jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



DIALOG

DIALOG : AGAMA
[Dari buku Bebas Kekerasan Bab 4]



Kita telah mengatakan bahwa kita akan bicara tentang agama dan meditasi malam ini. Keduanya merupakan suatu soal yang memang cukup ruwet (complex), membutuhkan banyak kesabaran dan penyelidikan teliti, tanpa mereka-reka apapun, tanpa menerima atau mempercayai apapun. Manusia selalu mencari sesuatu yang lebih daripada kehidupan sehari-hari yang berisi penderitaan, kesenangan dan kedukaan; dia selalu ingin memperoleh sesuatu yang lebih kekal. Dan dalam mencari sesuatu yang tak dapat dinamakan ini, dia telah membangun kuil, gereja, masjid. Hal-hal luar biasa telah dilakukan atas nama agama. Terjadi peperangan-peperangan yang disebabkan oleh agama; manusia-manusia telah disiksa, dibakar, dibasmi; karena kepercayaan dianggapnya lebih penting daripada kebenaran, dogma lebih penting daripada pengamatan langsung. Apabila kepercayaan menjadi maha penting, anda bersedia mengorbankan apa saja untuk kepercayaan itu; apakah kepercayaan itu nyata ataukah tidak ada harganya bukan menjadi soal asalkan memberi hiburan, rasa keamanan, perasaan suasana kekekalan.

Adalah amat mudah menemukan sesuatu yang anda cari; akan tetapi itu berarti bahwa sebelum kita mulai mencari, kita harus mempunyai dasar, mempunyai suatu ide tentang apa yang kita cari. Di dalam mencari, terlibat berbagai proses; bukan hanya terdapat keinginan dan harapan bahwa apa yang anda kenali adalah kebenaran, akan tetapi terdapat juga alasan penggerak (motif) dibalik pencarian itu. Jika di situ terdapat suatu alasan berupa pelarian dari rasa takut, suatu kerinduan akan hiburan dan rasa keamanan, maka tak dapat tiada anda akan menemukan sesuatu yang akan memuaskan anda; boleh jadi ia merupakan suatu kepercayaan yang paling tak masuk akal, namun selama kepercayaan itu memuaskan dan teramat rnenyenangkan, betapa menggelikan sekalipun khayalan itu, anda melekat kepadanya. Maka terdapatlah bahaya besar bagi mereka yang mencari untuk menemukan.

Jika terdapat rasa takut macam apapun, tersembunyi atau terlihat, maka mencari menjadi suatu penghindaran, suatu pelarian dari kenyataan. Dan jika di dalam pencarian anda itu anda menemukan sesuatu, penemuan itu didasari pengenalan (recognition) — anda harus mengenalinya, kalau tidak penemuan itu tidak ada harganya bagi anda. Namun pengenalan ini, jika anda perhatikan, adalah dari ingatan masa lalu, ingatan akan sesuatu yang anda kenal, kalau tidak begitu anda tidak mungkin dapat mengenalinya. Semua ini terlibat dalam pencarian yang tak kunjung henti terhadap yang dianggap kebenaran itu; akan tetapi sesuatu yang lepas dari ukuran pikiran, tidaklah di dasarkan pada pengenalan.

Agama, dalam arti kata yang di akui sekarang, menjadi soal propaganda, soal pengukuhan kepentingan (vested interest), dengan memiliki harta, dengan sistim dari "kerohanian" yang bertingkat (hierarchical) dan birokratis. Agama menjadi suatu dogma, kepercayaan dan upacara keagamaan — menjadi sesuatu yang sama sekali terpisah dari kehidupan sehari-hari. Anda boleh jadi percaya atau tidak percaya kepada Tuhan, namun kepercayaan itu mempunyai arti yang kecil sekali dalam kehidupan sehari-hari di mana anda menipu, merusak, berambisi, serakah, iri hati, penuh kekerasan. Anda percaya kepada Tuhan atau kepada seorang juru selamat, atau kepada guru-guru, namun anda menjauhkan kepercayaan itu sedemikian rupa sehingga kepercayaan itu tidak sungguh-sungguh menyentuh kehidupan anda sehari-hari.

Agama, seperti keadaannya sekarang ini, telah menjadi suatu gejala (phenomenon) luar biasa yang tidak mempunyai arti (validity) sama sekali. Umat Kristen, selama dua ribu tahun ini, telah di beban-pengaruhi (conditioned) untuk percaya. Harap anda mengamat-amati dalam diri anda sendiri, tanpa mengritik, tanpa menyalahkan, hanya mengamati saja. Orang boleh jadi tidak menyukai ini, tetapi dia harus menghadapi kenyataan bahwa jika dia seorang Kristen, dia itu dibeban-pengaruhi (conditioned) seperti halnya seorang Komunis atau seorang Ateis. Yang percaya dan yang tidak percaya keduanya dibeban pengaruhi oleh kebudayaan jaman mereka, oleh masyarakat, oleh proses luar biasa dari propaganda. Hal seperti itupun terjadi di Asia selama ribuan tahun.

