jkbanner

THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI   -   INDONESIAN WEBSITE



CERAMAH

Ceramah di Universitas California di Santa Cruz


Malam ini saya ingin bicara tentang beberapa hal yang kesemuanya saling berhubungan, seperti juga semua masalah manusia adalah juga saling berhubungan. Kita tidak dapat mengambil satu masalah secara terpisah dan mencoba untuk memecahkannya secara terpisah pula; setiap masalah mengandung sernua masalah lainnya, jika kita tahu bagaimana untuk memasukinya secara mendalam dan dengan daya pengertian.

Pertama-tama sekali, saya ingin bertanya apakah akan jadinya dengan kita semua, yang muda dan yang tua, apa yang akan kita buat dari kehidupan kita ? Apakah kita akan membiarkan diri kita sendiri tersedot ke dalam pusaran dari kehormatan yang telah diterima umurn ini dengan ahlak sosialnya dan ahlak ekonominya, dan menjadi bagian dari apa yang dinamakan masyarakat budaya dengan semua masalah-masalahnya, kekacauan dan kontradiksinya, ataukah kita akan membikin kehidupan kita menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda ? Itulah masalah yang dihadapi oleh kebanyakan orang. Kita terdidik, bukan untuk memahami kehidupan sebagai suatu keseluruhan, melainkan untuk memainkan suatu peranan tertentu dalam totalitas kehidupan ini. Kita dibeban-pengaruhi sedemikian beratnya sejak masa kanak-kanak untuk mencapai sesuatu dalam masyarakat ini, untuk berhasil baik dan menjadi seorang borjuis komplit; dan kaum cendekiawan yang lebih peka semuanya memberontak terhadap pola kehidupan demikian itu. Dalam pemberontakannya itu, dia melakukan berbagai hal : dia bisa menjadi anti sosial, anti politik, mempergunakan obat bius dan rnengejar suata kepercayaan agama sektaris dan sempit, mengikuti seorang guru kebatinan, seorang mengajar atau seorang filsuf, atau dia menjadi seorang skeptis, seorang komunis, atau dia menyerahkan diri sama sekali kepada suatu agama yang exotis seperti Buddhisme atau Hinduisme. Dan dengan menjadi seorang ahli masyarakat, seorang sarjana, seorang seniman, seorang pengarang atau, jika dia memiliki kecakapannya untuk menjadi seorang filsuf dan, dengan demikian, menutup diri sendiri dalam sebuah lingkaran, kita mengira bahwa dengan menjadi semua itu kita telah memecahkan masalahnya. Kita lalu mengkhayal bahwa kita telah memahami seluruh dari kehidupan dan kita mendikte kepada orang lain bagaimanalah seharusnya kehidupan itu menurut kecenderungan tertentu kita sendiri, tabiat istimewa kita sendiri, dan dari pengetahuan khas kita sendiri.

Apabila kita mengamati apakah adanya kehidupan dengan keruwetan dan lika-likunya yang amat luas itu, tidak hanya dalam lapangan ekonomi dan sosial saja, melainkan juga dalam bagian batiniah, kita harus bertanya kepada diri sendiri, jika kita benar-benar serius, peranan apakah yang kita harus mainkan dalam semua ini. Apakah yang akan saya lakukan sebagai seorang manusia yang hidup dalam dunia ini dan tidak melarikan diri ke dalam suatu keadaan hidup khayali atau ke dalam sebuah biara ?

Melihat seluruh pola ini dengan sangat jelas, apakah yang harus kita lakukan, apakah yang harus kita buat kehidupan kita ? Pertanyaan ini selalu ada di situ, baik kita telah memperoleh kedudukan baik dalam masyarakat maupun baru akan memasukinya. Demikianlah, bagi saya, kita tak terhindarkan lagi harus mengajukan pertanyaan ini : Apakah maksud dari kehidunan dan sebagai seorang cukup sehat batinnya, yang tidak neurotik secara total dan yang hidup dan aktif, bagian peranan apakah akan saya mainkan dalam semua ini? Peranan atau bagian apakah yang menarik minat saya ? Dan, jika saya tertarik kepada suatu pecahan atau bagian tertentu, maka saya harus sadar akan bahaya yang terdapat dalam ketertarikan semacam itu, karena kita kembali lagi ke dalam pembagian lama yang melahirkan daya upaya, kontradiksi dan perang. Lalu dapatkah saya mengambil bagian dalam keseluruhan dari hidup dan tidak hanya dalam suatu bagian tertentu darinya ? Mengambil bagian dalam keseluruhan dari hidup jelas tidak berarti memiliki pengetahuan lengkap akan ilmu pengetahuan, sosiologi, filsafat, mathematika, dan sebagainya; hal itu akan tak mungkin kecuali kalau kita adalah seorang jenius.

