apabila tidak terdapat pemisah-misahan, kita akan bertahan dalam hidup dengan sempurna, tanpa rasa-takut. Pernah terjadi peperangan-peperangan agama; peperangan yang mengerikan antara golongan Katolik dan Protestan kedua-duanya berteriak: “Kami harus mempertahankan hidup". Tak pernah mereka berkata kepada dirinya "Lihatlah betapa picik pemisah-misahan ini, yang satu percaya ini dan yang lain percaya itu"; mereka tak pernah melihat beban-pengaruhnya yang tolol itu. Dapatkah kita mengarahkan segenap enersi pikiran kita, semangat kita untuk menyelidiki apakah memang mungkin untuk hidup tanpa keterpisahan ini, sehingga kita dapat hidup sungguh-sungguh, hidup dalam kepastian yang sempurna ? Tetapi anda tak berminat akan semuanya itu, Anda hanya ingin bertahan saja. Anda tak bisa — walaupun anda mempertahankan hidup, halnya akan sama saja dengan tidak mempertahankan hidup.

Perhatikanlah, Tuan-Tuan, pemerintahan-pemerintahan yang berdaulat, dengan angkatan perangnya masing-masing, telah memecah belah dunia dan saling menerkam, demi mempertahankan nama dan penghidupan ekonomi. Komputer-komputer, tanpa orang-orang politik, ditangan manusia yang baik, akan dapat mengubah seluruh stuktur dunia ini.

Tetapi kita tidak mencurahkan perhatian kita pada masalah kesatuan umat manusia. Namun, itulah satu-satunya problema bagi dunia politik. Dan itu hanya bisa dipecahkan, apabila tidak terdapat orang politik, apabila tidak ada pemerintah-pemerintahan yang berdaulat, apabila tidak ada aliran-aliran agama yang terpisah-pisah — dan anda, yang mendengarkan ini, adalah orangnya yang akan melaksanakannya.

Penanya: Untuk sampai pada kesimpulan itu apakah tidak dibutuhkan analisa dengan kesadaran?

Krishnamurti: Adakah itu merupakan kesimpulan yang dihasilkan oleh analisa? Anda hanya mengawasi kenyataan ini. Perhatikanlah betapa dunia ini telah dicerai-beraikan oleh pemerintahan yang berdaulat serta agama-agama; anda dapat melihat fakta-fakta — adakah itu analisa ?

Penanya: Tidakkah anda berpikir bahwa untuk merubah semua itu, kita butuhkan pula revolusi lahir ?

Krishnamurti: Revolusi batin dan revolusi lahir pada saat yang bersamaan. Bukan yang satu dulu lalu yang lainnya; kedua-duanya harus terjadi serentak. Revolusi batin dan revolusi lahir harus terjadi seketika tanpa mengutamakan yang satu lebih dari yang lainnya. Bagaimanakah itu dapat berwujud? Hanya apabila anda melihat kebenaran yang mutlak, bahwa revolusi batin adalah revolusi lahir. Jika anda melihatnya, itupun terjadi --- dan tidak secara intelek, secara kata-kata serta cita-cita. Tetapi adakah dalam diri anda revolusi batin yang sempurna itu ? Jika itu tidak ada dan anda mengharapkan revolusi lahir, maka anda akan menerbitkan kekacauan dunia. Dan kekacauan sudah ada didunia ini.

Penanya: Anda berbicara mengenai Pemerintahan dan gereja serta Nasionalisme; mereka memiliki hal yang kita anggap sebagai kekuasaan.

Krishnamurti: Kaum birokrat menginginkan kekuasaan dan mendapatkannya. Tidakkah anda menginginkan kekuasaan — terhadap isteri atau suami anda. Dalam kesimpulan-kesimpulan anda bahwa apa yang anda pikirkan adalah benar, terdapat kekuasaan; setiap orang menginginkan kekuasaan tertentu. Maka janganlah menyerang kekuasaan yang ada ditangan orang lain, tetapi bebaslah dari hasrat akan kekuasaan dalam diri anda; dan tindakan anda akan berbeda sama sekali. Kita ingin menyerang kekuasaan lahir, merenggut kekuasaan itu dari tangan orang lain yang memegangnya lalu memberikannya kepada orang lain; kita tidak berkata kepada diri kita sendiri, “Marilah kita bebaskan diri kita sendiri dari segala sifat menguasai dan kemilikan". Apabila anda benar-benar mengerahkan batin anda untuk membebaskan diri dari segala bentuk kekuasaan — yang berarti berfungsi tanpa kedudukan — maka anda akan menciptakan masyarakat yang benar-benar berbeda.