Semua struktur lahiriah (physical structure), pernyataan-pernyataan rohaniah (psychological assertions) kepercayaan-kepercayaan yang kuat yang demi semua itu semua manusia bersedia untuk menghancurkan atau dihancurkan, semua itu berdasar pada pendapat yang dialektis dan yang didesakkan, tentang bagaimana untuk menemukan apa yang benar; namun "pendapat yang benar", betapa pun cerdiknya, betapapun beralasannya, tidaklah mempunyai kenyataan sama sekali; pendapat adalah tetap pendapat belaka.

Agama-agama di seluruh dunia sekarang sama sekali tidak ada artinya. Kita ingin dihibur secara rohaniah dan karena itulah kita pergi gereja atau kuil atau masjid dan hal itu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kedukaan, kebingungan dan kebencian kita sehari-hari. Seorang yang sungguh-sungguh serius, yang sungguh-sungguh ingin menyelidiki apakah ada sesuatu yang lebih dari hal mengerikan yang disebut "kehidupan" (existence) ini, tentu saja harus bebas sama sekali dari dogma, dari kepercayaan, dari propaganda, dia harus bebas dari struktur dimana dia telah dididik untuk menjadi seorang "manusia beragama".

Dengan melihat yang palsu sebagai yang palsu dari "apa yang ada" dalam apa yang dinamakan agama, anda sampai pada kenyataan (positive). Kita akan menyelidiki, jika kita bisa, apakah gerangan yang dicari manusia — tidak melalui suatu kepercayaan, tidak melalui seorang juru selamat atau melalui seorang guru, tidak pula melalui si pembicara. Kita akan menyelidiki sendiri apakah ada ataukah tidak ada, sesuatu yang bukan bayangan (proyeksi) dari harapan-harapan kita sendiri, rasa takut kita sendiri, sesuatu yang tidak direka-reka oleh pikiran yang licik atau sesuatu yang tidak dilahirkan dan kesepian hebat kita sendiri.

Untuk menyelidiki, kita harus bebas dari kepercayaan; karena kepercayaan adalah sifat batin yang menanam modal dalam sesuatu yang akan memberi harapan, hiburan, kepastian, suatu perasaan kekekalan. Agar dapat bebas menyelidiki, kita harus bebas dari rasa takut, dari kecemasan, dari keinginan untuk merasa aman dalam batin. Semua itu sangat diperlukan oleh seseorang yang sangat serius dan bersungguh-sungguh ingin menyelidiki.

Alat yang cakap untuk penyelidikan adalah suatu batin yang jernih, yang tidak ada penyelewengan-penyelewengan (distortions) atau prasangka dari kesimpulan, rumus, atau kepercayaan. Lihatlah betapa luar biasa sukarnya untuk memiliki batin yang tidak berada dalam pertentangan; karena ini berarti suatu batin yang telah memahami pertentangan dan karenanya bebas dari padanya.

Jiwa — yang berarti bukan hanya pikiran akan tetapi juga perasaan, seluruh sifat batin dan raga manusia — haruslah sangat peka, karena kepekaan berarti kecerdasan. Kita akan membahas hal ini lebih mendalam, karena semua ini berarti meletakkan fondasi untuk meditasi. Jika anda tidak meletakkan fondasi ketertiban, maka meditasi — yang merupakan satu di antara hal-hal paling luar biasa dalam hidup — hanyalah menjadi suatu pelarian yang menuju kepada penipuan diri sendiri, penyihiran diri sendiri. Batin yang palsu (shoddy) dapat mempelajari muslihat itu, dapat mempraktekkan apa yang disebut meditasi, tapi akan tetap tinggal sebagai batin yang palsu dan bodoh.

Kebanyakan dari kita mempunyai sangat sedikit enersi, kita menghabiskannya dalam pertentangan, dalam pergulatan, kita buang-buang dalam bermacam cara — tidak hanya melalui sex, akan tetapi sebagian besar dari enersi itu terbuang dalam kontradiksi-kontradiksi dan dalam pemecah-belahan dalam diri kita sendiri yang mendatangkan konflik. Konflik jelas sekali merupakan suatu pemborosan besar dari enersi — tegangannya (voltage) berkurang. Tidak hanya enersi badaniah yang penting, tetapi demikian pula enersi batiniah, dengan batin yang sangat tenang, logic, sehat, lurus (undistorted) dan hati yang tidak mempunyai sentimen apapun, tidak mempunyai ernosi, melainkan bersifat cintakasih dan belas kasih yang melimpah. Semua ini mendatangkan kesungguhan (intensity), gairah yang besar. Anda memerlukan itu, kalau tidak, anda tidak dapat menyelidiki yang disebut meditasi ini. Anda boleh duduk bersila, mengatur pernapasan, melakukan hal-hal aneh, namun anda tidak akan pernah mencapai meditasi.