Dapatkah kita, karenanya, mendatangkan secara psikologis, di sebelah dalam, suatu jalan hidup yang seluruhnya berbeda ? Hal ini jelas berarti bahwa kita menaruh suatu minat dalam semua hal-hal lahiriah, akan tetapi bahwa revolusi yang fondamentil dan radikal berada di dalam alam psikologis. Apakah yang dapat kita lakukan untuk mendatangkan suatu perubahan seperti itu secara mendalam di dalam diri kita sendiri ? Karena diri sendiri adalah masyarakat, adalah dunia, adalah seluruh isi dari masa lalu. Maka masalahnya adalah : Bagaimanakah kita, anda dan saya, dapat mengambil bagian dalam keseluruhan dari kehidupan dan tidak hanya dalam satu bagian saja dari padanya ? Itu merupakan satu masalah; terdapat pula masalah-masalah kelakuan, tingkah laku dan kebajikan dan masalah cinta kasih —apakah adanya cinta kasih dan apakah adanya kematian. Baik kita ini muda atau tua, kita harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri kita sendiri, karena semua itu adalah bagian dari hidup, bagian dari keadaan hidup kita; dan bersama-sama, jika anda setuju, kita harus membicarakan masalah ini pada malam ini. Kita akan memasuki masalah ini bersama-sama; anda tidak berada di luar sernua ini, hanya menjadi seorang penonton, seorang pendengar yang mengamati dengan ingin tahu dan tertarik sepintas lalu saja. Baik kita suka atau tidak, kita semua terlibat dalam penyelidikan ini — apa yang harus kita lakukan dengan hidup kita, apakah adanya kelakuan benar, apakah adanya cinta kasih (jika terdapat hal seperti itu), apakah arti dari hal luar biasa yang dinamakan kematian itu, yang kebanyakan orang bahkan tidak mau mernbicarakannya. Demikianlah, melihat keseluruhan dari ini, kita harus bertanya apakah maksud dari seluruh keadaan hidup.

Kehidupan yang kita hayati sekarang ini sesungguhnya mempunyai arti sedikit sekali; lulus dalam beberapa ujian sekolah, memperoleh suatu gelar, mendapatkan suatu pekerjaan yang baik dan bergulat selama sisa hidup kita sampai mati. Dan untuk mereka-reka suatu arti kepada ketidaktertiban hebat ini sama merusak sifatnya. Sekarang apakah yang mungkin bagi kita, setelah melihat semua ini dan setelah kita tahu bahwa haruslah terdapat suatu revolusi batin yang mendalam untuk mendatangkan suatu ketertiban yang berbeda, suatu masyarakat yang berbeda, dan pada saat yang sama tidak bergantung kepada siapapun untuk memberi kita penerangan batin atau kejernihan — maka apakah yang mungkin ? Untuk menyelidiki apa yang mungkin, kita harus pertama-tama, menyelidiki apa yang tidak mungkin. Sekarang apakah yang tidak mungkin atau yang tampaknya tidak mungkin? Agaknya tidak mungkin untuk adanya suatu perubahan yang menyeluruh, suatu revolusi rohani yang menyeluruh, untuk terjadi secara seketika, yaitu besok pagi anda bangun tidur dan anda sama sekali berbeda, cara anda memandang, berpikir, merasakan adalah begitu baru, begitu hidup, begitu bergairah, begitu nyata, sehingga di dalamnya tidak ada lagi suatu bayangan dari konflik atau kemunafikan. Anda mengatakan hal itu tidak mungkin karena anda telah menerima atau telah menjadi terbiasa dengan gagasan tentang evolusi rohani, suatu perubahan lambat-laun yang boleh makan waktu limapuluh tahun; maka dengan demikian unsur waktu diperlukan, bukan hanya waktu secara kronologis melainkan juga waktu psikologis. Itulah cara berpikir tradisionil yang telah diterima; untuk berubah untuk mendatangkan revolusi batin yang radikal, unsur waktu diperlukan. Jika seseorang memperingatkan, seperti yang dilakukan oleh pembicara, bahwa adalah untuk berubah secara menyeluruh mulai besok pagi, anda akan berkata bahwa hal itu adalah tidak mungkin, bukan? Demikianlah, bagi anda, itu adalah yang tidak mungkin; sekarang setelah mengetahui apa yang tidak mungkin, anda dapat menyelidiki apa yang mungkin. Kemungkinannya lalu tidak sama seperti sebelumnya : ia sama sekali berbeda. Apakah anda dapat mengerti ?

Apabila kita berkata ini mungkin, itu tidak mungkin, kemungkinan itu adalah dapat diukur, akan tetapi apabila kita menginsyafi akan sesuatu yang tidak mungkin, maka kita melihat apa yang mungkin dalam hubungannya dengan yang tidak mungkin; dan kemungkinan itu lalu sama sekali berbeda dari apa yang sebelumnya mungkin. Harap anda mendengarkan dengan cermat, jangan membandingkan ini dengan apa yang orang lain pernah berkata, hanya pandanglah itu dalam diri anda sendiri dan anda akan melihat suatu hal luar biasa terjadi. Kemungkinan sekarang, seperti keadaan kita adalah sangat kecil; adalah mungkin untuk pergi ke bulan, untuk menjadi seorang hartawan atau menjadi seorang profesor, apapun adanya itu tetapi kemungkinan itu sangat tak berarti. Sekarang apabila anda dihadapkan pada suatu persoalan seperti ini, bahwa anda harus berubah secara menyeluruh pada besok pagi dan karenanya menjadi seorang manusia yang sama sekali berbeda, maka anda dihadapkan dengan yang tidak mungkin. Apabila anda menginsyafi ketidakmungkinan dari itu, kemudian dalam hubungan dengan yang tidak mungkin itu, anda akan menemukan apa yang mungkin, yang merupakan sesuatu yang sama sekali berbeda; karena itu suatu kemungkinan yang sangat berbeda terjadi dalam batin anda. Dan kemungkinan inilah yang sedang kita bicarakan, bukan kemungkinan yang tidak ada artinya. Maka, dengan mengingat semua ini, yang tidak mungkin dan yang mungkin dan yang mungkin dalam hubunganya kepada yang tidak mungkin, dan melihat seluruh pola keadaan hidup ini, apa yang dapat saya lakukan ? Yang tidak mungkin adalah mencinta tanpa suatu bayangan dari cemburu dan benci.