Penanya: Jika anda lapar, bagaimana pun juga anda tak dapat bertolak untuk menggarap persoalan ini.

Krishnamurti: Andaikata anda benar-benar lapar, anda tak akan ada disini. Kita tidak lapar, oleh sebab itu ada waktu bagi kita untuk mendengarkan, waktu untuk mengamati. Kiranya anda hendak berkata bahwa kita hanya merupakan kelompok kecil, setetes dalam samudera lalu apa yang bisa kita perbuat ? Adakah itu merupakan pertanyaan yang tepat sebagai kita dihadapkan kepada problema yang rumit dan besar nian, di dunia tempat kita hidup ? Sebagai manusia, sebagai individu yang biasa, apakah yang bisa dilakukan ? Andaikata anda benar-benar menghadapi problemanya, apakah anda akan memajukan pertanyaan semacam itu ? Anda justru akan bekerja — anda mengerti bukan? Apabila anda berkata “Apakah yang dapat kulakukan", dalam pertanyaan tersebut sudah terselip nada keputusasaan.

Penanya: Sejumlah manusia mengalami kelaparan, mereka harus bertindak untuk mempertahankan hidup. Apakah artinya ini semua bagi mereka ?

Krishnamurti: Sama sekali tidak ada. Jika saya lapar Tuan, saya menginginkan makanan — dan semua ini sedikit sekali artinya. Maka apakah persoalan anda ?

Penanya: Kita merupakan minoritas, kelompok kecil. Mayoritas yang tak terbatas, di India, di Asia beberapa bagian di Eropa dan Amerika, benar-benar menderita kelaparan. Bagaimana bisa segala hal yang kita bicarakan disini bermanfaat bagi mereka itu?

Krishnamurti: Hal itu bergantung kepada anda, kepada tindakan anda, meski anda sebagai minoritas kecil sekalipun. Revolusi yang besar nian telah diciptakan diatas bumi ini berkat adanya minoritas yang telah merubah sifat jiwanya. Anda prihatin tentang kesengsaraan dunia, kemiskinan, kemunduran, kelaparan dan anda berkata: “Apakah yang bisa kulakukan? Atau anda secara membuta akan ikut serta melaksanakan revolusi lahir, berusaha menjebol segalanya dan membangun semacam struktur sosial yang baru — dan dalam proses itu anda akan menanamkan lagi kesengsaraan yang sama saja — atau anda akan mengutamakan revolusi menyeluruh, tidak sebagian-sebagian, tidak hanya lahiriah saja; di dalam revolusi yang demikian itu, struktur dalam jiwa akan bertindak secara berbeda sekali di dalam hubungannya dengan masyarakat.

Penanya: Anda berkata seolah-olah revolusi batin terjadi dengan mendadak —benarkah ia berlangsung secara demikian?

Krishnamurti: Apakah revolusi batin itu merupakan soal waktu, merupakan perubahan batin secara tahap demi tahap ? Persoalan ini rumit sekali. Kita dibeban-pengaruhi untuk menerima pendapat bahwa melalui revolusi batin yang bertahap akan timbul perubahan. Berlangsungkah ia secara tahap demi tahap, atau terjadi ketika pada saat anda melihat kebenaran persoalannya?

Kalau anda melihat bahaya yang mendadak, maka akan terjadi tindakan yang seketika bukan ? Maka tindakan anda tidaklah bertahap atau berupa analisa. Kalau terdapat bahaya, timbullah tindakan yang seketika. Kita menunjukan bahaya-bahayanya, bahaya analisa, bahaya kekuasaan, penundaan dan pemisah-misahan. Apabila anda melihat bahayanya yang sebenarnya — tidak hanya dalam kata-kata saja, tetapi nyata-nyata baik jasmani maupun rohani — maka timbul tindakan seketika, tindakan dari revolusi seketika. Untuk melihat bahaya-bahaya kejiwaan ini, anda membutuhkan batin yang peka, awas serta waspada. Jika anda mengatakan “Bagaimanakah saya bisa memiliki batin yang waspada dan peka?", lagi-lagi anda terjebak oleh anggapan tentang tahap-tahap. Akan tetapi kalau anda melihat kemestiannya seperti kalau menghadapi bahaya — dan masyarakat adalah bahaya, semua hal yang melibatkan anda kedalamnya, merupakan bahaya — maka timbullah tindakan yang menyeluruh.

21 Juli 1970.


KEMBALI KE DIALOG