Tubuh haruslah luar biasa pekanya; ini merupakan satu diantara hal-hal paling sukar, karena kita telah merusak kecerdasan tubuh melalui minuman, merokok, pemanjaan, melalui kesenangan; kita telah membuat tubuh kita kasar. Lihatlah pada tubuh yang seharusnya sangat hidup dan peka dan anda akan melihat betapa kita telah menurunkan keadaannya ! Tubuh mempengaruhi batin dan batin mempengaruhi tubuh dan karena itulah kepekaan tubuh, susunan badan ini, adalah penting. Kepekaan ini tidak datang melalui puasa, melalui segala macam muslihat yang dilakukan terhadap tubuh. Batin harus mengawasinya dengan tenang. (Saya harap anda melakukan itu sekarang ini, karena si pernbicara akan memasuki persoalan ini — bukan besok atau baru kemudian — karena seperti yang telah kita katakan, kita mengambil bagian bersama dalam perjalanan ini, dalam penyelidikan ini).

Pengamatan terhadap "apa adanya" adalah pengertian terhadap kejadian itu. Pengertian diperoleh dari pengamatan akan "apa adanya"; mengujinya dalam kehidupan sehari-hari membawa kepada pengertian akan pengalaman. Sebagian dari kita menginginkan pengalaman-pengalaman besar karena kehidupan kita sendiri begitu terbatas, begitu sangat tumpul (dull). Kita menginginkan pengalaman — pengalaman yang mendalam, yang tahan lama, dan indah. Namun kita tidak mengerti sedikitpun apa artinya kata “pengalaman" itu dan batin yang mencari sesuatu pengalaman tidak mampu memahami apa artinya kebenaran. Kehidupan yang kita hayati setiap hari haruslah berubah; haruslah ada pengakhiran dari kebencian ini, pengakhiran dari kekerasan dalam diri sendiri, kekhawatiran, kejahatan, keinginan untuk berhasil, keinginan untuk menjadi orang yang diagungkan dan tanpa berubahnya semua itu secara radikal, maka mencoba untuk mencari suatu "pengalaman" tidak ada artinya sama sekali.

Batin yang mengharapkan untuk melihat kebenaran melalui obat bius, untuk memperoleh pengalaman-pengalaman luar biasa atau dihibur melalui obat bius, menjadi hamba dari obat-obat itu dan akhirnya membuat batin menjadi tumpul dan bodoh.

Kita sedang menyelidiki bersama persoalan batin yang saleh (religious) — bukan agama — melainkan apakah batin saleh itu, yang dapat menemukan kebenaran. Arti dasar dari kata-kata "agama" adaIah agak tak menentu; kita dapat memberinya arti apapun yang kita sukai dan biasanya kita memang telah melakukan itu. Namun, tanpa mempunyai pendapat sesuatu tentang apakah agama itu, berarti bebas untuk menyelidikinya, menyelidiki sifat batin yang saleh (religious). Sifat batin ini tidaklah terpisah dari kehidupan sehari-hari yang berisi penderitaan, kesenangan, kedukaan dan kebingungan.

Untuk menyelidiki ini, haruslah ada kebebasan dari semua otoritas. Anda berdiri sendiri dalam penyelidikan ini, tidak ada kitab, tidak ada siapapun yang menolong anda. Harap anda melihat betapa pentingnya ini, karena kita telah menyerahkan kepercayaan dan keyakinan kita kepada orang-orang lain — kepada pendeta-pendeta, kepada para juru selamat, kepada para guru dan sebagainya — dan setelah menyerahkan kepercayaan kita, kita mengharapkan mereka untuk membimbing kita dan bimbingan mereka sia-sia belaka.