Kebanyakan dari kita, saya khawatir, cemburu, iri hati dan ingin memiliki secara mengerikan. Apabila anda mencintai seseorang, teman wanita anda, isteri atau suami anda, anda bertekad untuk menahan mereka itu selama hidup anda; sedikitnya anda mencoba itu. Dan anda menamakan itu "cinta" — si dia itu adalah "punyaku". Dan apabila si "punyaku" itu berpaling atau memandang kepada orang lain, menjadi agak bebas, lalu muncullah kemarahan besar, cemburu dan kekhawatiran, kemudian segala kesengsaraan dari apa yang dinamakan cinta itupun mulailah.

Sekarang, apakah artinya mencinta tanpa suatu bayangan dari semua itu? Tidak ragu lagi, anda tentu akan menganggap hal itu tidak mungkin, anda akan menganggap hal itu tidak manusiawi, sesungguhnya melampaui manusia biasa — demikianlah, bagi anda hal itu adalah tidak mungkin. Jika anda melihat ketidakmungkinan dari itu, maka anda akan menyelidiki apa yang mungkin dalam antar hubungan. Saya harap saya cukup terang menjelaskan hal ini. Itulah soal pertama.

Yang kedua, kehidupan kita, seperti keadaannya sekarang, adalah pergulatan, penderitaan, kesenangan, rasa takut, kekhawatiran, ketidakpastian, keputusasaan, berang, kebencian — anda tahu apa adanya kehidupan kita sesungguhnya, persaingan, perusakan, ketidaktertiban. Inilah sesunggulmya apa yang sedang terjadi, bukan "apa yang seharusnya" atau "apa yang semestinya." kita hanya berurusan dengan apa adanya. Maka, melihat semua ini, kita berkata kepada diri sendiri: "Itu terlalu mengerikan, aku harus melarikan diri dari itu ! Aku menginginkan suatu penglihatan yang lebih lebar, lebih dalam, dan lebih luas. Aku ingin menjadi lebih peka". Karena itu kita menggunakan obat bius.

Persoalan obat-obat bius ini adalah sangat kuno; orang-orang telah mempergunakan obat bius di India selama ribuan tahun. Pada suatu waktu obat bius itu disebut soma, sekarang dinamakan hashish dan pan; semua itu belum mencapai tingkat setinggi LSD, akan tetapi mereka mungkin akan mencapainya dalam waktu sangat dekat ini. Orang-orang mempergunakan hashish dan pan demi untuk menjadi kurang peka; mereka tenggelam ke dalam keharumannya, ke dalam penglihatan khayal berlainan yang dihasilkan dan ditekankannya. Obat-obat bius ini umumnya dipergunakan oleh para buruh, pekerja-pekerja kasar (di sini anda tidak memiliki "yang tak boleh disentuh" seperti yang mereka ini disebut di India). Mereka mempergunakan obat bius karena kehidupan mereka luar biasa menjemukan; mereka tidak cukup makan, maka mereka tidak mempunyai banyak enersi. Dua hal yang mereka punyai hanyalah sex dan obat bius.

Orang yang sungguh-sungguh religious, orang yang sungguh-sungguh ingin menyelidiki apakah adanya kebenaran, apakah adanya kehidupan — bukan dari kitab-kitab, bukan dari penghibur-penghibur bukan dari filsuf-filsuf yang hanya merangsang secara intelektuil — orang seperti itu sama sekali tidak akan berurusan dengan obat-obat bius, karena dia tahu sepenuhnya bahwa obat-obat bius menyesatkan batin, membuat batin tidak mampu menyelidiki apakah adanya kebenaran.

Di barat sini banyak orang berpaling kepada obat-obat bius. Terdapat orang-orang serius yang telah mempergunakan obat bius demi penyelidikan untuk selama barangkali beberapa tahun; beberapa di antara mereka datang menemui saya. Mereka berkata, "Kami telah memperoleh pengalaman-pengalaman yang tampaknya — dari apa yang kami telah baca dalam kitab-kitab — mirip dengan kenyataan tertinggi, menjadi suatu bayangan dari yang sejati". Dan karena mereka adalah orang-orang serius, seperti juga pembicara, mereka memperbincangkan masalah ini secara mendalarn; akhirnya mereka itu terpaksa mengakui bahwa pengalaman itu adalah sangat palsu, bahwa hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan kenyataan tertinggi, dengan semua keindahan dari keagungan itu. Kecuali kalau batin itu jernih, utuh dan sepenuhnya sehat, ia tidak akan mungkin berada dalam keadaan meditasi yang religius yang mutlak perlu untuk menemukan hal yang tak terjangkau oleh semua pikiran, tak terjangkau oleh segala nafsu keinginan. Setiap bentuk kebergantungan psikologis, setiap macam pelarian, melalui minuman keras, melalui obat bius, dalam suatu usaha untuk membuat batin menjadi lebih peka hanyalah akan memperturnpul dan mengeruhkannya belaka. Apabila anda membuang semua itu — seperti yang harus kita lakukan jika kita sungguh-sungguh serius —anda lalu dihadapkan pada hidup sendirian dalam batin. Lalu anda tidak bergantung kepada sesuatu atau seseorang, pada obat bius apapun, kitab apapun, atau suatu kepercayaan apapun. Hanya kalau sudah begitu maka batin menjadi tidak takut, hanya bila sudah begitu anda dapat bertanya apakah maksud dari hidup. Dan jika anda tiba pada titik itu, apakah anda akan mengajukan suatu pertanyaan macam itu ? Maksud dari kehidupan adalah hidup — bukan hidup dalam kemelut dan kekacauan hebat yang kita namakan hidup ini — melainkan hidup dalam suatu cara yang sama sekali berbeda, hidup dalam suatu kehidupan yang penuh, hidup dalam suatu kehidupan yang lengkap, hidup secara itu hari ini. Itulah maksud yang sejati dari hidup --untuk hidup, bukan penuh keberanian, melainkan hidup begitu lengkap secara batiniah, tanpa rasa-takut, tanpa pergulatan dan tanpa segala kesengsaraan lain.

Hal itu hanya mungkin apabila anda tahu apakah yang tidak mungkin; karena itu, anda harus melihat apakah anda dapat berubah seketika, katakanlah, sehubungan dengan kemarahan, kebencian dan cemburu, sehingga anda tidak lagi cemburu, yaitu iri hati; iri hati adalah pembandingan antara anda dan orang lain. Sekarang, mungkinkah untuk berubah sedemikian menyeluruh sehingga iri hati tidak menyentuh anda sama sekali? Hal ini hanya mungkin apabila anda sadar akan iri hati itu tanpa pemisahan ini antara si pengamat dari yang diamati, sehingga anda adalah iri hati, anda adalah itu : bukan iri hati sebagai sesuatu yang terpisah dari anda. Oleh karena itu, apabila anda melihat seluruh hal ini secara menyeluruh, tidak terdapat kemungkinan untuk melakukan apapun terhadap iri hati itu; dan apabila terdapat keadaan menyeluruh dari iri hati itu, dalam mana tidak terdapat pemisah-misahan dan tidak terdapat konflik, maka itu bukan lagi iri hati; ia adalah sesuatu yang berbeda sama sekali.

Kita lalu dapat bertanya : Apakah adanya cinta kasih ? Apakah cinta kasih itu kesenangan ? Apakah cinta kasih itu nafsu keinginan ? Apakah cinta kasih itu hasil dari pikiran, seperti adanya kesenangan dan rasa-takut? Dapatkah cinta kasih dipupuk dan apakah cinta kasih akan datang melalui waktu ? Dan, jika saya tidak tahu apakah adanya cinta kasih itu dapatkah saya bertemu dengan cinta kasih.

Cinta kasih jelas bukanlah sentimentalitas atau emosionalisme, maka keduanya itu dapat dikesampingkan seketika, karena sentimentalitas dan emosionalisme adalah romantika, dan cinta kasih bukan romantikaisme. Nah, kesenangan dan rasa-takut adalah gerakan dari pikiran dan bagi kebanyakan dari kita kesenangan merupakan hal yang paling besar dalam hidup; kesenangan sexuil dan kenangannya, pikiran tentang kesenangan yang telah dirasakan itu, memikir-mikirkan tentang itu berulang-ulang dan menginginkannya lagi besok ---ahlak dari masyarakat didasarkan atas kesenangan. Maka jika kesenangan bukan cinta kasih, lalu apakah adanya cinta kasih ? Harap ikuti ini, karena andalah yang harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini; anda tidak bisa hanya menanti si pembicara atau seseorang lain untuk memberitahukannya kepada anda. Ini adalah suatu pertanyaan manusiawi yang fondamentil yang harus dijawab oleh setiap orang dari kita, bukan oleh seorang guru kebatinan atau filsuf yang berkata ini adalah cinta kasih, itu bukanlah cinta kasih.

Cinta kasih bukan cemburu atau iri hati, bukankah begitu ? Anda semua sangat diam! Dapatkah anda mencinta apabila anda membunuh tidak hanya binatang-binatang akan tetapi juga manusia-manusia lain ? Melalui penolakan terhadap apa yang bukan cinta — cinta bukan cemburu, iri hati, kebencian, aktivitas yang berpusat pada diri sendiri dari si "aku" dan si "kamu", persaingan yang buruk, kekejaman dan kekerasan dari kehidupan sehari-hari — maka anda akan mengetahui apakah adanya cinta kasih. Apabila anda mengesampingkan semua hal ini, bukan secara intelektuil melainkan dengan nyata, dengan hati anda, dengan batin anda, dengan ..... saya akan mengatakan dengan “isi perut" anda, karena jelas bahwa semua ini bukanlah cinta kasih, maka anda akan bertemu dengan cinta kasih. Apabila anda mengenal cinta kasih, apabila anda memiliki cinta kasih, maka anda bebas untuk melakukan apa yang benar; dan apapun yang anda lakukan adalah benar.