Didalam penyelidikan ini tidak ada persoalan otoritas — anda seperti seorang sarjana sejati, tanpa mencari suatu hasil. Apabila tidak ada otoritas apapun, maka tidak ada sistim, tidak ada praktek. Suatu sistim, suatu metode, mengandung suatu rutin (routine), suatu pembentukan kebiasaan. Jika anda mempraktekkan suatu sistim tertentu setiap hari, batin anda pasti menjadi tumpul (dull). Ini adalah amat sederhana dan jelas. Maka sistim-sistim, metode-metode, praktek-praktek, haruslah lenyap lama sekali. Lihatlah apa yang terjadi pada batin yang tidak takut, yang tidak mencari kesenangan atau mengejar hiburan, batin yang tidak bersandar pada otoritas melainkan sungguh-sungguh menyelidiki; bagi batin yang tidak bergantung pada apapun juga tidak ada rasa takut dan karena itu dapat menyelidiki. Batin seperti itu telah menjadi luar biasa tajamnya, hidup, kuat dan sungguh-sungguh. (Apabila kita menggunakan kata-kata "jiwa" (mind). kita maksudkan keseluruhannya, termasuk organisme-nya, hatinya). Batin yang sifatnya demikian memiliki keindahan; tanpa menggunakan metode, batin itu jernih menyelidik, mengamati dan mempelajari pada saat mengamati. Belajar tidaklah terpisah dari perbuatan. Belajar adalah bertindak. Jika anda mempelajari tentang kebangsaan, tentang bahaya pemisahan, bahaya pembagi-bagian antara rakyat-rakyat, jika anda mengamatinya dan memahaminya, maka pengertiannya itu sendiri mengakhiri perbuatan yang membagi-bagi ini. Karena itu pengamatan adalah luar biasa pentingnya.

Barangkali anda semua tahu tentang yoga. Demikian banyak buku ditulis tentang itu, setiap Tom, Dick dan Harry yang pernah tinggal beberapa bulan di India dan menempuh sedikit pelajaran, menjadilah dia seorang "yogi". Kata-kata "Yoga" mempunyai banyak arti; yoga berarti suatu cara hidup, bukan hanya berarti mempraktekkan beberapa latihan agar awet muda. Yoga berarti suatu cara hidup di mana tidak ada pemisahan dan karenanya tidak ada konflik — demikian itu adalah cara si pembicara memandang arti yoga. Tentu saja latihan secara teratur benar adalah baik, menjaga tubuh tetap gemulai (supple). Pembicara telah banyak melakukan latihan selama bertahun-tahun, bukan untuk memperoleh suatu keadaan istimewa melalui latihan pernapasan dari yang sebagainya, melainkan untuk menjaga tubuh agar tetap gemulai. Anda harus mendapatkan latihan yang benar, makanan yang benar, bukan memenuhi perut dengan banyak daging — dengan semua kebuasan dan kekasaran yang pasti menjadi akibatnya. Setiap orang harus menyelidiki makanan yang baik untuk dirinya sendiri, dia harus mencoba mengujinya.

Terdapat pula suatu muslihat yang dipergunakan untuk menipu anda; yaitu Mantra Yoga. Untuk empat atau tiga puluh dollar, anda diajari beberapa mantra — suatu pengulangan dari kata-kata, terutama dalam Bahasa Sanskrit. Umat Katholik rnempunyai tasbih dan mengucapkan Ave Maria berulang kali — atau apapun juga yang mereka ulang. Tahukah anda apa yang terjadi bila anda secara tetap mengulang suatu rangkaian kata-kata ? Anda menyihir-diri anda sendiri kedalam ketenangan. Atau anda menunggang diatas nada dari kata-kata itu. Apabila anda terus menerus mengulang suatu kata-kata tertentu, pengulangan ini menimbulkan suatu suara, di sebelah dalam; dan suara-dalam ini terus berbunyi — jika anda mendengarkannya; suara itu menjadi sangat hidup dan anda mengira bahwa itu adalah suatu hal yang teramat hebat. Padahal tidaklah demikian, itu hanyalah suatu macam bentuk penyihiran diri sendiri. Itupun harus di buang sama sekali.

Kemudian kita tiba pada suatu masalah yang sangat berbeda, yaitu : kewaspadaan (awareness) dan perhatian. Saya tidak tahu apakah anda pernah mendalami hal ini — bukan dengan membaca kitab-kitab, bukan dengan di ajari bagaimana harus waspada dalam sebuah sekolah di Asia, di suatu biara — akan tetapi jika anda mendalami hal itu, anda akan melihatnya sendiri apakah artinya tidak di ajari oleh orang lain. Anda harus mempelajari sendiri apa artinya kewaspadaan; waspada akan ruangan dimana anda duduk, waspada akan keserasian ruangan dan warna yang berada didalamnya; tanpa mengatakan apakah ruangan itu buruk atau indah, hanya mengamatinya saja. Bila anda berjalan di jalan raya, waspadalah akan hal-hal yang terjadi disekeliling anda, mengamati awan-awan, pohon-pohon, cahaya di atas air, burung yang sedang terbang.

Waspada tanpa suatu gangguan pikiran yang berkata, "ini benar", "ini salah", "ini seharusnya", atau "tidak seharusnya". Waspada akan hal-hal yang terjadi di luar, lalu waspada juga akan hal di sebelah dalam — mengawasi setiap gerakan, pikiran, mengawasi setiap perasaan, setiap reaksi; ini membuat batin luar biasa hidupnya.