Akan tetapi untuk tiba pada keadaan itu, untuk memiliki rasa keindahan dan belas kasih yang dibawa oleh cinta kasih, haruslah juga terdapat kematian dari masa lalu. Kematian masa lalu berarti mati terhadap segala sesutu secara batiniah, terhadap segala ambisi dan segala sesuatu yang telah kita tumpuk secara psikologis. Bagaimanapun juga, apabila kematian tiba, itulah yang akan terjadi betapapun; anda akan meninggalkan keluarga anda, rumah anda, barang-barang anda barang berharga anda, semua barang yang anda miliki. Anda akan meninggalkan semua kitab-kitab dari mana anda memperoleh begitu banyak pengetahuan, seperti juga anda akan meninggalkan buku-buku yang ingin anda tulis dan belum anda tulis, dan gambar-gambar yang anda ingin lukis. Apabila anda mati terhadap itu semua, maka batin menjadi baru sepenuhnya, segar dan polos murni. Saya kira anda akan berkata bahwa hal itu tidak mungkin.

Apabila anda berkata bahwa hal itu tidak mungkin, anda lalu. mereka-reka teori-teori; pasti terdapat suatu kehidupan sesudah mati; menurut umat Kristen terdapat kebangkitan kembali, sedangkan seluruh Asia percaya akan reinkarnasi. Umat Hindu mempertahankan bahwa adalah tidak mungkin untuk mati terhadap segala sesuatu selagi kita masih memiliki hidup dan kesehatan dan keindahan; demikianlah karena takut akan kematian, mereka memberi harapan dengan mereka-reka sesuatu yang dinamakan reinkarnasi, yang berarti bahwa kehidupan berikutnya akan lebih baik. Namun, yang lebih baik itu mempunyai suatu tali yang mengikat; untuk menjadi lebih baik dalam kehidupan saya yang berikutnya, saya harus baik dalam kehidupan yang sekarang, karena itu saya harus berkelakuan baik. Saya harus hidup dengan benar; saya harus tidak menyakiti hati orang lain; harus tidak ada kegelisahan, tidak ada kekerasan. Akan tetapi celakanya orang-orang yang percaya akan tumimbal lahir ini tidak hidup secara demikian; sebaliknya malah mereka itu aggressif, penuh dengan kekerasan seperti setiap orang lain, maka kepercayaan mereka itu sama tidak ada harganya seperti masa lalu yang mati.

Hal yang penting adalah apa adanya anda sekarang ini, dan bukan apakah anda percaya atau tidak, apakah pengalaman-pengalaman anda bersifat rohaniah atau hanya biasa saya. Yang penting adalah hidup pada tingkat tertinggi dari kebajikan (saya tahu anda tidak menyukai kata itu). Dua kata-kata "kebajikan" dan "keadilan" telah terlalu disalahgunakan, setiap pendeta mempergunakannya, setiap orang moralis atau idealis memperkudanya. Akan tetapi kebajikan adalah sama sekali berbeda dari sesuatu yang dilatih sebagai kebajikan dan di dalam itulah letak keindahannya; jika anda mencoba untuk melatihnya, maka itu bukan lagi kebajikan. Kebajikan tidak berunsur waktu, maka kebajikan tidak dapat di-latih dan kelakuan tidak tergantung kepada keadaan sekeliling, kelakuan yang dipengaruhi keadaan sekeliling cukup baik dalam caranya sendiri akan tetapi itu tidak memiliki kebajikan. Kebajikan berarti mencinta, tidak mempunyai rasa-takut, hidup pada tingkat teratas dari kehidupan, yaitu mati terhadap segala sesuatu, secara batiniah mati terhadap masa lalu, sehingga batin menjadi jernih dan polos murni. Dan hanya suatu batin seperti itulah yang dapat tiba pada keagungan luar biasa ini yang bukan merupakan rekaan anda sendiri, ataupun rekaan dari seorang filsuf atau guru kebatinan.

Penanya: Sudikah anda menerangkan perbedaan antara pikiran dan keinsyafan?

Krishnamurti: Apakah anda maksudkan "keinsyafan" itu pengertian ? Melihat sesuatu dengan sangat jelas, tidak bingung, tidak memilih? Saya ingin mengerti dalam arti bagaimana anda mempergunakan kata "keinsyafan" itu. Benarkah itu, tuan?
Penanya: Ya.

Krishnamurti : Apakah adanya pemikiran ? Silahkan, mari kita menyelaminya! Apabila saya mengajukan pertanyaan itu kepada anda "Apakah adanya pemikiran", apa yang terjadi dalam batin anda?

Penanya : Pikiran.

Krishnamurti: Perlahan-lahanlah, tuan, langkah demi Iangkah, jangan tergesa –gesa ! Apakah yang terjadi ? Saya mengajukan suatu pertanyaan kepada anda, Saya bertanya kepada anda di mana anda tinggal atau siapakah nama anda. Jawaban anda adalah seketika, bukan ? mengapa ?