Ada perbedaan antara konsentrasi dan perhatian. Konsentrasi adalah proses penolakan, proses dari perlawanan dan karenanya merupakan konflik. Pernahkah anda mengawasi pikiran anda apabila anda mencoba untuk mengkonsentrasi atas sesuatu? Pikiran itu berkeliaran dan anda mencoba untuk menariknya kembali dan perang pun berlangsung terus; anda ingin memusatkan perhatian anda, mengkonsentrasikan pada sesuatu, namun pikiran ingin sekali memandang keluar jendela, atau ingin sekali memikirkan tentang sesuatu yang Iain. Dalam konflik ini terdapat demikian banyaknya pembuangan enersi dan waktu.

Kita bertanya mengapa pikiran (mind) mengoceh, bicara tak kunjung henti kepada diri sendiri atau kepada orang lain, atau ingin selalu disibukkan setiap saat dengan membaca buku, memutar radio, selalu aktif. Mengapa? Jika anda mengamati, terdapatlah suatu kebiasaan dari kegelisahan, tubuh anda tak pernah dapat duduk diam untuk suatu waktu yang agak panjang, selalu melakukan sesuatu atau dalam kegelisahan. Batin juga mengoceh; kalau tidak demikian apa yang akan terjadi dengannya? — batin merasa ketakutan, maka harus diisi dengan kesibukan (occupied). Batin harus disibukkan dengan pembaharuan sosial, dengan ini atau itu, dengan suatu kepercayaan, dengan suatu pertengkaran, dengan sesuatu yang terjadi di masa lalu — selalu memikirkan tiada hentinya.

Seperti yang telah kita katakan : perhatian sama sekali berbeda dari konsentrasi. Kewaspadaan dan perhatian jalan bersama — tetapi tidak dengan konsentrasi. Batin yang sungguh-sungguh memperhatikan dapat mengamati sangat jelas, tanpa suatu penyelewengan, tanpa suatu perlawanan, namun bekerja dengan efisien dan objektif. Bagaimanakah sifat batin seperti itu? (Saya harap anda tertarik tentang ini, karena ini adalah sebahagian dari hidup. Jika anda menolak semua ini, berarti anda juga menolak seluruh kehidupan. Jika anda tidak mengenal arti dan keindahan dari meditasi berarti anda tidak tahu apapun tentang hidup. Anda bisa memiliki mobil terbaru, anda bisa berkeliling dunia dengan bebas, namun jika anda tidak mengenal keindahan sejati, kebenaran dan kegembiraan dari meditasi, anda kehilangan bagian besar dalam kehidupan. Ini bukan berarti untuk membuat anda berkata : "Aku harus belajar bermeditasi". Meditasi adalah suatu hal wajar yang terjadi. Batin yang menyelidiki pasti akan tiba kepada ini; batin yang waspada (aware), yang mengamati akan "apa adanya" dalam dirinya sendiri, adalah diri sendiri, mengenal diri sendiri).

Kita bertanya : bagaimanakah sifat batin yang telah sampai sedemikian jauh, secara wajar, tanpa suatu dorongan (effort)? Jika anda memandang kepada sebatang pohon atau segumpal awan, memandang kepada wajah isteri anda atau suami anda atau wajah tetangga anda, hanyalah dari keheningan saja anda dapat mengamati dengan sangat jelas. Anda hanya dapat mendengarkan jika di situ tidak ada kebisingan yang diciptakan sendiri. Apabila anda mengoceh pada diri sendiri, membandingkan apa yang telah dikatakan dengan apa yang telah anda ketahui, berarti anda tidak mendengarkan. Apabila anda mengamati dengan mata anda dan segala macam prasangka dan pengetahuan datang mencampuri, berarti anda tidak sungguh-sungguh mengamati. Demikianlah bila anda sungguh-sunguh mengamati dan mendengarkan, anda hanya dapat melakukan itu dari keheningan (silence).

Saya tidak tahu apakah anda pernah menyelami sejauh ini bukanlah sesuatu yang anda pupuk, memakan waktu bertahun-tahun untuk menemukannya, karena ini bukanlah hasil dari waktu atau dari pembandingan; ini adalah hasil dari pengamatan dalam kehidupan sehari-hari, pengamatan dari pikiran — pikiran anda dan pengertian akan pikiran itu. Apabila batin sungguh-sungguh waspada (aware), ia menjadi luar biasa hening, tenang; bukan berarti bahwa batin itu tidur, melainkan sadar sungguh-sungguh di dalam keheningan. Hanya batin seperti inilah dapat melihat apakah kebenaran itu, dapat melihat apakah terdapat sesuatu yang lebih luhur ataukah tidak. Hanya batin seperti itulah merupakan batin yang saleh (religious), karena ia telah meninggalkan masa lalu sama sekali — sungguhpun ia mempergunakan ingatan masa lalu itu. Kalaupun sudah demikian agama menjadi sesuatu yang tidak mungkin dapat dinyatakan dalam kata-kata; tak dapat diukur dengan pikiran — karena pikiran selalu mengukur-ukur; pikiran, seperti kita katakan, adalah jawaban dari masa lalu. Pikiran tak pernah bebas; selalu bekerja di dalam lapangan dari yang telah di kenal.