Penanya: Karena anda berurusan dengan sesuatu di masa lalu.

Krishnamurti: Harap anda jangan mempersukar persoalannya, pandanglah saja! Kira akan mempersukarnva nanti, namun, pertama - tama, pandanglah saja dulu (suara ketawa). Saya menanyakan nama anda, alamat anda, di mana anda tinggal dan selanjutnya kepada anda. Jawabannya adalah seketika karena anda sudah biasa dengan itu, anda tidak perlu berpikir tentang itu. Barangkali anda berpikir tentang itu pada pertama kali, akan tetapi anda telah terdidik sejak masa kanak-kanak untuk mengenal nama anda. Tidak terdapat proses pikiran terlibat dalam hal itu. Nah, pada lain waktu saya bertanya kepada anda sesuatu yang agak lebih sukar dan terdapatlah selingan waktu antara pertanyaannya dan jawaban anda. Apa yang terjadi dalarn selingan itu? Perlahan-lahanlah, jangan menjawab saya melainkan anda selidikilah sendiri. Baiklah, saya akan mengajukan suatu pertanvaan kepada anda : Berapa jauhkah jarak dari sini ke bulan, ke Mars, atau ke New York ? Dalam selingan itu apa yang terjadi?

Penanya: Mencari-cari?

Krishnamurti: Anda mencari-cari, bukan? Mencari-cari di mana ?

Penanya: Ingatan saya.

Krishnamurti: Anda mencari-cari ingatan anda, yaitu seseorang pernah memberitahu anda atau anda pernah membaca tentang itu, maka anda memeriksa ke dalam "lemari" anda (suara ketawa). Dan kemudian anda muncul dengan jawabannya. Terhadap pertanyaan pertama tcrdapat suatu jawaban seketika, akan tetapi anda tidak tahu pasti tentang pertanyaan ke dua, maka anda menggunakan Iebih banyak waktu. Dalam selingan waktu anda berpikir-pikir, meraba-raba, menyelidiki dan pada akhirnya anda mendapatkan jawabannya yang benar. Sekarang, jika anda ditanyai suatu pertanyaan yang sangat ruwet seperti "Apakah adanya Tuhan ?"....

Penanya 1: Tuhan adalah cinta kasih.

Penanya 2: Tuhan adalah segala sesuatu.

Penanya 3: Jawabannya tidak berada dalam ingatan nya.

Krishnamurti: Dengarlah !  “Tuhan adalah cinta kasih, Tuhan adalah segala sesuatu ………

Penanya: Tuhan adalah pemindah perabotan yang besar (suara ketawa).

Krishnamurti: Dan sebagainya. Sekarang awasilah, pandanglah saja apa yang terjadi. Anda tak pernah berkata kita tidak tahu apakah jawabannya yang benar Silahkan, ikuti ini ! Ini sangat penting. Karena tidak tahu, anda percaya ! Lihat apa yang terjadi, pikiran telah mengkhianati anda. Pertama, suatu pertanyaan biasa, lalu suatu pertanyaan yang lebih sukar, dan akhirnya suatu pertanyaan yang oleh batin dikatakan bahwa aku telah dibeban-pengaruhi untuk percaya kepada Tuhan, maka saya mempunyai suatu jawaban untuk pertanyaan itu. Dan andaikata anda seorang Komunis anda akan berkata "Apa yang kalian bicarakan itu? jangan bodoh, tidak ada apa yang disebut Tuhan itu. Itu adalah suatu kepercayaan borjuis yang direka-reka oleh para pendeta !" (suara ketawa) Sekarang, kita sedang bicara tentang pikiran. Pertama-tama, untuk menyelidiki apakah ada atau tidak ada Tuhan (dan kita harus menyelidiki, kalau tidak kita bukanlah manusia lengkap), untuk menyelidiki itu, semua kepercayaan, yaitu, semua bebanpengaruh yang dihasilkan oleh pikiran manusia, yang timbul dari rasa-takut haruslah berakhir. Kita lalu melihat apakah pemikiran itu: pemikiran adalah tanggapan dari ingatan, yaitu tumpukan anda dari pengetahuan, pengalaman dan latar belakang, dan apabila anda ditanyai suatu pertanyaan, getaran-getaran tertentu berlangsung, dan dari ingatan itu anda menanggapi. Itulah pikiran. Silahkan, perhatikanlah itu dalam diri anda sendiri ! Dan pikiran adalah selalu usang, jelaslah, karena ia menanggapi dari masa lalu, oleh karena itu pikiran tak pernah dapat bebas (istirahat). Anda tidak menyetujui hal itu, bukan ? (Suara ketawa) "Kebebasan pikiran". Silahkan, pandanglah itu dengan seksama, jangan mengusirnya dengan tertawa! Kita memuja pikiran, bukan ? Pikiran adalah hal yang paling besar di dalam kehidupan, kaum cendekiawan memujanya, akan tetapi apabila anda memandang dengan dekat kepada seluruh proses dari pikiran — betapapun masuk diakal dan logis pikiran itu — ia rnasih merupakan tanggapan dan ingatan yang selalu tua, maka pikiran itu sendiri adalah usang dan tidak rnungkin mendatangkan kebebasan. Harap jangan menerima apa yang dikatakan pembicara tentang apapun!