Maka batin yang dapat mengerti apakah kebenaran, apakah kesunyataan — kalau saja ada yang disebut kesunyataan itu — haruslah sama sekali bebas dari semua muslihat, penipuan dan khayalan. Dan ini memerlukan banyak pekerjaan. Ini berarti disiplin batiniah; disiplin yang bukan tiruan, bukan penyesuaian diri atau bukan pengetrapan (adjustment). Disiplin datang di dalam pengamatan terhadap "apa adanya" dan mempelajarinya; mempelajari tentang itu sendiri sudah merupakan disiplinnya sendiri. Karena itu terdapatlah ketertiban dan dengan datangnya ketertiban ini berakhirlah ketidak-tertiban dalam diri sendiri. Semua ini, dari awal percakapan ini sampai sekarang, adalah sebagian dari meditasi.

Hanya jika anda tahu bagaimana memandang segumpal awan atau melihat keindahan cahaya di atas lautan, tahu bagaimana memandang kepada isteri anda — atau kepada si pemuda atau si pemudi — dengan penglihatan yang segar dengan batin murni yang tidak pernah di sakiti, yang tidak pernah rnenitikkan sebutir air mata, barulah batin dapat melihat apakah kebenaran itu.

Penanya: Beberapa waktu yang lalu Saya telah menyelidiki sendiri kebenaran apa yang anda katakan — bahwa kunci menuju kebebasan batin adalah mengalami bahwa yang mengamati dan yang diamati adalah satu. Saya mempunyai suatu pekerjaan yang sangat sukar dan menjemukan yang harus saya laksanakan, pekerjaan yang mendatangkan rasa perlawanan besar dalam diri saya. Saya mendapat kenyataan bahwa sayalah perlawanan itu sendiri dan bahwa hanya perlawanan yang memandang kepada perlawanan (resistance). Kemudian tiba-tiba rasa perlawanan itu lenyap — seperti suatu keajaiban saja — dan saya bahkan memperoleh kekuatan jasmani untuk menyelesaikan pekerjaan saya itu.

Krishnamurti: Apakah anda berusaha memperkuat apa yang saya bicarakan, memberi dorongan semangat kepada saya atau kepada para pendengar? (Suara tertawa).

Penanya: Dibutuhkan enersi yang amat besar sebelum seseorang sampai pada titik dari penglihatan bahwa si pengamat dan yang di amati adalah satu.

Krishnamurti: Tuan itu mengatakan bahwa si pengamat adalah yang di amati juga; yaitu : bilamana terdapat rasa takut, si pengamat adalah bagian dari rasa takut itu. Dia tidak mempersatukan dirinya sendiri dengan rasa takut; si pengamat adalah bagian dari rasa takut itu sendiri. Untuk menyadari hal ini adalah amat mudah. Anda menyadari berdasarkan kata-kata, teoretis — yaitu mengerti arti dari kata-katanya atau anda secara nyata melihat bahwa si pengamat dan yang di amati adalah satu. Jika anda melihat ini dengan nyata, hal ini akan membuat suatu perubahan azasi dalam kehidupan anda; hal ini akan mengakhiri konflik. Apabila terdapat sesuatu pemisahan antara si pengamat dan yang di amati, suatu celah, di situ terdapat selingan waktu dan karena itu timbullah konflik. Apabila anda melihat dengan nyata dan membuktikan bahwa si pengamat dan yang diamati adalah benar-benar satu, berarti anda mengakhiri seluruh konflik dalam kehidupan, dalam seluruh hubungan.

Penanya: Setelah kita memperoleh kenyataan bahwa masa lalu sebagai ingatan, berada diantara sesuatu yang lebih dalam dan yang lahiriah, apakah yang dapat kita lakukan? Kita tidak dapat menghentikannya — hal itu akan berlangsung terus.