Demikianlah, maka pikiran mendatangkan kebingungan. Pertanyaan tadi adalah: Apakah perbedaannya antara pikiran dan keinsyafan, yang kita telah setujui, adalah sama seperti pengertian, melihat hal-hal dengan sangat jelas tanpa kebingungan apapun. Apabila anda melihat sesuatu sangat jelas — kita bicara secara psikologis — lalu tidak terdapat pilihan; hanya terdapat pilihan apabila terdapat kebingungan. Kita berkata bahwa terdapat kebebasan untuk memilih yang sesungguhnya berarti terdapat kebebasan untuk bingung, karena jika anda tidak bingung, jika anda melihat sesuatu seketika dan dengan sangat jelas, lalu apakah perlunya memilih? Dan apabila tidak terdapat pilihan, terdapatlah kejernihan.

Kejernihan, keinsyafan atau pengertian hanyalah mungkin apabila pikiran tidak bekerja, apabila batin diam. Hanya kalau sudah demikian saja anda dapat melihat dengat sangat jelas, lalu anda dapat berkata bahwa anda sungguh-sungguh telah mengerti apa yang kita bicarakan, lalu anda memiliki persepsi yang langsung, karena batin anda tidak lagi kacau. Kebingungan mengandung pilihan dan pilihan adalah hasil dari pikiran. Apakah aku harus melakukan ini atau itu—si "aku" dan si "bukan aku", si "kamu" dan si "bukan kamu", "kami" dan "mereka" dan selanjutnya, semua itu terkandung dalam pikiran. Dan dari sini timbullah kebingungan dan dari kebingungan itu kita memilih; kita memilih pemimpin politik kita, guru-guru kebatinan kita, dan begitu banyak hal lagi, akan tetapi apabila ada kejernihan, maka terdapatlah penglihatan yang langsung. Dan untuk menjadi jernih, batin harus sama sekali hening, sama sekali diam, lalu terdapatlah pengertian murni dan karena itu pengertian itu adalah tindakan. Bukan sebaliknya.

Penanya: Bagaimana orang menjadi neurotik?

Krishnamurti: Bagaimana saya tahu bahwa mereka adalah neurotik ? Ini adalah suatu pertanyaan yang sangat serius, maka harap dengarkan ! Bagaimana saya tahu bahwa mereka adalah neurotik ? Apakah saya juga neurotik karena saya dapat mengenal bahwa mereka adalah neurotik ?

Penanya: Ya.

Krishnamurti: Jangan berkata "ya" demikian cepatnya. Pandanglah saja itu, dengarkan itu! Neurotik, apa artinya itu ? Agak aneh, tidak jernih, bingung, kurang seimbang. Dan celakanya kebanyakan dari kita adalah agak miring. Tidak ? Anda tidak begitu yakin benar! (suara ketawa). Tidakkah anda kurang seimbang jika anda adalah seorang Kristen, seorang Hindu, seorang Buddhis atau seorang Komunis ? Tidakkah anda neurotik apabila anda menutup diri sendiri dengan masalah-masalah anda, membangun sebuah dinding di sekeliling diri anda sendiri karena anda pikir bahwa anda adalah jauh lebih baik daripada seorang lain ? Tidakkah anda kurang seimbang apabila kehidupan anda penuh dengan perlawanan —si "aku" dan "kamu", si "kami" dan "mereka" dan semua pemisah-misahan lainnya ? Tidakkah anda neurotik dalam kantor apabila anda ingin berhasil lebih baik dari pada orang lain ? Demikianlah, bagaimana kita menjadi neurotik ? Apakah masyarakat membuat anda neurotik ? Itulah keterangan yang paling sederhana — ayah saya, ibu saya, tetangga saya, pemerintahan, bala tentara, setiap orang membikin saya neurotik. Mereka semua bertanggung jawab untuk keadaan saya yang kurang seimbang. Dan apabila saya pergi ke ahli analisa untuk minta tolong, kasihan, dia juga neurotik seperti saya (suara ketawa). Harap jangan tertawa !