Krishnamurti: Ingatan menyelipkan diri sendiri di antara yang luar dan yang dalam. Di situ terdapat yang di dalam serta yang di luar dan batin sebagai ingatan, sebagai sesuatu yang terpisah, sebagai masa lalu. Dengan demikian terdapatlah tiga macam hal sekarang, yang di dalam, yang di luar dan batin sebagai masa lalu.
Harap anda jangan tertawa — ini adalah kehidupan kita, inilah apa yang kita lakukan; sungguhpun anda mengajukan pertanyaan secara berbeda, inilah kenyataannya apa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Anda ingin melakukan sesuatu; batin berkata, "Jangan lakukan itu atau, lakukanlah itu dengan suatu cara lain", maka berlangsunglah suatu peperangan. Batin mencampurinya; batin sebagai pikiran, pikiran sebagai masa lalu. Pikiran masuk diantara kenyataan, yang di dalam dan yang di luar; maka apakah yang harus kita lakukan? Fungsi dari pikiran adalah untuk memisah-misahkan; pikiran telah memisah-misahkan hidup sebagai masa lalu, masa kini dan masa depan. Pikiran telah memisahkan yang dalam dari yang luar. Pikiran berkata : Bagaimana saya dapat menghubungkan yang dua ini dan bertindak sebagai satu keseluruhan?
Dapatkah pikiran melakukan ini? — padahal pikiran sendiri menjadi unsur (factor) dari pemisahan itu?

Penanya: Jika ada kemauan pasti ada caranya.

Krishnamurti: Tidak tuan : anda mempunyai cara anda di dalam dunia; anda mempunyai kemauan untuk menghancurkan manusia dan anda telah berhasil, anda telah menemukan caranya. Kita tidak berurusan dengan kemauan; kemauan adalah hal yang paling merusak, karena kemauan berdasar atas kesenangan, nafsu keinginan dan bukan berdasar atas sukacita yang bebas.

Anda bertanya bagaimana pikiran dapat dibuat tenang. Bagaimana pikiran dapat hening? Apakah itu pertanyaannya yang benar?— karena kalau anda mengajukan pertanyaan yang keliru tak dapat tiada anda akan memperoleh jawaban yang keliru pula. (Suara tertawa). Tidak tuan, ini bukanlah suatu soal yang patut ditertawakan. Anda harus mengajukan pertanyaan yang benar. Adakah itu pertanyaan benar jika kita bertanya, "Bagaimanakah pikiran dapat berakhir?" Ataukah kita harus menyelidiki apakah fungsi dari pikiran? jika anda mengakhiri pikiran — jika hal ini memang mungkin — lalu bagaimana anda akan rnelaksanakannya apabila anda harus pergi ke kantor? Pikiran, jelas adalah perlu.

Kita mengatakan bahwa pikiran berbahaya di dalam suatu segi tertentu; karena pikiran memisah-misahkan; namun demikian, pikiran harus bekerja secara logis, waras, objektif, sehat, dalam arah lain. Bagaimana ini mungkin? Bagaimana pikiran dapat tidak mencampuri ? Apakah anda dapat melihat persoalannya? Soalnya bukanlah "bagaimana mengakhiri pikiran". Apabila anda mengajukan pertanyaannya dengan sangat jelas, anda akan melihatnya sendiri.

Pikiran, sebagai jawaban dari masa lalu, mencampuri, memisah-misahkan antara luar dan dalam dan menghancurkan kesatuan. Maka kita lalu berkata, "Marilah kita hancurkan pikiran, mari kita bunuh pikiran." Ini adalah salah sama sekali. Akan tetapi jika anda menyelidiki ke dalam seluruh struktur pikiran, melihat di mana tempatnya, dimana pikiran tidak diperlukan, barulah anda menemukan bahwa batin akan bertindak bijaksana kapan pikiran tidak berfungsi atau juga kapan pikiran harus berfungsi.

Penanya: Mengapa anda mempunyai kewaspadaan lebih besar tentang "apa adanya" daripada saya? Apakah rahasia anda?

Krishnamurti: Saya sungguh tidak pernah memikirkan tentang itu. Lihatlah, apakah kerendahan hati itu sesuatu yang harus diusahakan? Jika anda mengusahakan kerendahan hati, itu adalah tetap saja merupakan ketinggian hati. Jika anda mengusahakan kewaspadaan tentang "apa adanya", berarti anda tidaklah waspada. Namun jika anda waspada pada waktu anda duduk dalam sebuah otobis, atau waktu mengemudikan mobil, pada waktu anda memandang, bicara atau bergembira, maka dari kewaspadaan itu, dengan sendirinya, dengan mudah, datanglah kewaspadaan tentang "apa adanya". Namun jika anda mencoba untuk berusaha mencurahkan perhatian besar tentang "apa adanya", maka pikiranlah yang sedang bekerja, bukan kewaspadaan.

Penanya: Apakah anda telah mengatakan untuk menjadi bebas kita tidak seharusnya mempunyai guru? Apakah saya tidak salah mengerti?