Inilah persis apa yang sedang terjadi dalam dunia. Nah, mengapa saya menjadi neurotik ? Segala sesuatu dalam dunia seperti keadaannya sekarang ini, masyarakat, keluarga, orang tua, anak-anak — mereka tidak memiliki cinta kasih. Apakah anda kira akan ada peperangan jika mereka memiliki cinta kasih? Apakah anda pikir akan ada pemerintahan yang menganggap benar sepenuhnya bagi anda untuk terbunuh ? Masyarakat macam itu takkan mungkin ada jika ibu dan ayah anda sungguh-sungguh rnenyinta anda, mengasih anda, menjaga anda dan mengajar anda bagaimana untuk berbaik budi kepada orang-orang, bagaimana untuk hidup dan bagaimana untuk mencinta. Inilah tekanan-tekanan dan tuntutan-tuntutan dari luar yang menjadikan adanya masyarakat yang neurotik ini; juga terdapat pemaksaan-pemaksaan dan dorongan-dorongan batiniah di sebelah dalam diri kita sendiri, kekerasan bawaan yang kita warisi dari masa lalu, yang membantu untuk menimbulkan neurosis ini, ketidakseimbangan ini. Maka inilah faktanya — kebanyakan dari kita sedikit atau banyak adalah agak kurang seimbang, dan tidak ada gunanya untuk menyalahkan orang lain. Kenyataannya adalah bahwa kita adalah tidak seimbang secara psikologis, secara mental, atau sexuil; dalam segala keadaan kita adalah tidak seimbang. Sekarang hal yang penting adalah sadar akan hal ini, tahu bahwa kita adalah tidak seimbang, bukannya bagaimana untuk menjadi seimbang. Suatu batin yang neurotik tidak bisa menjadi seimbang, akan tetapi jika ia tidak sampai terlalu neurotik, bila masih ada ketinggalan sedikit keseimbangan, ia dapat mengawasi dirinya sendiri. Kita lalu dapat waspada akan apa yang kita lakukan, akan apa yang kita katakan, akan apa yang kita pikir, bagaimana kita bergerak, bagaimana kita duduk, bagaimana kita makan, selalu mengawasi akan tetapi tidak mengoreksi. Dan jika anda memandang secara demikian, tanpa suatu pilihan apapun, maka dari pengamatan mendalam itu akan muncul seorang manusia yang seimbang dan waras; lalu anda tidak akan menjadi nerotik lagi. Suatu batin yang seimbang adalah suatu batin yang bijaksana, tidak terdiri dari penilaian-penilaian dan pendapat-pendapat.

Penanya: Di manakah pikiran berakhir dan keheningan mulai.

Krishnamurti: Pernahkah anda memperhatikan suatu celah antara dua pemikiran ? Atau apakah anda selalu berpikir tanpa selingan keheningan sama sekali? Mengertikah anda pertanyaan itu ?

Penanya: Tidak.

Krishnamurti: Apakah terdapat suatu selingan keheningan antara dua pemikiran? Apakah pertanyaan itu jelas ?

Penanya: Ya.

Krishnamurti: Atau apakah ini merupakan yang pertama kalinya anda ditanyai suatu pertanyaan seperti itu! Saya ingin menyelidiki, tuan, apakah adanya keheningan. Apakah keheningan itu penghentian dari kebisingan ? Apakah itu seperti perdamaian yang muncul antara dua peperangan ? Ataukah itu merupakan selingan di antara dua pemikiran ? Ataukah keheningan tidak mempunyai sangkut-paut sama sekali dengan keduanya ini ? Jika keheningan merupakan penghentian dari pemikiran, penghentian dari kebisingan, maka adalah sangat mudah untuk menekan kebisingan, yaitu kebisingan sebagai ocehan — anda berhenti mengoceh. Apakah itu keheningan ? Atau apakah keheningan merupakan suatu keadaaan dari batin yang tidak lagi bingung, tidak lagi takut. Maka di manakah mulainya keheningan ? Apakah keheningan mulai apabila pemikiran berakhir ? Pernahkah anda mencoba untuk mengakhiri pikiran?

Penanya: Apabila batin secara radikal merubah kecepatan, itu adalah suatu batin yang tenang.

Krishnamurti: Ya, tuan, akan tetapi pernah anda mencoba untuk menghentikan pikiran?

Penanya: Bagaimana anda melakukan hal itu?

Krishnamurti: Saya tidak tahu, akan tetapi pernahkah anda mencobanya ? Pertama-tama, siapakah dia yang mencoba untuk menghentikan itu?

Penanya: Si pemikir.

Krishnamurti: Itu merupakan suatu pikiran lain lagi, bukan ? Pikiran mencoba untuk menghentikan diri sendiri, maka terdapatlah suatu pertempuran antara si pemikir dan pikiran. Harap anda memandang konflik ini secara sangat jelas ! Pikiran berkata, "Saya harus berhenti berpikir karena dengan demikian saya akan mengalami suatu keadaan yang amat hebat", atau apapun boleh jadi pamrihnya, maka anda mencoba untuk menekan pikiran. Sekarang si dia yang mencoba-coba untuk menekan pikiran adalah masih bagian dari pikiran, bukan? Suatu pikiran mencoba-coba untuk menekan lain pikiran, maka terdapatlah konflik, terjadilah suatu pertempuran. Apabila saya melihat ini sebagai suatu fakta — melihatnva secara total, memahaminya secara menyeluruh, memiliki keinsyafan dalam hal itu, dalam arti kata yang dipergunakan oleh tuan itu — maka batin menjadi diam. Hal ini muncul secara wajar dan mudah apabila batin diam untuk mengamati, untuk memandang, untuk melihat.

Penanya: Apabila aktivitas 'yang' berpusat pada diri sendiri berhenti, lalu apakah yang menggerakan tindakan ?

Krishnamurti: Selidikilah dulu apa yang terjadi apabila aktivitas yang berpusat pada diri sendiri berakhir, maka anda tidak akan mengajukan pertanyaan itu, maka anda tidak akan membutuhkan suatu motif, karena motif adalah bagian dari aktivitas yang berpusat pada diri sendiri; apabila aktivitas yang berpusat pada diri sendiri itu tidak ada, tindakan tidak mempunyai motif dan oleh karena itu benar, bajik dan bebas.


KEMBALI KE CERAMAH