Krishnamurti: Apakah fungsi seorang guru? Kalau dia tahu akan suatu subjek seperti obat-obatan, ilmu pengetahuan, bagaimana untuk menjalankan sebuah komputer dan sebagainya, fungsinya adalah untuk mengajarkannya kepada orang lain tentang pengetahuan dan keterangan yang dimilikinya. Itu adalah sederhana sekali. Akan tetapi kalau kita bicara tentang seorang guru yang mengatakan bahwa dia tahu dan ingin mengajar sang murid, maka bercurigalah, karena orang yang berkata bahwa dia tahu, sesungguhnya dia tidak tahu. Karena kebenaran, keindahan dari penerangan jiwa (enlightment), atau apapun yang anda pakai untuk menamakannya, tidak pernah dapat di gambarkan — dia ada. Dia adalah sesuatu yang hidup, sesuatu yang bergerak, aktif, tanpa bobot. Hanya tentang sebuah benda mati saja anda dapat mengatakan apakah adanya itu; dan guru yang mengajar anda tentang benda-benda mati bukanlah seorang guru.

Penanya: Bagaimana kita bisa mempersatukan konsentrasi, disiplin dan perhatian?

Krishnamurti: Kata-kata disiplin berarti belajar dari orang lain. Siswa adalah orang yang belajar dari seorang guru. Pernahkah anda mempertimbangkan atau menyelami persoalan apakah artinya belajar? Kata "learning" ("belajar") -- apakah artinya itu? Dapat berarti anda mempelajari untuk menambah apa yang anda telah ketahui, yang menjadi pengetahuan — seperti ilmu pengetahuan — atau terdapat suatu pelajaran yang bukan merupakan timbunan pengetahuan melainkan suatu gerakan. Apakah anda melihat perbedaan antara dua itu? Saya belajar untuk memperoleh pengetahuan, untuk menjadi efisien, secara teknis dan sebagainya, atau saya belajar sepanjang masa tentang sesuatu yang selalu baru dan karenanya perbuatan adalah selalu baru. Harap dengarkan ini. Saya ingin tahu saya ingin belajar tentang diri sendiri. Saya adalah suatu kesatuan yang sangat ruwet (complex), disitu terdapat yang tersembunyi dan yang jelas. Saya ingin tahu tentang keseluruhan selengkapnya tentang diri saya sendiri. Maka saya mengawasi diri sendiri dan saya melihat bahwa saya takut; saya melihat sebab dari rasa takut ini; dalam pengawasan ini saya telah belajar dan ini menjadi pengetahuan saya. Akan tetapi jika lain waktu rasa takut timbul, saya memandangnya dengan pengetahuan yang lewat itu, berarti saya berhenti belajar. Saya hanya memandangnya dengan masa lalu dan saya tidak belajar tentang apa yang sesungguhnya sedang terjadi.

Untuk mempelajari diri sendiri, haruslah ada kebebasan, sehingga terdapat pengamatan tetap tanpa campur tangan masa lalu — tanpa campur tangan pikiran.

Dengan demikian "belajar" mempunyai dua arti; belajar untuk memperoleh pengetahuan yang dapat saya pergunakan dengan efisien dalam lapangan tertentu; atau belajar tentang diri sendiri, sehingga masa lalu — yaitu pikiran — tidak selalu mencampuri; dengan cara ini saya dapat mengamati dan jiwa selalu peka.

Penanya: Saya ingin bertanya apakah anda makan daging atau ikan?

Krishnamurti: Apakah hal itu betul-betul menarik perhatian anda? Selama hidup saya tidak pernah menyentuh daging atau ikan — saya tidak pernah mencicipinya, tidak pernah merokok atau minum alkohol; hal ini tidak menarik, tidak ada artinya. Apakah hal ini akan membuat anda menjadi vegetarian (tidak makan daging) pula? (Suara ketawa). Tentu tidak! Anda tahu, pahlawan-pahlawan, tauladan-tauladan, adalah hal-hal terburuk yang dapat anda miliki. Selidikilah mengapa anda makan daging, mengapa anda hanyut dalam kebiasaan merokok dan minum alkohol, mengapa anda tidak dapat hidup sederhana — yang bukan berarti hanya memiliki satu stel pakaian, atau makan sekali sehari melainkan sifat jiwa yang sederhana, tanpa segala penyelewengan dari kesenangan dan nafsu keinginan, ambisi dan motif-motif — sehingga anda dapat memandang langsung dan melihat keindahan dunia.

Penanya: Saya hanya ingin bertanya apakah humor itu.

Krishnamurti: Saya kira arti sesungguhnya ialah merasa tertawa terhadap diri sendiri. Kita mempunyai demikian banyak air mata dalam hati kita, demikian banyak kesengsaraan — lihatlah kepada diri sendiri dengan hati tertawa, mengawasi dengan terang dan dengan serius namun dalam suasana tertawa, jika kita bisa.

 Santa Monica, California, 8 Maret 1970

KEMBALI KE DIALOG